24. Everything is Just For You

19 2 0
                                        

"Pagi, cantik," sapa Carisha kepada Clara yang datang ke meja makan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pagi, cantik," sapa Carisha kepada Clara yang datang ke meja makan.

"Tumben, Kak udah rapi. Biasanya masih molor jam segini, dan nggak pernah sarapan bareng sama kita," komentar Flora yang sejak tadi sudah berada di meja makan, dan tengah mengoles selai pada rotinya.

"Flora, kamu seharusnya bersyukur. Kalo Kakak kamu itu mau berubah, semoga aja nggak cuman hari ini. Dia bangun pagi, dan ikut sarapan bareng kita semua di sini," ucap Reinald.

"Mamah, suka kalau kamu berubah, Sayang. Jadi anak yang lebih baik, dan penurut. Jangan cuman hari ini aja, ya, bangun paginya. Besok-besok, bangun lebih awal supaya kamu bisa ikut sarapan, dan Flora nggak harus membangunkan kamu terus. Kasihan 'kan Flora, dia setiap hari sudah bangun pagi. Tapi, harus menunggu kamu bersiap dulu untuk berangkat bareng ke sekolah." Carisha mengusap rambut gelombang Clara, yang tergerai bebas.

"Flora, juga capek bangunin Kak Clara setiap hari. Udah ada alarm di samping tempat tidurnya, tapi tetap aja nggak pernah bisa bangun sendiri. Harus mulut Flora yang teriak-teriak dulu setiap pagi, supaya Kak Clara bisa bangun," protes Flora sambil mengunyah roti.

"Mamah, sudah terlambat. Banyak pasien yang sudah menunggu di rumah sakit, jadi Mamah berangkat kerja dulu, ya. Kalian berdua, belajar yang rajin di sekolah," pesan Carisha beranjak dari meja makan.

"Papah, juga ada jadwal operasi hari ini. Jadi, Papah harus berangkat sekarang. Bye anak-anak, jangan beli jajan sembarangan di sekolah," sambung Reinald ikut beranjak. Meninggalkan Flora dan Clara di meja makan, berdua.

Clara melirik jam di pergelangan tangannya. 06.25. "Terlalu pagi," lirih Clara didengar oleh Flora.

"Kak, tumben. Atau jangan-jangan, Kakak bangun pagi cuman buat menarik perhatian mamah sama papah aja?"

Clara berdiri dari duduknya. "Mood gue lagi bagus pagi ini, jadi gue bangun lebih awal. Lagian, mau gue bangun pagi atau siang. Nggak ada bedanya 'kan? Mamah sama papah, tetap nggak ada waktu buat kita."

Flora meletakkan sisa rotinya di atas piring, dan menghela napas pendek. "Kak, mamah sama papah itu sibuk. Kakak tahu sendiri, kalo mereka berdua itu dokter spesialis. Jadi, waktu mereka buat pasien-pasiennya."

"Terus kita? Lo nggak pernah mikir, sejauh ini, Flo? Kita nggak pernah dianggap ada sama mereka, mamah sama papah cuman meluangkan waktu buat pasien-pasiennya, tapi nggak buat kita. Memangnya lo mau kaya gini terus? Setiap lo bangun pagi, nggak pernah bertemu mereka. Dan, setiap lo pulang sekolah, lo nggak bisa menghabiskan waktu bersama mereka."

Flora ikut berdiri, berhadapan dengan Clara. "Kak, tapi mamah sama papah itu bekerja buat kita 'kan? Jadi, apa salahnya kalo waktu mereka dihabiskan buat pekerjaan, bukan buat kita. Lagi pula, kita bisa meminta apa pun yang kita mau, dari hasil kerja keras mereka. Kakak, harusnya bersyukur karena hidup layak, dan semuanya terjamin di rumah ini."

"Gue nggak butuh semua ini." Clara berbalik, dan berlalu pergi.

"Non, mau berangkat ke sekolah sekarang?" tanya supir pribadi yang sedang mengelap mobil alphard berwarna putih.

DIFFERENT to be SPECIAL || TREASURE [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang