101. Don't do That to Me

11 4 0
                                        

Flora melipat kedua tangan di depan dadanya, mendekati Devano dengan bola mata yang menatapnya penuh misterius

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Flora melipat kedua tangan di depan dadanya, mendekati Devano dengan bola mata yang menatapnya penuh misterius. "Buat jadi pacar gue, itu nggak mudah. Lo sanggup melakukan sesuatu buat gue?"

Pertanyaan itu, membuat Devano mendelik. "Lo terima gue buat jadi pacar lo."

"Tergantung sama kesanggupan lo itu." Flora berbalik, ia berjalan santai meninggalkan kelas itu.

Gilang pun berlari mengejarnya, sebab Flora telah memberikan pernyataan yang cukup ambigu. "Flo, maksud lo apa?!" tanyanya meraih pergelangan tangan Flora.

"Lo buka hati buat Devano?" tanyanya lagi.

Flora menampik tangan Gilang, dengan kedua alis yang terangkat. "Perkataan gue tadi kurang jelas, ya, Kak?"

"Gue sanggup, Flo!" teriak Devano di ambang pintu kelasnya, sambil tersenyum lebar.

Flora menyorot keberadaan Devano di sana, dengan raut yang masih datar. "Sepulang sekolah, gue tunggu di lapangan." Flora berujar, dan kembali melangkah pergi. Disusul Bella dari belakang, untuk memasuki kelas.

Sedangkan, teman-temanya yang berada di kelas itu saling melempar pandangan; penuh tanya. "Van, selamat, ya. Akhirnya perjuangan lo selama ini, nggak sia-sia," ucap Ajun tersenyum.

"Semoga lo bisa cepet dapetin Flora, ya."  Keanu menepuk bahu Devano, membuatnya semakin bahagia. Sementara, Gilang memasuki kelas dengan mengumpat kesal.

Kring!

Seusai memperhatikan beberapa guru, yang memberikan materi disetiap pelajaran. Bel pulang sekolah, yang sudah ditunggu sejak tadi akhirnya berbunyi.

"Gue nggak bisa ikut kumpul dulu, ya, guys." Devano yang tampak bersemangat, mulai mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Flora.

"Iya, deh tau yang mau bucin sama pacar baru," sindir Zoya yang masih sibuk merapihkan buku-bukunya di atas meja.

"Belum resmi, baru mau diresmikan ini," balas Devano menyengir.

"Emangnya adik gue toko apa, hah? Pake diresmikan segala, bahasa lo itu terlalu formal tau nggak," kritik Clara tajam.

Devano mendekati meja Clara, menganggukkan sedikit kepalanya ke bawah. "Iya, maaf calon kakak ipar."

"Inget, ya. Jagain adik gue, jangan sampe nilai dia turun karena pacaran sama lo," pesan Clara melewati Devano, lalu beranjak dari dalam kelas.

Devano memandang kepergian Clara, seraya meletakkan tangannya pada pelipis. "Siap!"

Gilang berdiri dari duduknya, menghentikan langkah di depan Devano. Lalu, berdesis saat akan berjalan kembali. "Hati-hati di jalan!" seru Devano pada Gilang, yang enggan mempedulikannya.

"Gue sama Zoya langsung ke markas, ya." Ajun lebih dulu menggandeng tangan Zoya, disusul dengan Keanu yang pergi dari sana, setelah memberikan dukungan penuh pada Devano.

DIFFERENT to be SPECIAL || TREASURE [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang