20. Dating

19 2 0
                                        

"Tembak ... tembak!!" Sorakan menggema di dalam ruang kelas itu, saat Ajun diminta untuk menyatakan perasaannya, kepada Zoya di depan kelas. Permintaan dari Pak Santoso yang tidak biasa, telah membuat Haruto kembali meletakkan kepalanya di lipatan tangan.

"Junaedi, cepat maju ke depan. Atau mau Bapak kasih hukuman?"

"I-iya, Pak. Saya akan maju ke depan." Ajun pun beranjak dari bangkunya, dan berdiri tegak di depan para teman-temannya.

"Haruto!!" bentak Pak Santoso membuat Haruto terperanjat, dan membuka mata.

"Siapa yang suruh kamu buat tidur lagi di kelas?! Sekarang, kamu berdiri dan lakukan squat jump 50 kali!" suruh Pak Santoso.

Haruto hanya mengembuskan napas pasrah, ia enggan membantah perintah dari Pak Santoso, karena jika sekali ia membantah hukuman yang diberikan bisa bertambah. Sementara, Ajun di depan kelas tampak bingung, ia mencoba menyusun kata-kata yang tepat, supaya tidak membuat Zoya malu, sekaligus tidak mempermalukan dirinya sendiri, di depan teman-temannya.

"Heh, Junaedi. Kamu mau bicara, atau mau dihukum juga seperti Haruto?" tawar Pak Santoso yang duduk di bangku Ajun, sehingga Ajun langsung membuka suara.

"Zoya, a-aku ...." Ajun menggantungkan ucapannya, menatap Zoya yang sejak tadi juga memandang Ajun di depan.

" Ajun menggantungkan ucapannya, menatap Zoya yang sejak tadi juga memandang Ajun di depan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku cinta sama kamu!" seru Ajun lantang, disambung dengan ramainya tepuk tangan. Begitu dengan Zoya, yang langsung membelalak tidak menyangka.

"Balas ... balas ... balas!" Murid-murid yang lain sangat antusias, tetapi tidak dengan Clara yang hanya diam dengan sorot mata malas memandang Ajun di depan.

"Aku juga suka sama kamu," lirih Zoya tersenyum malu, membuat Clara kali ini terbelalak memandang Zoya.

"Lo serius? Lo lagi nggak sakit 'kan, Zoy?" tanya Clara langsung menempelkan tangannya, pada kening Zoya.

"Jadi, Zoya mau jadi pacarnya Ajun??" Suara lantang itu kembali terdengar, bersumber dari Ajun yang masih berdiri di depan kelas. Lantas, murid-murid yang lain kembali bersorak, termasuk dengan para anggota geng Jervanos, yang ikut meramaikan suasana di dalam kelas.

Zoya mengangguk, ia berdiri dengan mengembangkan senyuman. "Iya, aku mau!" tegas Zoya di depan Pak Santoso, dan teman-temannya.

"YES!!!" teriak Ajun bahagia, ia terus berjingkrak-jingkrak. Lantas, berlari menghampiri Zoya.

Tubuh keduanya saling bersatu, membuat pelukan hangat. "Terima kasih, Zoya! I Love you!" ungkap Ajun.

"Ekhem," deham Pak Santoso bangkit, pelukan keduanya terlepas. Dan, suasana berakhir canggung.

"Maaf, Pak." Ajun merunduk sambil memajukan bibirnya.

"Pak! Cuman saya yang dihukum? Ajun, tadi juga tidur di dalam kelas. Kenapa dia nggak di hukum juga, Pak?" protes Haruto yang berhenti melakukan squat jump.

DIFFERENT to be SPECIAL || TREASURE [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang