39. Stay at Andlesia

11.8K 592 3
                                        

"Ayolah Dad, daripada kantor cabang itu..." Pinta Dario pada Ares

Sejak malam ulang tahunnya, Ares tetap bersihkeras meminta Dario memegang salah satu cabang perusahaannya. Dan Dario bersihkeras juga untuk menolaknya

"Tidak Alex. Sudah ditetapkan begitu"

Dario meremat rambutnya kesal. Kanaya hanya bisa menggelengkan kepalanya sedangkan kedua kakek dan nenek, serta keluarga yang lain hanya bisa terkekeh melihat ayah dan anak itu berdebatkusir

"Okay tawaran terakhir!" Ujar Dario pada Ares

Ares menaikan sebelah alisnya heran

"Alex dengar Daddy akan membuka perusahaan di bidang hiburan, kan? Seperti yang grandpa Daniel dan uncle Hanz lakukan"

Ares mengernyitkan keningnya. Itu baru rencana dan Dario sudah mengetahuinya

"Apa mau mu?" Tanya Ares

"Daddy bilang hadiah Alex, perusahaan manapun yang berada di bawah nama Dimitry, kan?"

Ares mengangguk. Dan seketika itu wajah Dario berubah cerah

"Berikan saja Alex bisnis baru dad itu. Biar Alex yang merintis dan menjalankan"

"Tapi, itu baru rencana Alex"

"Dan semua yang masuk dalam rencana bisnis di meja kerja Daddy tidak pernah berakhir di tempat sampah" ujar Dario

Ares menarik napasnya dalam-dalam. Kepalanya sedikit pening menanggapi putranya yang agak berbeda dengan anak lain

"Alex. Bisnis itu masih rencana, bahkan Daddy saja tidak tahu apa itu akan dad lakukan atau tidak" ujar Ares mencoba menjelaskan

"Berikan saja rencana itu pada Alex. Alex akan mejalankannya dari nol! Anggap saja Alex sedang mengerami telur dan menunggu telur itu menetas"

"Alex!"

"Daddy, please. Itu tawaran terakhir Alex. Setuju atau tidak sama sekali"

Ares baru mau berucap

"Dan kalau Daddy tetap tidak setuju, Alex akan mencari pekerjaan lain dan tidak akan pernah memegang bisnis apapun yang berada di bawah nama daddy" sela Dario

Ares lagi-lagi hanya bisa menghela napas dengan berat

"Terserah!" Ujar Ares pada akhirnya

Seketika itu juga, wajah Dario berubah menjadi sangat cerah. Senyuman mengembang di wajah tampannya

"Nah, kan kalau begitu aman" gumamnya

"Aman? Memangnya bisnis ayahmu yang lain kenapa?" Tanya Kanaya saat mendengar gumaman Dario

Ares, Dario, Samuel dan Daniel saling tatap satu sama lain. Mereka khawatir apa yang mereka tutupi terbongkar

Dario berdeham kecil "tidak apa-apa sih mom"

"Lalu? Apa yang tidak aman?"

"Yang tidak aman itu kepala Alex mom" ujar Dario membuat Kanaya semakin mengernyit heran

"Apa daddy tidak bercerita pada mom?"

"Cerita apa?" Tanya Kanaya sambil menatap Ares dan kembali menatap Dario

"Jadi mom, kantor Daddy banyak sekali perempuan yang menatap Alex seperti mau menelan Alex" Dario bergidik ngeri dan justru membuat Kanaya terkekeh geli

"Lalu, beberapa perusahaan milik Daddy, laporan keuangan dan gudangnya sangat berantakan..."

Kanaya terkejut mendengar penuturan putranya

"Berantakan? Tidak bisa dipercaya..." Ujar Kanaya

Dario mengangkat tangannya dengan jari membentuk huruf V

"Serius mom. Makanya, Alex tidak mau mengurus cabang perusahaan Daddy. Bisa-bisa kepala Alex meledak" ujarnya sambil terkekeh

Kanaya mempercayai ucapan putranya. Sementara para saudaranya seperti Hanz, Rafael, dan Thomas mengenal Ares dengan sangat baik. Mereka justru merasa ada yang aneh dengan jawaban Dario

"Ya, sudah. Sekarang lebih baik kamu tidur..." Ujar Kanaya sambil mengusap pipi Dario

"Kamu sakit Alex?" Tanya Kanaya saat tangannya merasakan suhu badan Dario yang agak panas

"Mungkin flu..." Ujar Dario santai

"Mommy benar. Alex harus tidur" sambungnya

"Cepat tidur dan jangan lupa minum obat flu" ujar Kanaya

"Siap letnan" ujar Dario pada ibunya membuat semua orang terkekeh

"Dasar nakal!" Ujar Kanaya sambil menepuk dada kiri Dario yang ada di depannya

Dario mendeham pelan dan menutup matanya sekilas. Dario memasang senyum terbaik di depan ibunya. Dia bahkan memeluk dan mencium pipi sang ibu

"Good night Mommy"

"Good night. Have nice dreams"

"Good night all..." Ujar Dario sambil berlalu menuju kamarnya di villa itu

"Alex" panggilan Ares membuat Dario berhenti melangkah dan berbalik

"Ya?"

"Kamu menetap disini. Bisnis baru itu dimulai dari sini" ujar Ares

Dario mengangguk "Alex cari penthouse, di kota nanti"

Ares mengangguk. Dario melanjutkan kembali langkahnya menuju ke kamarnya

[KDS #2] Xander'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang