"Yifan.."
"I-iya?"
"Lagi-lagi kau melamun.."
"Maaf Xing.. aku.. akhir-akhir ini.." Kris membiarkan kalimatnya menggantung sembari memijat keningnya
Yixing menatap sahabatnya dengan tatapan iba. Bagaimana tidak, Kris terlihat sangat pucat, kantung matanya terlihat sangat jelas akibat kurang tidur. Tubuhnya terlihat lebih kurus dan ia sering melamun. Yixing jadi merasa sangat bersalah karena 2 hari yang lalu telah berteriak padanya
Aku.. sangat egois.. batin Yixing
Yang terluka dengan kepergian kakakku bukan hanya aku seorang.. Yifan sebagai tunangannya pasti merasa sangat kehilangan.. tapi aku malah bersikap seperti itu padanya.. sepertinya aku harus memperbaikinya..
"Yifan.."
"Ya..?"
"Aku.. menyesali perbuatanku tempo hari.."
"Ah.. aku sudah tidak memikirkannya Xing.. aku mengerti perasaanmu.."
"Bukankah dunia ini tidak adil Yifan..?"
"Huh?"
"Ketika.. kau dan kakakku akan segera hidup bahagia... tiba-tiba.."
"Xing.."
Kris memotong kalimat yang diucapkan Yixing
"Itu semua memang sudah takdir.. Tuhan mengambil Yifei karena Ia tidak ingin Yifei merasakan sakit"
Yixing menatap sahabatnya dengan mata berkaca-kaca, ia sungguh mengagumi Kris sejak dulu. Maka dari itu ia menjodohkan Kris dengan kakaknya, walaupun pihak keluarga Kris tidak menyetujui hubungan mereka, namun Kris dapat menjaga hubungannya dengan Yifei bahkan sampai bertunangan. Ketika mereka akan segera menikah, takdir berkata lain. Yifei harus mengalami kecelakaan dan nyawa nya tidak dapat diselamatkan. Hal tersebut tentunya meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi pihak keluarga dan tentunya Kris
Setelah kurang lebih 10 tahun mereka berdua bungkam masalah meninggalnya Yifei. Kini akhirnya kedua sahabat itu kembali membuka suara
"Kalau saja hal itu tidak terjadi.. keponakanku mungkin sudah besar.." ujar Yixing gemetar
"Ya.. anakku pasti sudah bersekolah.. dan aku akan jadi Ayah yang bahagia" sahut Kris dengan senyum pahit
"Yifan.. maaf.. aku tau ini sangat lancang.. tapi.. apakah kematian kakakku adalah alasan mengapa kau belum mempunyai pasangan sampai saat ini?"
"..."
"M-maaf, kau tidak perlu menjawabnya.." sambung Yixing merasa tidak enak karena Kris tidak mengatakan apapun
"Aku.. mungkin.. memang tidak ditakdirkan untuk memiliki pasangan, Xing.." ucap Kris tiba-tiba
"A-apa..? Mengapa kau-"
"Tuhan.. tidak mengizinkanku memiliki pasangan karena Ia tau bahwa aku tidak akan bisa menjaganya dengan baik.."
"Yifan.."
"Aku.. memang tidak pantas untuk menjadi seorang suami ataupun Ayah.."
"H-hey.. tidak seperti itu kawan.. ayolah jangan sedih. Mungkin hanya saatnya saja yang belum tepat. Kau pasti akan menemukan pasangan hidupmu"
"Aku takut Xing.. aku.. mungkin tidak akan bisa membahagiakan mereka.. aku tidak mengerti.. aku sudah berusaha memberikan yang terbaik.. tapi.. Semuanya justru berakhir dengan buruk.."
Mengapa.. jadi seperti ini..? bodohnya aku mengungkit masalah itu.. sekarang Yifan jadi terlihat sangat sedih..
"Kau.. hanya perlu berusaha lebih keras Yifan.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Twenty Four
FanfictionSemenjak bertemu dengan Oh Sehun, Seorang Kim Junmyeon harus merasakan cobaan terberat dalam hidupnya WARNING! Mature Content 🔞 Boy x Boy Relationship Alpha, Beta, Omega Fanfiction Note : Mohon untuk membaca part "What is ABO?" terlebih dahulu agar...
