"Suho, kau tidak lupa pesan dariku kan?" tanya Kris yang sedang menyetir mobilnya dalam perjalanan menuju sekolah
"Aku tidak lupa Master.. jangan terlambat masuk kelas, perhatikan guru mengajar, jangan nakal, jangan berkelahi, bersikap sopan, harus mengerjakan tugas dengan baik, tidak boleh malas-malasan dan tidak boleh membolos"
"Ya.. selain itu..?"
"Selain.. itu...? ...." Suho terlihat berpikir sejenak
"Aku tidak ingat Master"
"Geez.. bukankah tadi malam aku sudah menjelaskannya padamu?"
"Maaf Master.. aku lupa.."
"Kuingatkan kembali, jangan sembarangan menerima pemberian orang, terlebih dalam bentuk makanan atau minuman, ingat kau punya alergi. Makanlah makanan yang sehat, pizza dan junk food setiap hari akan buruk untuk kesehatanmu. Susu dan vitamin harus kau minum setiap hari. Jangan tidur terlalu larut, karena akan mengganggu kesehatanmu. Kalau kau merasa kurang sehat, segera minum obat, tapi kalau kau bingung dengan obat apa yang harus kau minum, telpon aku. Jangan bermain terlalu jauh dari area sekolah, kalau ada teman yang menagajak, tolak saja, sebagai gantinya, aku bisa mengajakmu kemanapun kau mau saat akhir pekan. Selalu tutup jendela dan kunci pintu kamarmu, jangan biarkan temanmu masuk atau menginap di kamarmu apapun alasannya, jangan berikan nomor ponselmu pada orang yang tidak terlalu dekat dan yang terakhir.. jangan pernah biarkan orang lain menyentuh tubuhmu secara sembarangan.."
"M-master.. aku tidak yakin bisa mengingatnya"
Kris menghela napasnya
"Intinya, jaga kesehatanmu, dan.. kau boleh berteman dengan siapapun, tapi jangan terlalu dekat, kalau mereka melakukan sesuatu yang tidak wajar, bilang padaku"
"Baik Master.."
"Good Boy" Puji Kris sembari mengelus rambut Suho dengan lembut
Sesampainya di depan gedung sekolah, Suho enggan untuk melangkahkan kakinya
"Suho, tunggu apa lagi? ayo cepat masuk" titah Kris
"T-tapi Master-"
"Ah, aku lupa memberitaumu.. di sini, tolong jangan panggil aku Master. Lebih baik kau panggil aku Paman"
"Baik.. P-paman.."
"Bagus.. Ayo masuk"
Tanpa menghiraukan perasaan gugup Suho, Kris langsung menggandeng tangan kurusnya dan membawanya masuk
Murid-murid di koridor tidak dapat mengalihkan pandangannya dari kedua orang yang memiliki perbedaan tinggi badan cukup drastis tersebut. Suho yang merasa tidak nyaman pun berjalan perlahan dan menyembunyikan wajahnya di balik tubuh Kris
Sesampainya di ruang Kepala Sekolah, Suho dipertemukan dengan seorang lelaki berumur sekitar 40 tahun, bertubuh tinggi, berkulit sawo matang dengan rambut hitam yang disisir rapi ke belakang dengan bantuan pomade
"Suho, ini adalah Kepala Sekolah Choi. Beliau yang akan membantumu menujukkan setiap tempat yang ada di sekolah ini"
"Halo nak, Kris sudah menceritakan padaku tentang dirimu. Kenalkan, namaku adalah Choi Siwon. Tapi orang-orang di sekolah biasa memanggilku Kepala Sekolah Choi. Aku adalah teman Kris. Jadi kau tidak perlu sungkan denganku, kalau membutuhkan bantuanku, kau tinggal panggil saja" ucap Pria itu sambil tersenyum
"Kepala Sekolah Choi adalah senior ku dalam dunia bisnis, kami memang sudah saling kenal cukup lama, jadi kalau kau memiliki kesulitan, kau bisa bertanya padanya" ujar Kris menjelaskan
KAMU SEDANG MEMBACA
Twenty Four
FanfictionSemenjak bertemu dengan Oh Sehun, Seorang Kim Junmyeon harus merasakan cobaan terberat dalam hidupnya WARNING! Mature Content 🔞 Boy x Boy Relationship Alpha, Beta, Omega Fanfiction Note : Mohon untuk membaca part "What is ABO?" terlebih dahulu agar...
