3 November #4 (12)

237 20 4
                                        

Jam ini.....

.
.
.

"Jam tua...."
Ucap Andi saat melihat jam tangan itu.

"Benar, dan barang seperti ini memang harusnya di buang"

"Di buang?, hei jangan sembarangan, itu pemberian keluargamu"

"Aku tidak yakin ini pemberian dari keluargaku"

Jam tangan ini tidak mungkin kak Aryo, ibu atau kak Nima yang kirim.
Orang itu pasti menitipkannya pada keluargaku.

"Setidaknya jika kau tidak suka.... Kau bisa menyimpannya saja"
Kata Andi.

"Hufff..., baiklah...., akan aku simpan di laciku, terima kasih ya ndi..."

Andi tersenyum.
"Hehe sama-sama"

"Astaga! Aku belum mengurus pajak motorku!"

Aku baru teringat beberapa hari yang lalu aku sempat di tegur oleh polisi saat razia kendaraan.
"Andi aku harus ke kantor polisi dulu ya!"

"Mau aku temani?"

"Hmm boleh!"

"Sip! Aku pulang dulu ya siap-siap!"

.
.
.

Aku dan Andi pergi ke kantor polisi untuk mengurus pajak dari kendaraan bermotorku.
Mumpung masih tanggal baru juga :v

"Ada yang bisa saya bantu pak?, eh? Pak Abri?"
Ternyata polwan yang waktu itu merazia kendaraanku.

"Ahh ternyata ibu, ini bu saya mau ngurus pajak"

"Bri, kenalan kah?, bisa mungkin hehehe polwan cantik begitu untukku saja"
Colek Andi dari belakang.

"Bukan!"

"Ini pak Abri nomor Antriannya, silahkan bapak dan teman bapak duduk di sana"
Ibu polwan tadi menunjukkan tempat antri.

"Bu polwan, bisa minta nom..."
Aku langsung menarik Andi.

"Ayo, jangan bikin malu!!!!"

.
.
.
.

****FAHMI POV****

"Ah ini dia!, aku punya kontak dari seluruh angkatan sependidikan kita, mereka semua di tugaskan di domisili yang berbeda-beda jadi mereka pasti bisa membantu mencari Abri"

"Kenapa lama sekali kau mencarinya?"

"Hehe grub wa ini tertimbun chat lain, jadi susah di dapatnya"

"Ohh begitu...., tapi kenapa aku tidak masuk di grub itu?"

"Mungkin kau tidak setor nomor Wa mu?"

"Ehehe iya aku tidak hafal dulu"

"Hhhh...."

Wandipun memulai chat di grub wa tersebut.
"P"

"Atheis"
Ucapku.

"Cuma di cek saja Fahmi!, kau mau di bantu tapi bikin kesal"

"Iya iya maaf, lanjut!"

.
.
.

****Yuli Pov****

Ping!!!!

Aku meraih hp ku dan melihat ada chat masuk dari sebuah grub.

"Grub apa ini?, hmm..."
Aku membukanya, ternyata itu dari grub angkatan sependidikanku dulu.

Tiba-tiba nomor yang tadi mengirimkan chat kini mengirim sebuah foto dengan caption "mohon bantuannya bagi yang pernah melihat orang ini".
Aku mendownload foto itu dan....

" hei..., mirip pak Abri?"
Ucapku saat melihat orang di foto itu terlihat mirip dengan pak Abri yang baru saja mengambil nomor antrian tadi.

"Atas nama?"
Aku bertanya pada orang yang mengirin foto tersebut, namun belum ada balasan.

Karena penasaran, aku segera bergegas keluar dari ruanganku dan hendak menemui pak Abri yang dari kejauhan masih duduk mengantri bersama temannya.

Sayangnya sebelum aku dekat dengan mereka, mereka sudah berdiri saat nomor antriannya di sebut.

Aku yang masih penasaran mencoba untuk menunggu.
Tapi sayangnya lagi loket pendaftaran kosong dan aku sudah di tegur oleh seniorku yang bertugas.

.
.
.
.

****FAHMI POV****

"Wandi ke wc lama sekali...."

Aku memperhatikan hp Wandi yang ia tinggalkan di atas meja saat pergi ke wc.
Sebenarnya tadi ada notifikasi Whatsapp yang masuk tapi aku tidak bisa membukanya karena hp milik Wandi ada sandinya :')

"Maaf lama...."
Wandi akhirnya kembali.

"Kau lama sekali!, tadi ada chat masuk kau tahu!"

"Kenapa tidak kau buka?!"

"Sandi Hpmu apa?!!!!"

"Apa"

"Iya aku tanya sandi hpmu apa?!"

"Iya apa itu sandi hpku!"

"Ughhh sandi hp! Kunci! Kunci pembukanya!"

"APA!!!!!!!!!"
Lah malah emosi!

"Dasar tuli!!!! AKU TANYA APA SANDI HPMU?!"

Brak!!!
Wandi menggebrak meja dan berteriak di hadapanku...
"SANDI HP KU ITU APA! KAU MENGERTI?! KETIK APA DI SITU DAN AKAN TERBUKA!"

Jadi sandi Hpnya "apa"
"Uhh, salahmu bikin sandi membingungkan begitu"

"Apa?!, untung aku masih mau membantumu kau tahu!"

Aku lalu mengambil hp Wandi dan memasukkan sandi menjengkelkan tersebut.
Dan benar saja, ada yang membalas "Atas Nama?"
"Wan, ada yang balas!"

"Apa katanya?"
Tanya Wandi.

"Dia tanya nama"

"Namaku atau nama Abri?"

"Aku rasa nama Abri"

"Oke coba beritahu dia"

*****

Kira-kira apa mereka bisa bertemu lagi?

Jangan lupa vote ;)

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang