****ABRI POV****
Aku...
Gelap....
Membuka mata dan yang pertama kali ku lihat adalah cahaya remang yang terhalangi kain bermotif batik.
Aku mencoba menggerakkan tanganku.
"HAH!!!!"
Eh?
Aku mengangkat tanganku..
"AAAAAAAAAA!!!!!!!!!"
Terdengar suara teriakan orang yang sangat banyak, bahkan juga sampai terdengar suara kaki berlari.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Tiba-tiba kain batik yang menghalangi pandanganku di singkap oleh seseorang.
Ayahku!
Wajahnya yang pertama kali ku lihat.
"Abri masih hidup!"
Sahutnya.
Seketika ibuku juga langsung menghampiriku, kemudian kedua kakakku juga.
Mereka terus memelukku sambil menangis tersedu-sedu.
Satu pertanyaanku...
Apa yang terjadi?
Tunggu....
Aku kembali teringat soal tanah yang tiba-tiba jatuh menimpaku saat aku sedang naik motor.
"AKU SUDAH MATI?!!!!!"
Aku sontak melihat sekeliling.
Orang-orang selain keluargaku terkejut terheran-heran melihatku.
Apa jangan-jangan....
Aku mati suri?
"bu...bu.... Aku kenapa?!"
Tanyaku pada ibuku.
"kamu masih hidup bri... Kamu masih hidup! Alhamdulillah.... "
"A..Alhamdulillah.... Tapi.... Apa...."
"kamu pasti syok berat bri, maafkan kakak karena tidak bisa melindungi kamu"
Kata kak Aryo.
"Abri!"
Aku melihat Fahmi datang dari pintu.
"Wandi, Abri jadi Zombie"
"MATI SURI BELENG!"
"bercanda, Abri... Syukurlah"
Fahmi langsung menangis.
"ABRI!!!!!!!!!!!"
Seseorang berteriak dari luar, dan tak lama kemudian, orang yang tak lain adalah Jalil itu memasuki rumah.
"he..hei... Heiiii dia masih hidup!, sudah kuduga ini pasti cuma prank!, dimana kameranya?!"
"MATI SURI!"
Kata Wandi.
"mati suri?, kupikir itu hanya mitos"
Tapi apa benar aku mati suri?
Aku barusan hanya seperti tidur dan bermimpi...
Bermimpi bertemu diriku sendiri...
Tapi aku tidak bisa ingat aku sedang bicara apa di mimpiku itu.
Oh iya, ada Fahmi juga.
"ini Abri, pakai ini dulu"
Ayah Arif segera menyelimuti tubuhku dengan kain sarung.
Tiba-tiba...
"akhhhh...."
Rasa sakit dan nyeri di tubuhku langsung terasa.
Luka di kepalaku...
Nyeri di bagian bahu dan pinggul...
Bahkan kurasakan kakiku mengalami fraktur.
"sepertinya cutiku akan bertambah"
.
.
.
.
Keesokan harinya...
Di luar rumah..
Aku sudah lumayan pulih walaupun badanku masih agak nyeri.
Setelah sadar semalam aku juga langsung di bawa ke rumah sakit untuk periksa, dan kata dokter nafas ku memang sempat terhenti, namun tidak ada yang sadar jika nadiku masih ada walau sangat lemah.
"untung belum di kubur...."
Hela Fahmi.
"ihhh jangan sampai..., tapi... Kalian bertiga sudah mau kembali?"
Tanyaku pada Fahmi, Wandi dan Andi.
"mau bagaimana lagi bri?, besok kita sudah masuk kerja lagi"
Kata Andi.
"bagaimana denganmu?, kau akan kembali ke kontrakan kan?"
Tanya Fahmi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
