Teman #2 (27)

209 16 12
                                        

"Assalamu'alaikum!!!!!!"
Sekorang pria memasuki rumah jdengan style pemain bola juga menggendong ransel hitam di punggungnya.

"Wa'alaikumussalam..."
Ucap kami bertiga bersamaan.
"nah, panjang umur"
Kata Tante Hani, Istri pak Jamal.

Pria itu menghampiri kami dan mencium tangan pak Jamal serta bu Tante Hani.
"maaf pulangnya lama"
Katanya.

Tiba-tiba dia melihatku...
Awalnya cuma diam menatap lalu seketika dia tersenyum.
"ayah, ini siapa?"
Tanyanya.

"ini Abri, dia...."

"salam kenal Abri, aku Syahrul, panggil saja Calu"
Dia menjabat tanganku tanpa menunggu ayahnya selesai berbicara.

"i...iya salam....."

"Calu, kamu kotor habis main bola, sana mandi dulu"
Tegur Tante Hani dengan Halus.

"siap bu....., sampai nanti Abri!"
Dia berlari dengan aktifnya masuk entah kemana itu.

"tante minta maaf soal Calu, dia memang over aktif anaknya"

"tidak apa-apa tante, oh iya maaf pak Jamal, bisa saya minta berkas itu sekarang?, soalnya kontrakan saya kosong sekarang, takut ada apa-apa"

"oh iya, tunggu sebentar, saya ambil di kamar"
Pak Jamal pun pergi ke kamarnya untuk mengambil berkas.

"duduk Abri, tunggu ya, tante buatkan air"

"ehhh tidak usah tante, aku juga habis ini mau langsung pulang"
Aku menolak secara halus.

"ahh jangan sungkan"

"kalau begitu air putih aja tante"

"oh iya, sebentar ya, eh duduk dulu"

"terima kasih tante"

Akupun duduk di sofa...
Nyaman.....
Aku cuma menunggu siapa saja datang lebih dulu.
Akhirnya tante Hani kembali membawa air yang benar-benar putih.

"wah, jadi merepotkan tante..."
Kataku.

"kan mintanya air putih, susu kan putih, kecuali kamu minta air bening baru tante bawa..."
Hehe...
Garing tante maaf...

"bu!!!!!!!!!!!"
Anak pak Jamal kembali datang, dan kali ini cuma memakai handuk saja di pinggangnya, tanpa atasan.
"ayah mana?"

"di kamar, kamu habis mandi langsung ke kamar kamu pakai baju!, tidak sopan ada tamu"
Tante Hani kembali menegur anaknya.

"kan sama-sama cowok bu"

"tapi kalau kamu sampai terbiasa bagaimana?, aurat kamu Calu...."

"iya bu maaf...., sampai jumpa Abri!"
Dia pergi lagi entah kemana kali ini, sepertinya ke kamarnya.

"aduh Abri.... Tante minta maaf ya"

"ehhh tante kenapa minta maaf?"

"itu Calu, dia memang begitu, namanya anak tunggal dia kesepian, tidak ada saudara, jadi kalau ketemu teman seumuran dia pasti langsung semangat"
Jelas tante Hani.

"hmm begitu ya tante?, eh?, seumuran?, hehe tadi kupikir dia masih sekolah"

"haha bukan, dia sudah lama lulus seperti kamu"

"begitu ya?, hehe maaf aku tidak tahu, habis anaknya kayak masih SMA, tampan kayak ayahnya, mukanya juga mirip sama tante, ada arabiannya hehe"

"eh tahu kamu?"

"hehe udah jelas tante"

"maaf ya Abri lama...."
Pak Jamal akhirnya datang membawa TUMPUKAN dokumen :')
Sedikit he'eh...

"hehe, ini harus di selesaikan kapan pak?"
Tanyaku.

"tidak usah buru-buru, 2 bulan bisa?"
Alhamdulillah.....

"siap pak!, saya bisa, ya sudah pak, tante, saya pamit dulu ya kalau begitu"

"lho, susunya bri?"

Aku langsung meminum susu di gelas itu.
Tak peduli masih panas soalnya aku sedang buru-buru.

"makasih tante, pak Jamal, saya balik dulu kalau begitu"

"iya, hati-hati ya Abri!"
Ucap mereka berdua.

.
.
.
.

Kemudian....
Aku diam menghentikan motorku di hadapan sebuah perempatan.
"hmm..., tadi aku dari kanan atau dari kiri?, akhhhh mana sudah malam!!!! Hpku lowbat juga!!!!!!!!"
Akhirnya aku belok ke kanan.

.
.
.

Aku kembali diam di hadapan pertigaan....
Tengok kiri...
Tengok kanan....
Pasti Kiri!

.
.
.

Dan akhinya aku sampai!
Dia depan rumah pak Jamal lagi :')
Sialan!!!!!
Aku memang payah jika berurusan dengan lorong-lorong begini.

"HOI APA ITU?!"

"ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!"
Aku terkejut karena di kagetkan oleh seseorang.
Saat ku lihat, ternyata itu Calu!
"bikin kaget saja...."

"hehe, belum pulang?"
Tanyanya.

"sudah, tapi nyasar dan malah ke sini lagi"

"pffft..... Hahahaha payah sekali kau ini"

"hehe..."
Aku hanya tertawa datar.

"ahh maaf maaf, aku tunjukkan jalan mau?"

"BOLEH!"

"sebentar ya, aku ambil motor"

Calu masuk ke rumahnya dan kemudian kembali menaiki motornya.
"ikuti aku"

Aku akhirnya mengikuti Calu dari belakang menyusuri lorong demi lorong yang panjangnya bagaikan episode Tukang Bubur naik Haji.

15 menit berlalu...
Akhirnya aku sampai di jalan raya.
"nah sudah, dari sini kau tahu jalannya kan?"
Tanya Calu.

"iyalah, kan aku kerja di sini"

"hehe, kau imut"

"apa?"

"imut"

"imut muka kayak om om begini"

"haha, sana pulang, bukannya rumahmu tidak ada yang jaga?"

"eh iya, sekali lagi terima kasih banyak Calu..."

"sama-sama, kita akan ketemu lagi?"

Aku tersenyum.
"kau orang yang baik, aku akan senang bertemu denganmu lagi"

*****

Skandal apa lagi ini?

Jangan lupa vote :)

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang