Jam pulangnya...
Aku menunggu Army di gerbang sekolah.
Cukup lama sampai aku melihat dia berjalan sendirian.
"eh, sendirian?"
"kak Rio?, ahh capek hari ini, ayo pulang"
Keluhnya.
Hehe maaf ya my...
"hehe maaf ya Army, kita belum bisa pulang"
"kenapa?"
"kita harus latian Paskib hari ini"
"Kita?"
Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Paskib?, kita?, hmm angkot kira-kira masih ada jam segini?"
Sudah kuduga ini tidak akan mudah.
"ehhhhhhh kita nanti nenek sama kakek marah!"
Aku menahannya agar dia tidak pergi.
"ahhh tidak mau!, aku mau pulang tidur"
"tidak!, ayahmu yang menyuruhku kau gabung di paskib"
"ayahku kan dulu anak PMR...."
"iya, tapi Ayahmu mau kau gabung paskib saja"
"tidak! Titik!"
Aku langsung menarik tangannya ke tempat latihan.
"ehhh ehhhhhhh kak Rio tidak!!!!!!!"
.
.
.
Di ruang kelas....
"ini'
Aku memberikan baju dan celana treaning untuk Army.
"bajuku?, kak Rio membuka lemariku ya?!"
"hei, kita kan berbagi lemari"
"oh iya juga..."
"ganti cepat, 30 menit lagi apel sore, kamu harus ada di lapangan ya, kakak keluar dulu"
"lalu kak Rio kenapa tidak ganti baju?"
"senior mah bebas"
****ARMY POV****
Sepupu laknat.
Aku dengan berat hati segera mengganti baju seragamku dengan pakaian yang tadi kak Rio berikan.
Setelah selesai, aku segera keluar dari luar ruangan menemui kak Rio di depan pintu.
"sudah?"
Tanya nya.
"sudah, kak Rio ngintip ya?"
"ogah, aku masih suka oppai Aprodhite"
"sange sama 2D"
"hei, mulai sekarang aku adalah seniormu, jadi jaga sikap ya Army!, hanya pas waktu latihan dan di sekolah saja kok"
Tapi tetap saja aku tidak mau terkekang begini :')
"ini latihannya tidak mulai?"
"sabar, yang lain belum datang, ada juga yang belum keluar kelas"
"Assalamu'alaikum"
Dan Alan datang.
"Army?, ku kira kau tidak mau gabung"
"terpaksa"
"selamat siang kak..."
Alan menyapa kak Rio.
"siang, yang lain lama... Kita mulai duluan saja, Army ke lapangan, kamu simpan tasmu dulu di kelas lalu susul ke lapangan"
"Siap kak!"
Sahut Alan tegas.
"iya iya..."
Sementara aku mengikuti kak Rio dari belakang menuju lapangan.
.
.
.
.
"satu..... dua...... dua..... dua lagi......... dua masih..... Lagi dua...... Tiga...."
Kak Rio Hitung push up nya ga kira-kira!!!!!!!!!!
"uhhhhh....."
"Army kau baik-baik saja?"
Tanya Alan yang juga sedang push up di sebelahku.
"akku.... ba..baik... Uhhhh...."
Plak!"
"aduh!"
Kak Rio tiba-tiba memukul pantatku dengan lidi.
"kak Rio apa-apaan?!!!!!!!"
"push up mu kurang turun...., ulang lagi dari satu"
"bang......"
"et, aku seniormu di sini"
SAAAAAAAAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Teriakku dalam hati.
Lihat saja!
Pulang nanti aku adukan sama nenek dan kakek!
Kalau perlu ke om Aryo sekalian sama tante Susan!
Tunggu saja.....
Pembalasanku akan segera tiba!
Muahahahahahahahahaha....
"eh ulang! Satu......"
.
.
.
.
Pulangnya....
Aku hanya diam di bonceng oleh kak Rio sepanjang perjalanan.
Dia ngoceh dari tadi juga tidak aku ladeni.
"oi kenapa diam?, marah ya?"
"hmm...."
Akhirnya kami sampai di rumah.
Begitu kak Rio memarkirkan motornya, aku segera turun dan berlari masuk ke rumah sambil berteriak...
"NEK!!!!!!! KAKEK!!!!!! OM ARYO!!!! TANTE!!!!!!!!!!!!!"
"eh eh kenapa cucu kakek?"
Kakek yang duduk di ruang tamu heran melihatku masuk kerumah seperti orang kesurupan.
"kek! Kak Rio jahat!, masa aku di paksa masuk paskibra! Terus pantatku di pukul cuma perkara push up ku kurang turun!"
"ah, biasa itu kakak sepupumu..."
Eh? Biasa?
Bukan ini reaksi yang ku harapkan!!!!
Mana bentakannya?!
Mana rotan untuk kak Rio?!
Aku ingin pemandangan seperti itu!
"hehehe, tidak akan mempan"
Kak Rio berjalan santai memasuki rumah.
"soal yang tadi maaf, aku cuma menjalankan tugas saja"
Katanya berlalu naik ke lantai 2 kamar.
"JAHAT!!!!!!"
"eh eh eh kenapa?"
Nah nenek!
Nenek pasti bisa mengerti aku!
"nek, kak Rio memukul pantatku"
"hah?, Rio!!!"
Yes berhasil....
Kak Rio segera berlari lagi menuruni tangga.
"iya nek!"
"kamu mukul adik kamu benar?"
Tanya nenek.
"iya, soalnya push up nya kurang turun nek"
"ohh...., tapi lain kali tidak usah keras-keras, kasihan Army"
"siap nek! Aku ganti baju dulu!"
Sial!
Nenek terlalu baik!
*****
Coba ceritakan, darimana kalian tahu cerita sejenak ini?
Jangan lupa vote juga ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
