Ketukan Pintu (65)

127 25 26
                                        

Tok tok tok...

Terdengar jelas suara ketukan dari pintu.
Semoga orang yang aku kenal!
Agar aku bisa minta tolong!

"siapa itu?, mengganggu sekali..."
Kak Indra lalu beranjak dari tempat tidur.

Tapi....
Sialnya dia malah menyumpal mulutku dengan sebuah kain rasanya.

.
.

Sementara itu di luar...

****FAHMI POV****

Fian ada apa tidak?
Sebenarnya malas sekali rasanya aku kesini.
Tapi kalau bukan ibuku yang menyuruh untuk bertamu jadi rasanya berdosa juga jika menolaknya.

Krik...
Oh pintunya terbuka!
Tapi yang keluar malah anak yang tadi datang kerumah.

"eh?, om?"
Dia menyapaku.

"iya, ayahmu mana?, ada di rumah?"

"ayah lagi di rumah dinasnya om"
Baru tahu kalau Fian punya dua rumah...
Sukses sekali berarti dia sekarang hehe.
"om mau apa?"

"oh tidak apa-apa... Cuma mau bertamu saja, eh?, bukannya di rumah tadi kamu bilang mau malam mingguan?"

"ahhh iya om hehe ini baru saja pulang"

"eh, ini omnya tidak di suruh masuk?"

"hehehe maaf om, listrik rumah lagi mati, di dalam juga berantakan, enakan di luar bulannya terang"

Aku mencoba mengintip kedalam, memang benar rumahnya sangat gelap.
"mati lampu?"

"ehehe tokennya habis, besok baru mau isi, sudah larut malam soalnya"

"ahaha begitu...., hmm Army bagaimana?"
Tanyaku nakal hehe.

"eh?, om tahu Army?"

"tahu lah, om kan sudah anggap dia seperti anak om sendiri"

"uh!"
Dia malah terlihat khawatir.

"hei kenapa?, kamu tidak menyakiti Army kan?, hehe awas ya, anak om jangan di sakiti hahaha"
Aku memegang pundaknya.
"om merestui kalian jadi tenang saja"

****INDRA POV****

Jadi yang Army maksud papah adalah om ku sendiri?!!!!!
Ini berbahaya...
Jika Army membuat suara sedikit saja dari kamar makan om akan langsung curiga!

"o..om... Sudah larut, om tidak apa-apa pulang larut?"

"kamu sendiri?, ah!, om temani saja malam ini, nanti om hubungi ibu kalau om mau menemani kamu di rumahmu malam ini dulu"

"ehhh ti...tidak usah om, aku sudah biasa sendirian kok"

"ahh sudah jangan malu-malu dengan om mu sendiri...."
Om malah menarik tanganku masuk ke rumah.

Sial...
Gawat....
Rasanya dalam hatiku seluruh kata-kata kasar sudah keluar.

Cklek...
Dan lebih sialnya om Fahmi malah menyalakan lampu dan tersenyum padaku.
"hmm jangan membohongi om, om ini sekolah polisi.... Jadi susah di bohongi, eh ini kamarmu?"
Sekarang dia hendak membuka kamarku.

KAMAR YANG BERISI ARMY!

Bugh!

.
.
.
.

****ABRI POV****

"Sudah jam 11!, yah, bu, Army sebenarnya keluar sama siapa larut begini?!"

Ayah mana yang tidak khawatir jika anaknya tidak kunjung pulang apalagi di telpon tidak di angkat.
Ini yang ku takutkan jika aku jauh dengannya, apalagi yang ku tahu ibu terlalu memanjakan cucu-cucunya!!!!

"kenapa bri?"
Tanya kak Aryo.

"kak Army belum balik!, aku khawatir..."

"tenang, Rio katanya mau nyusul Army sekarang"
Rio?
"barusan Rio nelpon, katanya mau nyusul Army di rumah temannya, ada kerja kelompok katanya tadi juga lupa kasih tahu ibu"

Walau begitu tapi kenapa firasatku sangat tidak enak....

.
.
.

****RIO POV****

Om Fahmi...
Kami melihat dari jendela kalau Om Fahmi sepertinya tidak sadarkan diri di lantai.

Ada Indra juga yang membawa alat pel dari kamar mandi.
Indra terlihat mendorong om Fahmi, apa itu?!
Ada darah di lantai!
Apa Indra melakukan sesuatu pada Om Fahmi?!

"kak, mungkin sebaiknya kita lapor polisi"
Kata Rifki.

Sebenarnya aku tidak ingin melibatkan polisi untuk ini...
Tapi, sepertinya memang tidak ada pilihan lain.
Maaf ndra....
Walau kau teman masa kecilku tapi perubahan dalam dirimu itu terlalu berhaya jika di biarkan.

.
.

****FAHMI POV****

Gelap....
Apa aku benar sudah membuka mata?

"maaf om..."
Suara itu?, Indra!
Dan Indra yang sudah memukul kepalaku sampai aku hilang kesadaran.

"apa-apaan ini?!"

"aku tidak mau menyeret keluarga, tapi om sendiri yang memaksaku"

"Pah!, papah Fahmi?!, itu suara papah kan?!"
Army!
Tidak salah lagi, yang barusan itu suara Army.

"Army!, lari!, dia bukan orang baik"

"maaf om, tapi Setelah ini selesai aku harap Om dan Army bisa tutup mulut, kalau perlu selamanya"

*****

Maaf dikit :')

Jangan lupa vote ;)

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang