Pluviophile #4 (93)

125 19 11
                                        

****FAHMI POV****

Kriiik...
Membuka pintu, habis antar anak-anak kembali ke asrama.
"di luar panas..., bri!!!!!!!"
Sahutku kencang.

"yaaaaaa!!!!!!"
Abripun keluar dengan mengenakan kaos, namun bawahannya cuma handuk, seperti habis mandi.
"apa teriak-teriak?, bukannya ngucap salam..."

"panas bri, bikin apa gitu yang segar..."

"pop es"

"ih, yang spesial napa?, buat suami tercintamu hehe"

"bilang suami lagi ku hantam ya!, memang ini Jerman?!"

"canda beb, eh minumannya jadi ga nih?, dari tadi komedi garing mulu"

"iya bentar, sana mandi..."
Tiba-tiba Abri membuka handuknya dan melemparkannya padaku.
Ku pikir akan melihat roti, tapi dia pake celana ternyata :')

.
.

Sehabis mandi, aku keluar dari kamar mandi dan hendak ke kamar.
Saat di ruang tamu aku melihat Abri tengah duduk di depan tipi sambil meminum sesuatu yang berwarna merah di gelas.
Aku segera menghampiri dan memeluknya.
"bebeb, enak?"
Godaku, tau tau bisa dapat bonus ewe hehe.

"minggir atau ku siram jus!"
Benar-benar emosian sekarang orang ini.

"jangan emosi, itu jus apa?"
Tanyaku.

"semangka, kebetulan tadi waktu kau pergi ada Jalil"

Ugh?!
Hanya ada satu Jalil yang aku dan Abri kenal.
Si setan bangsat yang dulu selalu menggoda Abriku!
Dasar!

"Jangan minum itu! Najis!"

"paan sih!"

"hm!"
Aku langsung memalingkan wajahku.
"habis ngapain sama Jalil?, mana waktu aku pulang kau baru selesai mandi, kau dan si bangsat itu pasti habis melakukan sesuatu!"

"mulut di jaga...., ga aku kasih jatah nanti"
Aku segera membuka handukku dan memeluknya dengan erat.

"yuk..., anak-anak tidak ada sekarang"
Godaku lagi.

"dasar om-om, tapi aku malas goyang hari ini...."

"gapapa, yang penting lidahmu lincah"

Kamipun berciuman hebat, dan kalian tahu adegan selanjutnya apa.

.
.
.

Sementara itu di asrama....

****ARMY POV****

"akh.... Perih..."
Ucapku pelan saat duduk di lantai.
Rasa perih di bagian bawahku entah kenapa baru terasa dan sakit sekarang.

"kau tidak apa-apa?"
Tanya Aden khawatir.

"uh... i..ini sakit..."
Kataku sambil menunjuk pantatku.

"ehh..... Ambeyen my?"
Tanya Teo.

"bukan ih! Nauzubillah!"

"terus?"
Tanya Teo lagi.

"tidak tahu, mungkin kelamaan duduk"
Kataku bohong.

"omong-omong kalian berdua hari ini terlihat akrab"
Kata Rey.

Aden tiba-tiba memelukku sampai pipi kami saling menempel.
"aku menyayangi adikku.
Entah kenapa aku malah jadi jijik.

"ihihihih minggir!"
Sekarang aku paham kenapa ayah suka marah kalau Papah menggodanya.

.
.
.
.

Kembali di rumah...

****ABRI POV****

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang