****ABRI POV****
"AKHHHHHHHHHH!!!!!!!!!"
Aku berteriak menahan sakit saat benda panjang dan keras itu hendak menerobos masuk melalui tubuh bagian belakangku.
"m..mi..... Sakit..... "
"ta...tahan sayang....., belum bisa masuk...., tapi.... Kau yakin kan mau melakukan ini?"
aku hanya tersenyum walau air mataku keluar...
"hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menebus kesalahanku"
"bri.... "
Fahmi menindihku lalu memeluk tubuhku dengan erat.
"kau tidak sampai harus melakukan ini, aku tulus memaafkanmu sayang..., sudahlah... Kita lakukan lain kali saja"
Bukan begitu....
Alasanku ingin memberikan perjakaku padanya....
Bukan semata untuk menebus kesalahanku itu...
Tapi...
Aku juga ingin agar dia tidak melakukan kesalahan serupa di masa lalu...
Ini adalah bentuk keseriusanku padanya.
Aku menelan ludah....
"aku yakin...., aku sudah sangat yakin....., masukkan saja sekarang"
"bri...."
"Fahmi kumohon, LAKUKAAAANHHHGG"
Semuanya langsung masuk dalam sekali hentakan yang sangat kuat darinya.
"mhhh... Brihh...."
Tanpa basa-basi Fahmi langsung melumat bibirku dan memompa batangnya di dalam tubuhku.
Rasanya?
Aku tidak menemukan kenikmatan apapun seperti di cerita-cerita yang pernah ku baca....
Hanya sakit...
Perih....
Ingin berteriak namun bibir hangat dan lembutnya sudah membungkam mulutku.
Sekali aku lepas..., dia kembali mencumbuiku dengan ganasnya.
"argghhhhgg sempit bri!!!!!!!!"
"m..mi.... Sakiiiiit!!!!!!! Berhenti dulu"
"apa?"
"be... Berhenti sebentar kumohon.... "
"ughhhhhhh bodo amat!!!!!, kau sudah menjauhiku! Ini hukuman buatmu sayang ahhhhhh"
Hentakkannya malah semakin keras dan semakin cepat.....
Membuat rasa sakit dan rasa perih di bawah sana semakin terasa.
Aku tidak bisa berkata apapun lagi...
Aku hanya pasrah.....
Merebahkan kepalaku di bantal dengan air mata yang sudah mengucur deras.
"ahhhh bangsat mau keluar bri..... "
Racau Fahmi.
Aku hanya diam melirik padanya...
Ini memang pantas untukku...
Tadi dia mengatakan ini hukuman dan memang ini sudah hukuman yang pantas untuk aku dapatkan.
Fahmi tiba-tiba memelukku dengan erat dan menusukkan batang miliknya sangat dalam...
Bersamaan dengan itu...
Sesuatu yang panas terasa mengalir di dalam sana.
"mhhh...."
Sebuah kecupan mendarat di pipiku.
Fahmi lalu mencabut batangnya dan aku hanya bisa memejamkan mataku sambil menggigit bibirku untuk menahan rasa perih itu.
****FAHMI POV****
Sungguh sebuah kenikmatan yang tiada duanya.
"makasih bri.... "
Ucapku namun Abri sepertinya kelelahan jadi ia tidak membalas perkataanku.
Aku bangkit dan pergi ke kamar mandi milik Abri.
Saat di dalam kamar mandi, aku hendak membersihkan tubuhku namun....
Batangku di penuhi oleh cairan berwarna merah gelap...
Ini tentu bukan darahku...
"Abri?"
Aku segera kembali ke kamar dan mendapati Abri masih dalam posisi tengkurap..
Matanya terpejam dan mengeluarkan air.
Ini salahku...
Lagi-lagi aku melakukan kebodohan sampai menyakiti orang yang sangat aku sayangi.
Bahkan di hari pertama kami bertemu.
Aku mendekati Abri di atas tempat tidur dan mengusap wajahnya.
"terima kasih, dan maaf bri..... "
Dia membuka matanya perlahan dan melihatku.
Tak lama kemudian dia tersenyum dan berkata...
"aku senang mi.... "
"jangan bicara begitu!, aku akan mengobati luka itu, ayo... Kau bisa berdiri kan?, kita bersihkan dulu darah itu"
"kau... Hebat mi... "
"jangan bahas itu dulu bodoh! Kau terluka!"
"kau... He..he... sangat kuat..... "
Aku langsung memalingkan wajahku..
Perasaan apa ini?!
Kenapa jadi salting begini?
Apa seperti ini perasaan seorang suami ketika di puji istri tentang hubungan di atas ranjang?
"a...aku... Memang hebat..., tapi kau harus di obati, ayo aku gendong"
"aku bisa berdiri"
Abri mencoba turun dari tempat tidur.
"akh... "
"ada apa?!"
"bu...bukan apa-apa..., cuma perih sedikit...., habisnya goyanganmu terlalu kencang"
"itu.... "
Entahlah...
Aku ada di antara rasa bersalah dan rasa senang saat ini...
Aku memapah Abri sampai di kamar mandi.
Saat di kamar mandi, aku menyalakan shower dan airnya seketika membasahi tubuh kami berdua.
Air yang tadinya jernih seketika menjadi merah gelap saat melewati tubuh Abri.
"sepertinya parah... "
Ucapku.
"maaf ya bri, aku tadi kelepasan"
Sekali lagi dia tersenyum.
"tidak apa-apa, besok juga pasti sembuh"
"tapi bagaimana dengan kerjaanmu?"
"aku cuti rehat dulu selama dua hari kalau begitu.... "
Entah dorongan dari mana, aku langsung melumat bibir Abri lagi dan memeluk tubuhnya dengan erat.
*****
ITU KAN YANG KALIAN MAU?!
DASAR :'(
jangan lupa vote :')
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
