3 November #8 (16)

223 21 8
                                        

Hari yang melelahkan....

.
.
.

"Kalian pesan makan saja, aku mau ke kamar kecil dulu"
Aku pamit sebentar pada Wandi dan Yuli untuk ke wc.

Saat di wc, aku segera masuk ke salah satu bilik dan langsung menuntaskan hasrat tak tertahankan itu.

"Uggggg!!!!!!"
Tentu bukan aku!
Ini dari bilik sebelah...
Sepertinya orang di bilik sebelah lagi diare hehe.
"Uhhh sambal terkutuk!"
Gerutu orang itu.
Ahh...
Pasti kebanyakan makan makanan pedas.

"Ehem!"
Aku usil mengagetkan orang itu.

"Eh?, ma...maaf hehe ada orang ya di sebelah...."
Ucapnya.

"Habis makan pedas ya?"
Kataku.

"Hehe iya, uhhh sakit...."

"Haha, lain kali jangan makan makanan pedas terlalu banyak..."
Aku tiba-tiba teringat Abri lagi.
"Soalnya aku juga punya kenalan sepertimu"
Ah sial...

****ABRI POV****

Suara orang di sebelah...
Terdengar tidak asing....

"Lain kali jangan banyak makan cabai, kau bisa sakit perut lagi, atau lambungmu bisa terluka"
Tegur orang itu.
"Ahh sial kau benar-benar mengingatkanku pada seseorang"
Tidak salah lagi!
Orang di bilik sebelah ini pasti lagi galau!
Dari suaranya dia terdengar sedang ada masalah percintaan.

"Ehh, baru putus ya?"
Tanyaku.

"Eh? Putus?, tidak...., aku tidak putus dengan pacarku..., aku cuma.... Tidak sengaja meninggalkannya"
Apa-apaan itu?
Konsep darimana tidak sengaja meninggalkan itu?

"Kau tidak seharusnya meninggalkan dia, kau tahu apa?, bagaimana rasanya di tinggalkan..."
Tunggu!, kenapa aku juga malah curhat?!
"Eh lupakan...."

"Hufff, sepertinya kita dalam keadaan yang sama"

"Jadi kau benar-benar sedang galau?"

"Sangat..."

"Uhhhh, jika dinding ini tidak ada aku akan memelukmu kawan"

"Hiks...., apalagi hari ini hari ulang tahun pacarku!!!!!"
Jadi pacarnya juga berulang tahun hari ini?!
Dan dia malah histeris di sebelah!

"He..Hei berhenti menangis, jangan sampai ada orang lewat dan langsung mengira kau gila"

"Ma...Maaf..., aku tidak bisa mengendalikan emosiku jika galau begini, baiklah aku duluan ya"

"Eh? Sudah selesai?, uhhh temani aku cerita kumohon"

"Maaf tapi teman-temanku menungguku di luar"
Dan diapun pergi, terdengar dari pintu bilik yang barusan ia buka.

Uhh sendiri lagi...
Ughhhh!!!!!!!!!!

.
.
.
.

Kemudian....

Aku akhirnya sampai di kontrakanku.
Akhirnya...
Cuti yang harusnya ku lalui dengan perasaan senang harus aku tanggung dengan sakit perut.
Warung makan itu bisa aku tuntut jika sampai ada racun dalam saus sambal yang tadi aku makan!

Lalu besok....
Aku sudah harus kembali kerja.
Oh kehidupan pegawai negeriku...
Terima kasih banyak.

Tapi...
Entah kenapa pria di bilik kamar mandi tadi.....
Entah kenapa aku nyaman berbicara dengannya..
Apa aku yang extrovert?
Atau ada hal lain?

.
.
.
.

****FAHMI POV****

benar-benar pulang dengan tangan hampa..

"Maaf mi, tapi akhir pekan nanti kalau kau mau aku akan menemanimu lagi ke sini"
Kata Wandi dari kursi pengemudi.

Aku tersenyum.
"Sudah malam wan, kita fokus sampai rumah saja dulu"

"Uhhh apa ini?, tidak seperti biasanya yang mudah patah hati seperti garpu pop mi"

"Hehe, Yuli benar wan, kali ini aku mungkin terlalu mudah menyerah, tapi lain kali tidak!, lagi pula....."
Orang di bilik kamar mandi tadi...
Suaranya mirip persis dengan suara Abri.

"Lagi pula apa mi?"

"Sepertinya tadi aku sudah bertemu dengan dia"

Aku menurunkan kaca jendela mobil dan mengeluarkan kepalaku.
Aku melihat ke belakang, semakin jauh pemandangan Kabupaten Sidrap yang di penuhi oleh sawah dan pegunungan kian menjauh.
"Aku akan kembali, dan saat itu tiba.... Kita akan saling bertatapan bri, ehhhhh"
Tiba-tiba kaca jendela mobil naik.

"Jangan mengeluarkan kepalamu begitu! Bahaya!"
Kata Wandi.

"Uhhh kau ini mengganggu adeganku saja"

"Tadi kau bilang sudah bertemu dengah Abri!, benarkah? Kenapa kau tidak memberitahuku?"

"Aku baru sadar jika ternyata orang itu memanglah Abri"

"Fahmi aku selalu tidak bisa mengerti dirimu"

"Wandi...."
Wandi melirik ke arahku.
"Kau sahabat terbaikku, lain kali aku masih membutuhkan bantuanmu"

"Kapanpun, panggil saja"

"Pastinya"

.
.
.
.
.
.
.

3 November : Selesai....

*****

Jangan lupa vote yak!
;D

Bagaimana pendapat kalian tentang Sejenak?

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang