"hehe, nih!" Andi lalu menurunkan kartunya yang ternyata 2 Sekop. "hehehe, aku menang!!!!!!!" Andi lalu mengambil gelas dan menuangkan tuak itu (lagi) ke gelas itu. "nihh minum"
"entahlah aku rasa aku sudah tidak kuat" Kataku menolak.
"tuak Cenning itu tidak memabukkan mi, kadar alkoholnya rendah, tapi jika kau bisa sampai mabuk begitu berarti tubuhmu lemah" Jelas Abri yang masih sibuk di depal layar laptop.
Mendengarnya.... Tentu aku tidak terima. Aku segera meminum tuak yang tadi Andi tuangkan. "wuhhh, ini bukan apa-apa!, ayo lanjut!"
"kau yakin?, matamu agak merah" Kata Andi.
"ahhh cuma kemasukan debu, sini kartunya!"
. . . .
Pukul 10 Malam.....
****ABRI POV****
Aku melepas kacamataku lalu menutup laptopku. "akhirnya....., lho?" Aku terkejut melihat kondisi kedua makhluk di kontrakanku ini.
Mereka berdua tidur?
Aku menghampiri mereka dan mencoba membangunkan mereka berdua. "Andi?, Andi jangan tidur di sini, di sofa, di lantai dingin" Aku menggoyangkan tubuh Andi.
"mhhh tapi aku sukanya warna merah....." Racau Andi.
"sayang!!!!!" Tiba-tiba Fahmi sudah memelukku dari belakang dan menarikku hingga tubuh kami berdua ambruk ke lantai. "mhhh...... Udah kerjanya?"
"kalian payah!, masa sebotol tuak manis saja sampai mabuk!"
"siapa yang mabuk?, kamu kali hehehe" Fahmi tertawa sambil menekan-nekan pipiku. Uhh aroma asam dari mulutnya sangat tercium.
"uhhh kalian merepotkan!, aku akan menggendong kalian ke kontrakan kalian"
"wehhh jangan sayang...., ngapain ke kontrakanku?, kalau kamu udah kepengen.... Kita di sini saja ya.. Ummm" Fahmi hendak menciumku namun aku langsung menutup mulutnya dengan tanganku.
"kalau sadar saja aku takut, apalagi kalau kau mabuk begini!"
"mhhh aku bakal pelan-pelan kok sayang"
"iki bikil pilin-pilin kik siying, BACOD! Peggi lu!!!!!" Aku berusaha melepaskan diri dari dekapan Fahmi, namun dasar tubuhnya yang dalam kondisi mabuk membuat tenaganya malah semakin kuat. "lepaskan aku!!!!!!!!"
"tidak mau!, kalau kamu ku lepas... Nanti kamu pergi jauh lagi..... Aku tidak mau!, aku tidak bisa jauh dari kamu hehe"
Tiba-tiba aku terpikir.... "jadi...., kau benar-benar tidak bisa jauh dariku?"
"kalau kamu pergi jauh... Aku akan cari kamu sampai ketemu!, bahkan gurun akan aku selami, samudra akan aku daki, kalau perlu aku akan naik becak sampai ke bulan kalau kamu ada di situ"
"sudah minggir sana, kau terlalu mabuk untuk menggombal"
"aku ga menggombal sayang...., itu tadi murni dari hatiku yang paling dalan"
"Mi, aku ngantuk, aku mau tidur, lepaskan ya?"
"jangan tidur dulu sayang, ini kan malam pertama kita, KITA NGENTOD 7 RONDE!!!!!!!!"
"BODO!!!!!!!!!!!!!!!!!" Aku makin meronta mencoba melepaskan diri, tapi Fahmi lagi-lagi semakin erat mendekap tubuhku.
Aku yang makin panik sampai memukul hingga menyiku tubuh Fahmi agar bisa lepas. Tapi semua sia-sia...
Aku sangat takut... Lebih baik mainnya waktu dia sadar saja daripada mabuk begini!
"uh!" Aku merasa tangan Fahmi mulai menggerayangi tubuhku. Ini buruk! Benar-benar buruk!!!! "Mi jika kau melakukan ini, kita putus!"
"putus?, ahhh ga mau ga mau ga mau......" Fahmi langsung merengek seperti anak kecil. "oke sayang..... Aku goyangnya yang cepet kalau gitu biar kamu makin sayang...."
"BUKAN ITU!!!!!!!!!!!! LEPASKAN AKU!!!!!!!!!!!!!"
"ahh iya iya sini aku lepaskan bajumu sayang, kamu tidak sabaran ya..."
"mhhh sayang...." Tiba-tiba Andi juga mendekap tubuhku.
Hangat sekali..... Tubuh yang aku peluk sekarang ini... Rasanya begitu hangat.
Ahh sial, aku tidak bisa mengingat kejadian semalam selain saat bermain kartu dengan Andi saja.
Tunggu... Dimana ini?
Aku membuka mataku dan melihat sekeliling. Ini kamar Abri! Aku langsung melihat sosok yang aku peluk... Sosok Abri yang saat ini berada di dalam selimut. "sayang....."
"mhhh"
Aku membuka selimut itu perlahan dan.... Andi? "ARGHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!"
. . . .
Sementara itu di ruang tamu...
****ABRI POV****
"Mhhh berisik, ganggu orang tidur saja...."
*****
Prenk!!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.