Racun (67)

112 21 8
                                        

Aku berhasil menemukan Army dan seorang pria lagi di atas ranjang.

"Army!"

"Ki?! Rifki?!"

"bertahan mi!"

Aku segera menghampiri mereka dan membuka semua ikatan yang ada juga kain yang menutup mata mereka berdua.

"ki!!!!"
Army langsung memelukku.
"maafkan aku...."

"Army..., kak Rio...."

"kak Rio?, kak Rio juga datang?!"

"teman kamu?"

"iya pah"
Ucap Army.

"maaf om, tapi sepupu Army saat ini sedang dalam bahaya"

Aku segera menuntun mereka ke halaman belakang.
Begitu melihat kak Rio di tanah, Army langsung histeris lalu berlari dan mencoba membangunkan kak Rio.

"kaaaaak!!!!!! Kak bangun!!!!! Aku minta maaf! Aku salah!!!! Kak Rio bangun!!!!! Uhuk...."
Army terbatuk dan anehnya batuknya mengeluarkan darah.

"Army?"
Ucapku bersamaan dengan Akir.

"uhuk...uhuk....sudah lapor polisi?"
Tanya om yang tadi, dia juga batuk darah!

"su..sudah, om... Om dan Army kenapa?"
Tanyaku.

"kita harus ke rumah sakit, om dan Army sudah di beri racun oleh Indra, om tidak tahu kapan racunnya mulai bereaksi tapi sepertinya efeknya sudah timbul"

.
.
.

****ABRI POV****

"kak bisa lebih cepat?!!!!!"

"tenang bri, kakak sudah ngebut!"

Aku, kak Aryo, dan anak yang tadi segera pergi ke rumah tempat Army di sekap.
Akhhhh harusnya anak itu sekolah di Sidrap saja!
Lihat saja, setelah ini aku akan langsung memindahkannya!

Tik...
Tik
Tik
Tik

Hujan?
Hujan mulai turun, perlahan kian deras dan mulai menutupi jarak pandang kendaraan.

"om, di depan ada pertigaan kita belok kiri"

Tiba-tiba seseorang berlari di tengah jalan, sontak kak Aryo mengerem secara mendadak.
"huhhhh hampir saja....."
Ucap kak Aryo.

"ayo kak cep.."

"om, habis belok om lurus saja, rumah cat biru itu rumahnya, aku turun di sini!"

"eh eh eh mau kemana?!"
Tanya kak Aryo.

"ada urusan om"
Kata Anak itu, diapun turun dari mobil dan berlari di tengah hujan.

Ini anak aneh?, stres?, ada masalah?, atau sedang kena mental?
Awas saja kalau prank!

Dari belakang kami terdengar sirine mobil polisi dan ambulans.
Tak lama mobil polisi dan ambulans itupun lewat.
Firasatku makin tidak enak saja....

.
.

****RIFKI POV****

"kak Rio masih hidup kan om?!"
Tanyaku pada om Fahmi yang sedang memeriksa kondisi kak Rio.

"nafasnya ada tapi terlalu lemah, kalau tidak cepat kita bisa celaka uhuk..uhuk"

"om dan Army juga harus segera di rawat!"

Wiw wiw wiw wiw

"itu polisi!"
Kata Akir.

"om saja, kalian tetap di sini"
Om Fahmi segera pergi ke halaman depan untuk menemui tim kepolisian yang baru tiba.

.
.

****FAHMI POV****

"di belakang ada korban darurat!"
Sahutku pada petugas medis yang juga sudah sampai.

"ada apa ini?!"
Fian!
Dia keluar dari mobil dan langsung menghampiriku.
"apa yang terjadi?, mana Indra?!"

"kau coba tanyakan pada anakmu sendiri kak, Indra menyekab anak Abri dan aku, menikam satu orang lagi dan bahkan mencekoki aku dengan racun!"

"anak itu....., masuk ke ambulans!"
Begitu saja dan dia segera masuk ke rumahnya.

"Mi!"
Abri juga ada di sini!
"Mi, syukurlah kau datang!"

"tidak bri, aku juga di sekap"

"ka...kau baik-baik saja kan?!"
Tanya Abri khawatir.

Aku tersenyum.
"cie peduli...."

"Fahmi, Rio mana?, bukannya dia juga di sini?"
Aku harus bilang apa sama kak Aryo?

"KAK RIO!!!!!!!!"
Itu suara Army.

Tak lama kemudian sekelompok tim medis yang tadi pergi ke halaman belakang sudah kembali dengan ranjang transfer pasien mereka.
Di atasnya terbaring seseorang yang tertutupi kain putih.

"Rio..."
Kak Aryo langsung berlari ke arah tim medis itu.
"MINGGIR!"

Dengan tangan gemetar, kak Aryo menyingkap kain putih itu untuk melihat wajah Rio.

"maaf pak...., dia sudah meninggal"
Ucap salah seorang tim medis.

****ARYO POV****

Aku...
Aku.....

"kak Rio!!!!!!"
Army menangis histeris memeluk Rio.
Yang sudah meninggal.

"kenapa...., Army... Kakakmu kenapa bisa?"

"kak... Bangun!!!! Kak Rio kumohon bangun... Maafkan aku! Aku tidak mendengarkan kakak....kak Rio bangunlah....."

Aku menyentuh wajah anakku.
Air mataku menetes, jatuh tepat di wajahnya.
"Rio..., buka matamu... Ayah ada di sini, buka matamu..., ayah harus bilang apa sama ibu kamu?! RIO JAWAB AYAH!!!!!!!! RIO!!!!!!!!!!"

"Periksa sekitar sini!, tangkap anak itu dan amankan!"
Fian.........

Aku segera berbalik, menghampiri Fian dan menghajarnya.

*****

Rio :'(

Jangan lupa vote hiks :'(

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang