Teman (26)

185 18 0
                                        

Seminggu kemudian....
Aku sudah di masuk tugas di Polres Sidrap, dan kebetulan aku di ajak gabung....

"OPER KESINI!!!!!!!!"

"Tendang!!!"

"di sini!!!!"

Dan Gol!!!

Fyuhhh...
Sudah lama tidak main bola.

"hebat mi, tidak pak Erwin benar-benar tidak salah memasukkanmu ke klub polres hehe"

"sudah lama juga aku tidak main, kebetulan di tawari jadi aku gas saja, sekalian mengisi waktu juga selain sibuk di kantor"

Kenalkan...
Syahrul, tapi kami biasa memanggilnya Calu.
Dia wakil kapten sepak bola tim polres kami.

"ayo siap-siap, sudah sore, kau mau langsung pulang?"
Tanya Calu.

"iya, kontrakan tidak ada yang jaga hehe"

"hahaha sepi dong, jangan nakal ya"

"nakal apa?, hah?"

"hehe, siapa tahu kau khilaf bawa perek masuk"

"ahh kau itu, oh iya kau tinggal dimana?"
Tanyaku penasaran.
"soalnya aku kan baru di sini, sekalian mau tahu tentang semua anggota yang lain"

"rumahku sih masuk lorong jadi susah di jelaskan...., ah!, besok atau nanti malam kau main ke rumahku saja"

"besok sajalah, tapi ada hehe.... Kau paham kan?"

"ahh tenang saja, besok lepas tugas kita mampir dulu cari cemilan"

"siap senior!!!!!"

"hahaha, ayolah jangan panggil aku senior, kau dan aku kan satu letting"

"hehe sip, ya sudah aku duluan"
Aku mengambil tasku di pinggir lapangan.
"sampai jumpa besok"

"hati-hati di jalan!"
Kata Calu.

.
.
.

Sementara itu di Lapas....

****ABRI POV****

Aku membereskan mejaku, juga memasukkan semua barang-barang milikku kedalam tas untuk segera pulang.

"kak Isman, aku duluan ya!!!!!"
Baru saja berpamitan, tiba-tiba kak Isman mengejarku.

"ehhh bri tunggu!!!!!"

"ada apa kak?"

"pak Jamal memintamu ke ruangannya dek"

"hufff padahal aku mau segera pulang....."
Keluhku.

"cuma sebentar...mungkin"

"ya sudah"

Aku segera pergi ke ruangan pak Jamal, kepala tata usaha di lapas ini.

Tok tok tok...
Aku mengetuk pintu ruang tata usaha.
"masuk"
Kata suara yang berasal dari dalam ruangan.

Akupun masuk kedalam ruangan dan menemui pak Jamal di mejanya.
"bapak memanggil saya?"
Tanyaku.

"duduk bri"

"terima kasih pak"
Aku duduk di hadapan pak Jamal.

"ehh begini Abri, ada beberapa dokumen dan berkas soal pemasukan dana dari pemerintah yang harus di ketik ulang"
Kata Berkas dan Beberapa itu seketika membuatku pusing.
Kata Beberapa yang pak Jamal keluarkan itu hanya bahasa sopan dari "banyak".
"kamu bersedia mengerjakannya?"

"ehh... Bagaimana ya pak...."

"tidak ada petugas lain yang secermat kamu dalam mengetik laporan, jadi saya harap kamu mau dan bersedia"
Hhh....

"baik pak, saya akan mengerjakannya, dimana berkas itu?"
Kataku dengan berat hati.

"hehe, ketinggalan di rumah saya, kamu ke rumah saya ambil berkas itu ya, sekalian kita sama-sama pulang, soalnya mobil saya tadi di bawa ke bengkel"
Sepertinya meminta di antar pulang inilah yang jadi alasan utama aku di panggil ke sini...

.
.
.
.

Di perjalanan...

"di depan ada tiang listrik, kita belok ke kiri"

"iya pak..."

Mana rumahnya masuk lorong :'(
Aku benar-benar tidak bisa di biarkan masuk ke pemukiman padat dengan banyak lorong seperti ini!

"yang cat biru Abri"

Akhirnya sampai....
Rumahnya besar eui....

Aku memasukkan motorku di halaman rumah pak Jamal.
Setelah memarkirkanya, aku turun dari motor sembari melepas helm ku.

"besar pak, bapak tinggal sama siapa saja di sini?"
Tanyaku.

"saya, Istri, sama anak saya satu-satunya"

"wahh, anak tunggal, pasti bapak sangat sayang sama anak bapak itu"

"hahaha, manjanya bukan main, tapi dia belum pulang sepertinya, motornya belum ada, ayo masuk"

Pak Jamal membawaku masuk ke rumahnya.
Baru saja membuka pintu, terlihat seorang perempuan berjilbab dan sangat cantik duduk di sofa sambil membaca Al-Qur'an.

"Assalamu'alaikum...."
Ucap pak Jamal.

"Wa'alaikumussalam...."
Wanita itu menutup Al-Qur'annya lalu bangkit dan mencium tangan pak Jamal.

"bu, kenalkan, ini anak buah bapak, Abri"
Pak Jamal memperkenalkanku pada Istrinya.

"Assalamu'alaikum tante..."
Aku mencium tangan istri pak Jamal.

"Wa'alaikumussalam...., jadi ini yang sering bantu-bantu bapak di kantor?"

"iya bu, Abri ini anaknya baik"

"makasih ya Abri, sudah bantu-bantu bapak"

"iya tante sama-sama..."

Cantik sekali...
Kulit putih...
Hidung yang mancung...
Gigi yang rapi dan matanya yang lumayan besar dengan alis tebal.
Siapapun yang melihat Istri pak Jamal pasti akan tahu kalau ada darah timur tengah pada wanita ini.

"Calu belum pulang bu?"

"belum pak, tadi menelpon mau main bola dulu"

Calu?
Anaknya pak Jamal?
Sepertinya dia anak yang aktif hehe

*****

Jangan lupa Vote :)

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang