Kantin....
"A...Ar...my....."
Mereka terbelalak menyaksikan Army dan Indra tengah makan berdua di meja.
Beruntung sekali...
Timingnya sangat pas!
"hiks..hiks...."
Seorang siswa lain menghampiri kami sambil menyeka air matanya.
Aneh.
"Akir?, kau kenapa?"
Tanya Alan.
"Army...., ternyata sudah berpacaran dengan........"
Tangisnya makin pecah sampai kalimatnyapun tak selesai.
"sialan!!!!!!! Ketos itu harus ku singkirkan!"
Kata Rifki.
"hm, kalian butuh rencana?"
"kalian?, berarti kami?"
Tanya Alan.
"aku akan membantu kalian menjauhkan Indra dari Army"
"kenapa kakak mau melakukan itu?, jangan-jangan kakak juga suka dengan Army dan hanya memanfaatkan kami?!"
"Rifki benar, kakak ini pasti punya maksud tersembunyi!"
Kenapa aku malah di desak begini?!
"ahhh begini!, aku sepupu Army dan harus kalian tahu kalau Indra itu bukan orang baik, dia predator lubang yang kalau sudah longgar akan dia tinggal begitu saja, apa kalian tega melihat Army ternodai?!"
"a...,hmm... Tapi jika kami berhasil menjauhkan Army dari kak Indra, siapa yang akan mendapatkan Army?"
Tanya Akir.
"itu urusan kalian, setidaknya jika berhasil maka Army jadi jomblo dan kalian bisa lanjut rebutan"
"tunggu, kami akan berunding dulu"
Mereka bertiga lalu berunding.
Cukup lama hingga mereka kembali berbalik ke arahku setelah mencapai kesepakatan.
"kami setuju!"
.
.
.
.
****ABRI POV****
"sayang....."
"fokus menyetir saja!"
Aku dan Fahmi saat ini tengah dalam perjalanan pulang kampung.
Sebenarnya mau mengecek keadaan anakku saja, bagaimana dia di sekolahnya, aku akan periksa secara langsung.
"masih lama tidak?!"
"sabar, kita baru 30 menit berangkat, kamu sekarang ga sabaran...."
"udahhhh nyetir aja!!!!!"
"hehe, justru ga sabaran kamu itu yang bikin betah di ranjang beb"
"FOKUS DASAR ORANG TUA!!!!!!!!!"
"iya iya iya, bawel...."
"apa?!"
"bri, kamu kayak Tini wini biti"
"masih sempat ngegombal?"
"jawab kenapa"
"tidak!"
"jawab ga!"
"ughhhh kenapa?!"
"iya, kamu itu imut, enak, bergizi"
"ahhh sayang...."
"iya sayang....."
"kamu kayak, anggur merah"
"ahh memabukkan ya beb?"
"bikin mual! UDAH NYETIR!"
.
.
.
.
Malamnya...
****ARMY POV****
Aku sedang siap-siap...
Malam minggu ini aku akan merasakan yang namanya malam mingguan sama pacar hehe.
Sudah wangi...
Rambut sudah klimis...
Baju sudah rapi....
Mulut udah ga bau....
Fix sudah siap!
"cie malam mingguan"
Kata kak Rio di atas ranjang.
"memang kak Rio?, jomblo"
"cih, dasar anak muda, belum tahu saja Indra itu orangnya bagaimana"
"kak Indra baik, tampan, peduli, tidak seperti yang di atas ranjang itu"
Tiba-tiba kak Rio bangkit dari ranjang dan menghampiriku di depan cermin.
"dengar Army, aku cuma mau melindungimu saja"
"tidak perlu, aku bisa jaga diri kok"
"jaga diri bagaimana?, kamu menyuapi buaya sekarang!"
"buaya?, hei tunggu...., kak Rio maksudnya buaya apa?, kak Indra?"
"menurutmu?"
"kak Rio itu jahat, kak Rio belum tahu saja kak Indra orangnya bagaimana, jangan asal menuduh kak!"
"Army, aku bukan asal menuduh tapi semuanya kenyataan my!, sudah kau tidak perlu keluar!"
"aku sudah besar dan tidak berhak lagi di perintah kak Rio!"
Aku langsung mengambil tasku dan segera pergi keluar rumah.
.
.
.
.
****FAHMI POV****
"bu!!!!"
Sampai di rumah aku langsung masuk ke rumah dan memeluk ibuku dengan erat.
"ahh anakku, bagaimana sudah mau menikah?"
Ibu apaan sih?
Baru pulang bukannya di sambut salam hangat malah di tanya hal begitu.
"ehehe, aku fokus kerja dulu ya bu"
"hmm jawabnya itu terus...."
"hehehehe, ayah mana?"
"keluar, ikut ronda, tapi paling cuma main gapleh sama bapak-bapak lain"
"haha ibu bisa saja"
Tok tok tok...
"Assalamu'alaikum..."
Ibu segera membukakan pintu, dan masuklah seorang anak muda dengan bingkisan di tangannya.
"nek, ini ada titipan dari ayahku"
"Indra...., ah terima kasih, eh ini pamanmu baru juga pulang kampung"
Indra?
Paman?, berarti anak ini adalah keponakanku?!
Eh, adikku saja belum menikah :l
"Indra ini anaknya Fian sepupumu"
Ohhh anak Fian....
Fian yang pernah membuat hidupku menderita >:l
Tapi....
Anak ini pertamakali aku lihat saja sudah langsung aku kenal.
Dia tidak salah lagi!, pacar Army!
Army pernah memperlihatkan fotonya padaku.
"eh maaf nek aku buru-buru, mau keluar juga"
"ah malam mingguan, sama pacar?"
Dia cuma tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan ibu.
"ya sudah, aku pamit"
Dia mencium tangan ibu dan aku.
Setelah itu diapun pergi.
*****
Abri mana? :(
Jangan lupa vote :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
