Selamat ulang tahun....
.
.
.
.
"Ibu dan kedua kakakmu hanya bisa mendo'akan semoga kamu sehat dan tetap semangat di sana, panjang umur dan semoga selalu berbahagia"
Aku meletakkan surat itu di meja.
"Ulang tahunku kan besok....."
"Kebetulan aku ke sini saja, jadi mereka menitipkan surat dan hadiah untukmu"
Jelas Andi.
"Hufff.... Rasanya ulang tahun kali ini akan terasa sepi"
Biasanya, di hari ulang tahunku tepat di malam pergantian hari, kak Aryo mengangkatku dari tempat tidur menuju ruang tamu, yang mana di situ sudah ada keluarga dan beberapa teman dekatku termasuk dia....
.
.
.
****FAHMI POV****
"Hei, jadi bagaimana soal besok?"
Tanya Wandi.
"Besok?"
"Nah kan kau lupa dengan pacarmu sendiri, besok kau bilang ulang tahunnya!!!, kau ini sudah pikun apa jangan-jangan kau sudah move on dan bersama Faizal ini?"
"Eh? Aku?, hehe tidak..... Aku dan Fahmi hanya kenalan saja"
Faizal segera meluruskan.
"Sudah pernah aku bilang... Aku ini setia!"
"Setia tapi meninggalkan....."
Rasanya aku makin jengkel di sini.
"Jadi bagaimana?, kau mau mencarinya?"
"Mencari dimana?, nomornya saja aku tidak punya"
Mengsedih :')
"Huffff, kau itu temanku Fahmi, aku akan membantumu!"
"Cius?"
"Iya cius, lagipula kita ini polisi, bagaimana kalau kita menjadi detektif?"
"Terlalu banyak nonton filem"
Ucap Faizal.
"Ehh aku ada kelas sejam lagi, aku pergi dulu ya"
Faizal membereskan barang-barangnya dan pamit pada kami.
"Iya hati-hati"
"Omong-ngomong Faizal manis juga mi"
Kata Wandi.
"Hei.... Kau suka ya? Hehehe"
"Ahhh, bisa-bisa pacarku menyantetku"
"Oi lanjut, kita harus apa dulu?"
"Oke, kau tenang saja, soal melacak Abri serahkan saja padaku"
"Lalu aku?"
"Kau?, hehe, siapkan kalimat maafmu saja itu sudah cukup"
.
.
.
.
****ABRI POV****
Aku di bantu oleh Andi membuka kado dari keluargaku.
"Kira-kira isinya apa ya?"
Tanya Andi.
"Paling sepatu"
Dan memang benar, saat membukanya isinya memang sepatu.
Tapi bukan sembarang sepatu...
"Ahhh Naomi......"
Aku mengusap sepatu itu di wajahku.
"Na...Naomi?"
Andi kebingungan melihatku.
"Ini sepatu yang selalu menemaniku berolahraga!, Naomi, pacar pertamaku...."
Aku mencium sepatu itu.
Walaupun sudah usang dan ada sedikit robek, tapi kenangannya begitu banyak.
"Sepatu gembel begitu?"
"JAGA MULUTMU!!!!!!!!"
"Ehehe maaf, selanjutnya yang ini...."
Andi mengambil kotak lain dan membukanya.
Isinya adalah sebuah bingkai dengan foto keluarga, ada aku, ibu, kak Nima, dan kak Aryo.
"Aku terhura...., bagaimana dengan yang ini?!"
Aku hendak membuka kotak terakhir yang di bawa oleh Andi.
Dan isinya adalah...
.
.
.
.
****FAHMI POV****
"Jika kita berhasil menemukan Abri, kau harus memberikan sesuatu padanya!"
"Tenang saja...."
Ucapku santai.
"Eh?, apa?"
"Hehe, kemarin sore....."
***Flashback....
Aku memarkirkan motorku di halaman rumah keluarga Abri.
"Huffff, Bismillah...."
Aku turun dari motor dan berjalan ke arah pintu.
Tok tok tok....
Lumayan lama menunggu sampai akhirnya...
Kriik...
"Kau?"
Ucap kak Aryo dingin saat melihatku.
"Ku kira sepupumu"
"Sepupuku?"
"Ahhh tidak!, mau apa kau kesini?"
Tanyanya masih dengan nada datar.
"Anu...., aku ingin memberikan ini pada Abri"
Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasku.
Kak Aryo diam sejenak memperhatikan kotak itu.
"Kau tahu kan?, Abri sedang tugas di tempat lain"
"Iya, tapi setidaknya aku ingin dia menerima ini saat dia kembali!"
"Memang apa isinya?"
Aku tersenyum memandangi kotak itu.
"Waktu yang indah bersamanya"
"Kau ini sudah menjadi polisi tapi pikiranmu masih terlalu labil"
"Hehe maaf"
"Huffff...."
Kak Aryo mengambil hadiah itu.
"Pulanglah, jangan sampai sepupumu itu mencarimu"
"Sepupuku?"
Brak!
Dan pintupun di banting dengan keras.
****
"Sabar Fahmi....."
"Kakak Iparku kejam hiks....."
.
.
.
.
****ABRI POV****
"ini....."
Aku memandangi isi kado itu dengan seksama.
Aku terus memperhatikannya dengan detail untuk memastikan keaslian barang itu.
"Jam tangan ini....."
"ini.... "
Aku memberikan sebuah kotak pada Fahmi waktu itu.
"apa ini?"
"hadiah untukmu"
"u..untukku?, terima kasih.... "
"bukalah"
Fahmi segera membuka kotak itu.
"Abri....., kau tidak perlu memberikanku hadiah"
Katanya.
"tidak apa-apa mi, itu adalah ucapan selamat dariku karena kau terpilih menjadi wakil ketua osis, kau kan hampir setiap hari nyaris terlambat ke sekolah, wakil ketua osis tidak boleh punya sikap begitu, jadi kau harus disiplin waktu!, semoga jam itu bisa membuatmu sadar"
"I...Ini......"
"Bri?, kau menangis?"
Andi melihatku mengeluarkan air mata.
"ti..tidak... Aku cuma mengantuk..."
Aku segera memalingkan wajahku dari Andi.
*****
Kebanyakan flashback
Jangan lupa vote ;)
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomansaHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
