"kakak stres di rumah bri"
"stres kenapa?"
"tiap hari ibu manggil perempuan kerumah buat di jodohin sama kakak"
"hmm begitu ya...., tapi ibu benar kak, kakak sudah harus menikah di usia segitu"
"ahh kamu sama saja..."
"hehe, jadi kak Aryo maunya apa?"
"kakak..., cuma mau kalian berdua kamu sama Nima bahagia dulu"
"kak..."
Aku memegang tangan kak Aryo.
"kakak bisa berkeluarga kami juga akan sangat bahagia"
"yah tapi...., siapa yang akan jaga kalian berdua?"
"kak, Aku dan Kak Nima kan sekarang sudah PNS, kakak tidak perlu selalu khawatir sama kami, kami sudah besar"
"tapi...."
"bilang saja kakak jomblo dan tidak punya calon"
"ehehe ketahuan ya?"
Jelas lah...
Orang dingin dan sentimental seperti kakak ini pastinya susah dapat pasangan.
"maaf ya, Abri tidak bermaksud begitu"
Hmm...
Aku jadi kepikiran sesuatu...
"kak, kita pulang ke rumah sore ini saja"
"kita?, hah?! Kamu mau ikut?!"
"hehe, pulang kampung tidak apa-apa kan?"
"tapi lusa kamu sudah harus kerja lagi"
"tidak apa-apa kak, aku bisa kok sampai di sini sebelum lusa besoknya"
"baiklah kalau itu mau kamu..."
.
.
.
Sorenya...
Setelah bersiap-siap, aku mengambil motorku dari garasi, sedangkan kak Aryo naik ke mobilnya.
"kamu yakin naik motor?"
"kalau ikut sama kak Aryo, aku pulang kesini pake apa?"
"kakak antar lah"
"tidak usah!"
Akhirnya kamipun berangkat.
.
.
.
****WANDI POV****
Sore yang indah....
Secangkir kopi...
Sepiring pisang goreng home made...
Dan acara TV Favoritku di akhir pekan.
"di sudut biru! Petarung dengan julukan raksasa dari timur, disiplin beladiri kick boxing... 12 kali menang dan 4 kali kekalahan!!!! Jhooooooniiii!!!!!"
Uh badannya memang sangat besar.
Sepertinya lawannya akan sangat kesulitan!
"dan di sudut merah!, petarung muda kita, yang akan memulai debutnya di season ini!, disiplin beladiri kick boxing dan gulat, JAAAAAALIIIILLLLLLLL!!!!!!!"
Seketika aku menyemburkan kopi yang ku minum.
Apa ini yang Abri maksud semalam?!
.
.
****JALIL POV****
"maaf ya lil, aku tidak bisa menyaksikan pertandinganmu di tv nanti sore"
Kata Abri melalui telpon.
"kenapa bri?!, kau harus menyaksikan pertandinganku!"
"hehe maaf lil, tapi sore nanti aku harus pulang kampung dulu, sengaja ambil waktu sore biar besok aku bisa kembali tepat waktu untuk kerja"
"ya... ya sudah...."
"tapi tenang!, aku akan selalu mendukungmu, semangat ya lil!"
Apa benar Abri sekarang tidak menyaksikanku?
Padahal aku melakukan ini semua...
Aku sampai ke arena besar ini...
Itu semua untuknya aku lakukan.
.
.
.
****FAHMI POV****
"Jadi si konyol sekarang jadi atlet MMA?"
Tadinya kupikir ada apa Wandi memanggil kami datang kerumahnya, ternyata cuma untuk menyaksikan orang itu bertanding.
"kita harus menyemangatinya! Dia salah satu teman kita Fahmi!"
"eh... Mungkin kau saja...."
"aku tidak mengenalnya tapi sepertinya seru, tubuh lawannya jauh lebih besar darinya"
Kata Andi.
Hehe
"sudah pasti Jalil akan babak belur"
Ucapku.
"kau ini sepertinya masih tidak bisa melupakan masa lalu kalian"
"urusai!, setidaknya aku akan mendukung lawannya"
Ting!
Pertandinganpun di mulai.
Di Awal Jalil dan Lawannya itu langsung beradu pukulan.
Perut, kaki, tangan hingga wajah, mereka saling jual beli pukulan.
Hm..
Lumayan...
Lawan Jalil tiba-tiba maju dan mendorong tubuh Jalil ke pagar kawat batas arena.
Di situ Jalil langsung di eksekusi.
Hehe secepat itu...
"akhhh Jalil ayo lawan!"
Sahut Wandi.
"aku tidak bisa melihat!"
Aku menutup mata.
"tapi aku harus..."
Aku kembali membuka mataku.
Jalil semakin terdesak...
Lawannya tidak memberikan Jalik kesempatan membalas serangannya.
.
.
.
****JALIL POV****
"tapi tenang, aku akan selalu mendukungmu!, semangat lil!!!"
Apa gunanya jika kau tidak melihatku...
Mimpiku untuk bersinar di arena hancur sudah...
Bugh!
Bugh!
Bugh!
"jangan pernah kalah!"
Tiba-tiba aku mendengar suara Abri di kepalaku.
Benar!
Jika aku menang bukan hanya Abri yang akan senang!
Semua orang yang mengenalku pasti akan senang!
Dan lagi....
Fahmi bisa saja melihatku sekarang, aku harus menunjukkan....
"KALAU KAU MACAM-MACAM DENGANKU DAN ABRI AKU AKAN MENGHAJARMU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
"siapa AbUGHHHH"
Belum sempat lawanku bertanya, aku langsung menyerang perutnya dengan lututku.
Seketika itu juga kunciannya bisa aku lepas.
*****
Selamat Jalil, minggu lalu dapat juara 1 wkwkwk.
Juga terima kasih pada pembaca sekalian...
Walaupun author mulai jarang bisa up banyak tapi kalian tetap setia menunggu.
Salam dari Author yang jeleq...

Landasan Kampung Bugis
25 Oktober 2020
Jangan lupa vote :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
