Malam Mingguan (63)

115 20 27
                                        

****ARMY POV****

Kawasan Kuliner Pantai tak Berombak....

Benar-benar ramai....

"sayang!"
Sahut kak Indra dari kejauhan.
Dia segera berlari menembus rimbunan manusia yang lalu lalang untuk sampai di hadapanku.

"kak?, hehe baru sampai ya?"

"iya, tadi habis ke rumah nenek kakak dulu, eh kamu mau makan apa?"

"terserah kakak"

"kayak cewek saja terserah"

"beneran, kakak saja yang pilih"

"hmm.... Nasi goreng gimana?"

"pengen yang berkuah...."

"kan......"

"hehe bercanda, ayo!, kita kemana?"

Aku dan kak Indra mencari tukang nasi Goreng.
Banyak sih, tapi kata kak Indra di sini ada nasi goreng favoritnya.

Tak lama kami mencari, kak Indra menuntunku masuk ke dalam warung tenda berwarna orange.
"mas, nasi gorengnya 2 ya"

"siap...."

Setelah kak Indra memesan, kamipun duduk sambil menunggu pesanan kami selesai.
"kamu kesini naik apa?"
Tanya kak Indra membuka perbincangan.

"ojol tadi"

"hmmm maaf.... Kakak tidak bisa jemput tadi"

"tidak apa-apa kak, eh?, kak Indra sendiri naik apa?"

"motor, nanti biar kakak antar pulang"

"kita pulangnya jam berapa memang?"
Tanyaku.

"jam 10?"
Yah! Udah jam 8, dikit banget ngedate nya ;'(

"hmm"
Aku jadi murung.

"kenapa manis?"
Kak Indra mengangkat daguku.

"lagi malas di rumah..."
Kataku, memang aku masih kesal dengan kak Rio yang selalu menuduh kak Indra sembarangan.

"kenapa sayang?, ayo cerita"

"tapi apa benar kak Indra bukan orang baik?"

"hm.... Rio ya?"
Aku mengangguk.
"ahh.... Rio Rio...."
Kak Indra menggaruk kepalanya sambil tersenyum padaku.
"itu semua cuma salah paham saja, Rio tidak tahu cerita sebenarnya"

"tapi tetap saja kak..., aku tidak suka kak Indra di Fitnah begitu"

"uh?, ahh makasih ya"
Kak Indra mengusap kepalaku, nyaman......
Jadi baper :3

"kalau gitu nginap di rumah kakak saja gimana?"
Mau!!!!!!!

"mau!, tapi.... Aku izin sama nenek dulu ya kak"

"iya sayang,"

Pesanan kamipun datang.

.
.
.
.

****RIO POV****

KEMANA BOCAH-BOCAH ITU?!!!!!!!!
Sudah jam segini tapi belum ada yang menyusulku kesini.

"kak Rio!"
Rifki dan Akir muncul di belakangku.

"kalian kemana saja?!"

"maaf kak, tadi kami menunggu Alan tapi dia tidak datang"
Jelas Akir.
Dan kemana lagi satu ekor itu?!

"arghhh sudah!, lihat itu"
Aku menunjuk kedalam warung tenda nasi goreng, tempat Army dan Indra sedang makan.

"wah, mataku panas"
Ucap Rifki.

"apa yang harus kami lakukan?!"
Tanya Akir.

"mudah!, kalian kesana, coba duduk dengan mereka, dan malam minggu merekapun akan kacau!, sisanya biar alam yang menunjukkan sifat asli Indea hehehehehehe"

"eh...."

"ini"
Aku memberikan uang saku pada mereka berdua.
"cepat laksanakan! Selamatkan sepupuku!"

"siap kak!!!!"
Merekapun berjalan.
Tapi...
"kak!"

"apa?"

"Alan sudah di situ"
Kata Akir.

.
.

****ARMY POV****

"Lho?, lan?, di sini juga?"
Aku terkejut saat bertemu dengan Alan di sini.

"kebetulan saja, kalian sedang apa?"
Ehhh aku harus jawab apa?

"kami ada proyek!"
Kata kak Indra sembari mengedipkan matanya padaku.

"ahhh iya iya aku dan kak Indra ada proyek berdua"

"seperti kalian pemilik perusahaan saja"
Tiba-tiba Alan duduk di dekatku.
"aku duduk di sini, kursi lain sudah penuh"

"belum... Di pojok saja masih ada kursi kosong"
Kata kak Indra.

"aku tidak kenal orang-orang di situ, aku cuma mengenal Army..., kenapa?, gagal mengusirku?"
A...A...A...Alan....

Aku melihat kak Indra dia masih tersenyum...
Tapi tangannya sudah mengepal.
"anak pintar"
Katanya.
"tapi ini rahasia, aku tidak bisa membiarkan orang lain mendengarku dengan Army"

"anggap aku tida mendengar kalian"
Alan!!!!!!!!!

"dek... Pindah ya?"

"tidak, di pojok sana banyak nyamuk"

"hufffff.... Mas...."
Kak Indra memanggil penjual nasi goreng.
"mas, ini di bungkus saja ya"
Kak Indra malah menyuruh mas nasi goreng membungkus nasi goreng kami.
"Army, kita pulang"
Kak Indra kini menatap Alan dengan tatapan sinis.

"kak Indra, Alan cuma bercanda"

"bukan Alan, aku agak panas makan di sini, kita kerumahku saja"

.
.
.
.

****ABRI POV****

"Assalamu'alaikum....."
Ucapku sambil membuka pinth rumah.

"Wa'alaikumussalam, Abri!"
Ayah langsung menyambut kepulanganku.

"yah...., Army mana?"
Tanyaku.

"keluar sama temannya"

"anak itu....., maaf ya yah"

"ah tidak usah minta maaf, kan cucu kakek"
Bukan begitu yah :')

.
.
.
.

****INDRA POV****

Aku segera memarkirkan motorku di garasi, lalu bergegas menemui Army di teras.

"maaf ya, di dalam berantakan nanti"
Ucapku sambil membuka pintu.

Kamipun masuk.
"kok lampunya mati kak?"
Tanya Army.

"kan tidak ada orang dek"

"ayah kakak kemana?"

Aku mengeluarkan sapu tangan dari jaketku.
"lagi di rumah dinasnya"

"oh..., jadi kakak sendiri?"

"tidak, berdua sama kamu..."
Aku langsung membekap mulut Army dengan sapu tangan yang sudah aku siapkan sebelumnya.

Perlahan cairan kimia yang ada di sapu tangan itu mulai membuat Army kehilangan kesadaran...

*****

Kasian Army...

Jangan lupa vote :3

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang