Pindah (18)

236 19 6
                                        

Satu Tahun Berlalu.....

.
.
.
.

****FAHMI POV****

Aku pulang ke rumah sore ini dengan hati yang amat senang.
Mengapa demikian?
Itu karena di kantor tadi aku mendapat kabar kalau permohonan pindah tugasku di terima oleh instansi!

Malamnya....

"Kamu yakin mau pindah?"
Tanya ibu yang terlihat berat.

"Iya bu, lagi pula aku sudah mapan, jadi.... Aku ingin mencoba hidup mandiri sekarang"
Alasan!
Padahal cuma mau ketemu Abri saja...
Benar sekali!, aku memohon untuk di pindah tugaskan ke Polres Sidrap.

"Kalau itu memang niatmu, ayah setuju saja, lagipula niatmu baik"

"Tapi kamu sama siapa disana?, di sana tidak ada keluaga kita Fahmi"
Ibu memang sangat khawatir, kalau seperti ini aku jadi batal berangkat karena kasihan.

"Ibu..."
Aku memegang tangan ibu.
"Aku sudah besar, di rumah juga masih ada Ihsan bu, ibu tidak perlu khawatir, aku akan sering balik kesini kalau aku cuti, tenang saja"

Ibu menghela nafasnya.
"Hmm..., baiklah..., tapi di kampung orang kamu jangan berbuat sembarangan"

"Bu, aku ini polisi, sudah jelas aku tidak akan berbuat sembarangan"

"Jadi kapan kamu berangkat?"
Tanya ayah.

"Senin lusa yah"

.
.
.
.

Seninnya....

Aku menaikkan seluruh koper dan tasku ke mobil.
"Tidak ada yang ketinggalan kan?"
Tanya ibu.

"Sudah aku cek semua bu, tidak ada yang ketinggalan kok"

"Kamu tinggal dimana disana nanti?"

"Sebenarnya.... Rumah dinas yang di sediakan lagi full bu, tapi aku ada teman di sana, dia sudah mendapat kontrakan untukku"

"Tunggu dulu ibu ambilkan uang..."
Aku langsung menahan ibu untuk masuk ke rumah.

"Tidak perlu bu, tabunganku banyak kok"

"Fahmi, itu uangmu, kamu pakai untuk hal-hal penting kamu nanti di sana"

Aku tersenyum.
"Terima kasih bu, tapi gajiku selama dua tahun ini juga cuma aku pakai setengah saja tiap bulannya"

"Anakku sudah besar...."
Ibu menangis dan memelukku dengan erat.
"Kamu jaga diri di sana...., jangan lupa makan..."

"Iya bu"
Aku membalas pelukan ibu.

Setelah adegan mengharukan itu, akupun pergi...
Meninggalkan tanah kelahiranku.

.
.
.

Pukul 3 siang... (Atau sore?)

Aku akhirnya sampai di Sidrap, tak lupa aku segera pergi ke kontrakan yang alamatnya sudah Yuli kirimkan padaku tadi malam.

"Kontrakannya bagus, murah juga, ada kamar mandi, dua kamar, dapur, kulkas, kompor, lemari pakaian dan juga ac, perbulannya cuma 5 Juta, minus satu jendela kamar tidak bisa di buka"
Sedikit rincian dari Yuli tentang kontrakan itu.

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang