SMA #2 (50)

133 20 14
                                        

Sabtu siangnya....
Di dalam mobil.

****ARMY POV****

"pah, lihat ini....."
Aku memperlihatkan foto kak Indra pada papah Fahmi.

"yang itu?"

"hm, bagaimana menurut papah?"

"hmm......."

"bicara apa kalian berdua ini?"
Tanya ayah begitu melihat kami berdua sibuk bercengkerama di kursi penumpang di belakangnya.

"ehh celana yah, aku minta pendapat papah Fahmi soal celana SMA yang nanti mau aku pakai"
PEMBOHONG! (jangan di tiru)

"dimana-mana celana SMA ya Abu-abu, aneh kalian ini"

"ehehehe putramu lucu bri"

"didikanmu itu"

"oh iya, papah sama Ayah bisa ceritakan bagaimana jaman SMA kalian dulu?"
Tanyaku penasaran.

"indah"
Jawab papah Fahmi.

"bangsat"
Jawab ayah.

"tau tidak, ayahmu itu dulu jadi rebutan se SMA"

"Fahmi diam...."

"hehe kenapa bri?, kau sudah lupa ya?, si J?"
J?
Siapa J yang di maksud papah?

"kau bicara lagi ku turunkan di pinggir jalan!"
Ehehe ayah galak juga kalau marah.

.
.
.
.

Kemudian...
Malam tiba dan kami berhasil sampai di rumah nenek dengan selamat.
Oh iya, papah Fahmi sebelumnya sudah turun di rumah orang tuanya.

"nenek!"
Aku langsung berlari memeluk nenek yang berdiri di depan teras rumah, sepertinya sudah dari tadi nenek menunggu kami.

"bu..."
Ayah mencium tangan nenek.

"nek, kakek mana?"
Tanyaku.

"kakek lagi ke pengajian 7 harian tetangga, ayo masuk, nenek masak makanan kesukaan Army"

"ettt!!!!!"
Seseorang berlari keluar dan langsung memelukku.
"ahahahaha sepupuku akhirnya datang!!!!!"
Sepupuku, Rio.

"kak Rio!"

"Rio, ayahmu mana?"
Tanya ayah.

"Aryo lagi keluar sama Susan, katanya mau cari sesuatu untuk Army"
Kata nenek.
Sesuatu?
Ahhh jadi senang ke sini hehe.

"nek! Army tidur sama Rio ya di kamar! Ya! Ya! Ya!"

"iya, kalian jangan bertengkar ya"

Kak Rio langsung merangkulku.
"ga bakal kok nek!, ayo my!"
Kak Rio lalu menarik tanganku dan membawaku masuk ke kamarnya.

Kak Rio lalu menutup dan mengunci rapat pintu kamarnya.
"aku tidak percaya!, kau di bolehkan sama paman untuk lanjut di sini?!"

"ehehe sedikit berbohong, aku bilang ke ayah kalau aku ke sini agar aku bisa ikut melanjutkan warisan Persilatan kakek Arsun"

"kau?, hmmm....."
Kak Rio memandangiku dengan teliti.

"kenapa kak?"

"pfffft hahahaha"
Dia malah ketawa.
"ha..hahaha..haha... Aduh... Kau?, dengan muka comel seperti itu kau yakin mau ikut persilatan kakek?"

"itu cuma alasan, papah Fahmi yang menyuruhku bilang begitu"
Jelasku.

"om Fahmi ya?, hehe sepertinya kau akan menyesal my"

"kenapa?"

"hahaha nanti kau juga tahu sendiri, tapi....."
Kak Rio diam menatapku sambil tersenyum.
Tiba-tiba kak Rio mendorongku ke lantai dan menindih tubuhku.

"ugh... Kak..., kak Rio ngapain?!"

"bagaimana kau mau memajukan persilatan kakek?, kau terlalu lemah my"

"Sudah ku bilang aku tidak mau!, itu cuma alasan saja, aku sama sekali tidak minat ke persilatan itu!"
Kataku emosi.

"kau sungguh-sungguh?, heh, kalau ayahku, ayahmu dan tante Nima dengar yang barusan bisa-bisa kau di hajar habis-habisan"

"lebay...."

"bukannya lebay my, tapi persilatan itu warisan terbesar kakek Arsun ke kita"

"hmm tau ahhh aku mau tidur"
Persilatan kakek adalah blablablablablabla
Aku sudah sering dengar ayah cerita.
Dan itu membosankan.

Aku lalu berbaring di tempat tidur Kak Rio.
Aku lebih memilih tidur setelah perjalanan jauh hari ini.

.
.
.
.

2 Hari di sini....
Ayah dan papah Fahmipun kembali ke Sidrap.
Ayah memberikan sedikit uang saku untukku di sini.
Ayah juga berpesan agar aku tidak terlalu menyusahkan nenek dan kakek.

Tenang yah....
Army nolep kok.

Dan papah Fahmi....
Duit jajan darinya banyak sih :D
Dompetku seketika tersenyum.
Makasih pah...

.
.
.
.

Kemudian...
Seminggu aku di sini.
Dan inilah...
Sudah tiba saatnya!!!!!!!
MASA SMA KU DI MULAI!!!!!!!!!!!!

Aku berboncengan dengan kak Rio berangkat ke sekolah.
Kak Rio ini sudah kelas 2 dan bersekolah di SMA yang sama dengan ayah dulu.

"kak?"

"hmm?"
Kak Rio fokus berkendara.

"anu... Kak Rio kenal kak Indra?"
Tanyaku.

"Indra?, ohhh, terkenal juga ya dia... Tapi wajar memang, anak pintar, sering juara lomba tingkat kabupaten, jago beladiri, ketua osis pula"

Ketua osis?!

*****

Btw pembaca author ada fujoshi ga?

Jangan lupa vote ya;)

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang