Makan malam...
Aku hanya diam...
Masih kesal dengan kak Rio.
"Army makan...., nanti perutmu sakit"
"Army tidak lapar nek"
"ya sudah telurnya buatku saja!"
Kak Rio yang girang dan tanpa merasa bersalah langsung mencoba mengambil lauk di piringku.
"Rio...."
Ucap nenek menghentikan tangan jahil kak Rio.
"maaf nek, bercanda....."
"sama nenek mau minta maaf"
Sindirku.
"iya iya aku minta maaf"
"terdengar tidak ikhlas"
"Aku minta maaf Adikku Army yang baik hati, rajin menabung, patuh pada orang tua, tidak sombong dan solehah"
"nek!!!!!!!!!!!"
"Rio........"
"hahahahaha iya iya maaf, tapi kamu harus mengerti Army, yang di sekolah itu aku cuma menjalankan tugas saja"
"tugas mukul?"
"ngelatih...., kalau di rumah aku sayang sama kamu....."
Kak Rio langsung memelukku dan mencium pipiku.
"jangan ngambek ya adikku"
Dalam hatiku berkata...
Bacod.
"nah begini kan enak"
Ucap kakek yang senang melihat tingkah sok akrab kak Rio.
"makan ya Army, kalau tidak makan nanti nenek kasih tahu Ayahmu"
"iya iya nek jangan kasih tahu ayah!"
Bisa-bisa ayah salah sangka dan menyuruhku pulang..
Aku tidak mau!
.
.
.
.
Besoknya di sekolah....
Aku berjalan santai ke perpus untuk mengambil beberapa buku paket mata pelajaran.
Wushhhhh!!!!!!!!!!!
Bugh!
Aku segera memukul bola volley yang melayang ke arahku.
"fyuhhh hampir saja...."
"maaf my!!!!"
Sahut Akir yang tadi salah memukul bola ke arahku.
"iya tidak apa-apa.."
Akupun berbalik hendak lanjut ke perpus.
"aduh!"
Aku menabrak seseorang yang berdiri di depanku.
"Mau kemana?"
"kak Indra!, itu kak mau Ambil buku di perpus"
"oh.., bareng kalau begitu"
"memang kakak tidak sibuk?"
"ahh buat kamu kakak selalu ada waktu luang sayang"
"hehe makasih kak..."
Aku dan kak Indrapun ke perpus berdua.
Saat masuk kedalam perpus sedang sepi!
Ah kesempatan emas ini...
Kalau perpus ramai biasanya bakal rebutan buku, kali ini pasti aku bisa dapat lengkap!
"mau kakak bantu?"
"temani saja sudah cukup kok kak"
"ah udah ayo sini"
Kak Indra menarikku ke rak bagian belakang.
"buku kelas 10 di sini...., kamu pilih saja mana yang guru minta"
"makasih ya kak"
Aku melihat-lihat dulu dan mencari buku yang sesuai dengan kurikulum yang di ajarkan.
Saat aku sibuk memilih, tiba-tiba kak Indra membekapku dari belakang.
"hangat tidak?"
"hmm..."
Jawabku gugup.
"jad..jadi gerah kak...."
"hmm gerah ya....."
Kak Indra memegang bahuku, kemudian dia mengangkat tangannya dan mengambil buku di bagian rak paling atas.
"apa yang kau lakukan?"
Kak Rio?
"hm?, oh Rio?, ini aku bantu sepupumu ambil buku di rak atas, kasian tidak sampai dia hehehe"
Aneh......
"kak Rio sedang apa di sini?"
Tanyaku.
"aku?, aku mau mengembalikan buku yang aku pinjam"
"oh..."
"oh iya ndra, bisa kita bicara berdua?"
"hm?, oh tentulah urusan osis kah?"
Tanya kak Indra.
"iya, di belakang perpus"
"oke, sebentar ya Army"
Mereka berdua segera pergi.
.
.
.
.
****RIO POV****
"sudah cukup! Jangan sentuh Army lagi!"
Bentakku.
"kenapa memangnya?, kau lihat sendiri kan?, dia sendiri yang datang padaku"
"itu karena kau meladeninya, dengar ya ndra, aku tidak mau kau menggunakan statusmu sebagai ketua osis lagi untuk kesenanganmu saja sekarang!"
"kau iri ya?
Hah?
"hehe kau itu cuma iri Rio, aku jadi ketua osis karena banyak yang memilihku, kau saja yang kekurangan suara"
"jangan bawa-bawa osis ndra, ini masalahku denganmu"
"bukannya....., masalah kita ada kaitannya dengan pemilihan?"
"kau!!!!!!!!!!!!!!"
"jika kau menyentuhku sedikit saja...., kau mungkin akan di salahkan jika terjadi sesuatu pada sepupumu tadi"
.
.
.
.
****INDRA POV****
malamnya...
"arghhhhhhhhhh!!!!!!!!"
Aku mendorong semua buku di meja belajarku akibat emosi.
Kriiik...
"apalagi ini?!"
Ayahku dengan wajah sangarnya masuk ke kamarku.
"tidak usah ikut campur!"
"aku ayahmu!, kau ini tidak ada tata kramanya sama-sekali!"
"AYO PUKUL AKU!!!!!"
Plak!
Orang yang menyebut dirinya ayah ini....
Tanpa berpikir langsung memukulku.
Dari dulu aku memang sangat membencinya.
Tidak ada yang tahan hidup dengannya.
Bahkan ibuku juga langsung pergi meninggalkannya bersama adikku.
"ayah tidak pernah mengajarimu berteriak begitu!"
"benar... Yang ayah ajarkan padaku hanya bersifat kurang ajar saja..."
"kau ini dasar anak tak tahu malu!"
"silahkan! Pukul lagi!, pukul lagi saja!, kalau perlu sampai berbekas, biar semua orang tahu... Aku Indra! Anak pak Fian yang seorang Polisi di pukuli oleh ayahnya sendiri!"
*****
Hahhhhhhhh
Pokoknya jangan sampai lupa vote!
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomansaHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
