3 November #5 (13)

259 22 5
                                        

Rasanya begitu hangat.....

.
.
.

****ABRI POV****

Aku merasakan kehangatan di sekujur tubuhku...
Rasanya begitu nyaman.
Aku ingin membuka mata namun terasa sulit.
Aku terus mencoba hingga akhirnya aku berhasil.

Sosok wajah....
Andi?
Itu Andi...
Andi menindih tubuhku...
Matanya menatapku begitu dalam.

"Andi?, apa yang kau lakukan?"

"Aku tidak mau kau jadi milik orang lain..."
Tiba-tiba dia memajukan wajahnya hingga bibir kami saling bertemu.
Aku ingin melawan, berontak, tapi tubuhku terasa mati rasa.

Tok tok tok!

Mataku terbuka.
Syukurlah tadi itu cuma mimpi....

Tok tok tok!

"Mhh iya sebentar...."
Aku turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar lalu menuju pintu.
"Siapa?"
Tanyaku pada orang di luar.

"Andi!!!!"
Sahutnya.

Andi?!
Aku segera membuka pintu dan memang benar itu Andi.
"Hei!"
Sapanya.
"Kau pasti baru bangun pagi..."

"Mhh aku capek.... Besok aku harus tugas lagi pagi-pagi..."
Ucapku dengan malas.

"Kita jalan-jalan bagaimana?!, ini kan hari ulang tahunmu!"

"Jalan-jalan?"
Aku merasa melupakan sesuatu.
"Oh tidak! Kak Isman!"
Aku ingat kak Isman sudah mengajakku ke pantai hari ini.

"Kak Isman saha eta?!"

Lalu sebuah mobil berhenti tepat di depan kontrakanku.
Mobil berwarna merah yang sangat aku kenal!
Lalu kemudian pemiliknya keluar dari mobil dan berjalan masuk ke halamanku.
"Abri?, siapa?"
Tanya kak Isman melihat Andi.

"Temanku, baru pindah ke sini, maaf kak aku kesiangan aku mandi dulu ya!"

"Ehh ini ada apa?"
Tanya Andi.

"Saya dan Abri akan pergi ke pantai hari ini"
Kata kak Isman.

"Ah! Andi kau ikut saja!"
Kataku.
"Boleh kan kak?"

"Hmm, boleh! Makin ramai makin asik!"

"Benarkah?!, baiklah aku juga akan siap-siap!"
Andi langsung berlari kembali ke kontrakannya.

Tiba-tiba kak Isman mendorong tubuhku masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu.
"Chat saya tidak di balas...., kamu bikin saya khawatir bri..."

"Maaf kak, kemarin aku sibuk urus pajak kendaraan di kantor polisi"

"Lain kali kasih kabar ya, walaupun kita tidak pacaran tapi saya khawatir jika kamu tidak ada balasan begitu"

"Iya iya maaf, udah duduk dulu aku mau mandi"

"Ehh sebentar!"
Kak Isman menggenggam tanganku.
"Selamat ulang tahun kamu...."
Ucapnya dengan senyuman yanh manis.

Aku yang salah tingkah hanya bisa berjalan masuk ke kamar untuk mengambil handuk.

.
.
.

****FAHMI POV****

Sidrap (Sidenreng Rappang)
Merupakan salah satu kabupaten terbesar yang ada di Sulawesi Selatan.
Dan katanya Abri ada di sini, kata rekan polisi kami yang bertugas di sini.

Sejak habis Shubuh aku dan Wandi sudah memulai perjalanan dari kampung halaman kami ke sini.
Sudah masuk pukul 9 pagi, perjalanan kami lumayan cepat karena lalu lintas hari ini terbilang lancar dan tidak ada kemacetan, padahal hari libur.

Ciiit!!!
Wandi mengerem mobilnya.

"Ada apa?"
Tanyaku.

"Kita sampai, Yuli bilang kita ketemuannya di sini"
Jelas Wandi.

Tempat ketemuan?
Warung makan?
Ahh benar juga, kami berdua belum sarapan.

"Ayo turun, aku juga sudah lapar mi"
Wandi melepas sabuk pengamannya lalu turun dari mobil.

.
.
.

"Ikan bakarnya bagaimana wan?"

"Enak mi! No amis! Sambalnya juga mantap!, ayam gorengnya bagaimana?"

"Uhh dagingnya kenyal!, pantas di maps dapat bintang 5"

Bukannya lupa dengan Abri, tapi makan juga perlu ya kan?

Tiba-tiba saat kami tengah sibuk menikmati makan pagi yang agak telat, seseorang ikut duduk di meja kami.
Seorang perempuan, dengan rambut pendek, rok panjang, kemeja biru muda dan mengenakan kacamata Hitam.
"Fahmi?, Wandi?"

Aku dan Wandi segera mengangguk dengan mulut yang menuh dengan nasi.

"Ih..."

Mendengarnya kami segera minum dan membersihkan mulut kami dengan tissue.

"Saya Yuli, yang ada di grup Wa itu, ini kartu anggota milik saya"
Dia memperlihatkan KTA miliknya.
"Kalian mencari pak Abri?"

"Kau melihatnya?! Di mana dia?!"

"Fahmi sabar..."
Tegur Wandi.

"Kemarin Pak Abri habis mengurus pajak kendaraannya di kantor, tapi sebelum lanjut.... Kenapa kalian mencari pak Abri?"
Tanyanya dengan wajah serius.

"Abri teman kami dan kami ingin...."

"Dia pacarku dan aku ingin minta maaf padanya!"

*****

Hmm

Jangan lupa vote ;)

Pluviophile (Sejenak#3)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang