.
.
.
.
Sarapan pagi...
Sehabis menjalankan ibadah Shubuh dan sedikit aktivitas fisik, pukul 7 kami di arahkan ke ruang makan untuk sarapan.
Dengan membawa nampan besi berisi makanan yang sudah aku dapatkan, aku berjalan mencari kursi kosong.
"Army!!!!! Di sini!"
Seseorang memanggilku untuk duduk di sebelahnya.
Itu Yusuf!, di sana juga ada Eja!
"hei!"
Aku segera menghampiri mereka dan duduk di situ.
"bagaimana teman sekamar kalian?"
Tanyaku.
"kami berdua sekamar hehe"
Kata Yusuf.
"wah... Jadi iri...."
Ucapku.
"pffft... Apa karena kau sekamar dengan Aden?"
Kok Eja tahu?!
"ah hehe tadi aku bertemu dengan Aden sehabis Sholat, dia cerita kalau kau sekamar dengannya"
"dia cerita tentangku?"
Hmm.... Sepertinya dia tidak seburuk itu.
"iya, katanya kau orang yang menyebalkan, banyak bicara, bawel, emosian dan hampir membunuh satu teman sekamar kalian"
Sepertinya aku salah......
DIA LEBIH BURUK DARI YANG KU KIRA!
"aku tidak tahan lagi!, aku tidak bisa sekamar dengannya!!!!!!!"
"minta pindah saja"
Usul Yusuf.
"itupun kalau ada yang mau bertukar"
Sambung Eja.
"hufffff benar...., aku benar-benar tidak bisa tahan dengan dia, saling bertatapan saja kami langsung naik pitam"
"te..tenang saja Army hehe, lama-lama kau juga pasti akan terbiasa"
Benar juga...
Eja ini sudah kenal Aden dari kecil!
Pasti aku bisa dapat sesuatu dari Eja, untuk menjatuhkan Aden muehehehehehe.
"ja!, kau kan kenal Aden sejak kecil, kau pasti tahu banyak soal Aden!"
"hmm entahlah..., Aden itu orang yanh tertutup sebenarnya, di sekolah dia tidak banyak bercengkerama dengan yang lain"
Terdengar seperti Ijat :v
"tapi aku bersebelahan rumah dengan dia!"
"nah, kau pasti tahu sesuatu tentang Aden!"
"um!, aku juga penasaran dengan dia"
Kata Yusuf antusias.
"hmm... Yang aku tahu Aden itu anak kapten TNI"
"pantas sombong"
Ucapku.
"tapi dia pernah bilang kalau dia itu di adopsi saat masih kecil, ayah angkatnya juga sangat menyayanginya karena dia anak satu-satunya dalam keluarga"
Ahhhhh pantas, dia memang pastinya terlalu di manja.
"tapi...., ayah angkatnya meninggal saat dia baru masuk SMA"
Uh?
"lalu ibunya juga menyusul karena depresi, jadi seluruh harta warisan dari keluarga itu semuanya di limpahkan ke dia seorang"
"kau penggosip juga"
Ucap Yusuf.
"kan kalian yang minta..."
Kata Eja.
"lagipula aku mengatakan semua ini agar Army bisa tahu banyak soal Aden, jadi dia mungkin bisa sedikit demi sedikit tidak membenci Aden lagi"
Ohohoho tidak ja, orang berperilaku setan seperti dia tidak mungkin bisa akur denganku yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong.
"satu lagi My"
"apa?"
"Aden sangat benci kalau namanya di permainkan, jadi jangan pernah mengejeknya sampai menyebut namanya aneh atau bagaimana"
"ah... i..itu...."
Jadi itu alasan kenapa kemarin dia emosi saat aku menyinggung soal namanya.
"ku..kupikir Aden itu orang jawa, tapi logatnya terdengar asli sini"
"itu juga bukan pemberian dari ayah angkatnya, kabarnya nama itu di berikan langsung oleh ayah kandungnya"
Jelas Eja.
"kau tahu banyak ya soal Aden?"
Kata Yusuf.
"tidak juga...., aku cuma tahu semua itu juga dari ibuku, Aden sendiri juga mana mungkin mengungkapkan itu pada orang lain"
"Ja!, makasih ya, aku pasti akan sangat terbantu dengan semua informasi itu"
"sama-sama, cepat berbaikan ya, kalian juga kan teman sekamar sekarang"
"artinta 6 bulan kedepan kalian akan terus bersama hahaha"
Sambung Yusuf.
Hohoho aku akan menggunakan informasi ini dengan baik...
Tapi untuk membuatnya tunduk padaku hehehe.
.
.
.
.
Jam 12 siang.....
"akhhhh capek!!!!!!!"
Aku merebahkan diriku di bawah pohon pinggir lapangan.
"dan selama 6 bulan akan seperti ini"
Dari pagi hanya aktivitas fisik....
Lari....
Merayap....
Berguling......
Rasanya seperti ikut ninja warrior saja.
"pak, ini Army yang saya bicarakan, anak dari om Abri"
Kak Rio datang bersama seseorang yang mengenakan kaos polo kepolisian.
Nampaknya dia jauh lebih tua dari ayahku sendiri.
Aku segera bangkit dan memberi hormat.
"siap pak!"
Sahutku.
"haha tidak perlu tegang, santai saja"
Kata orang itu.
"kamu anaknya Abri kan?, bagaimana keadaan ayahmu?"
Tanyanya.
"a..ayahku?, ah! Ayahku sekarang sedang tugas di Surabaya pak!"
Jawabku.
"Army, perkenalkan, beliau pak Rahmat, mantan ketua persilatan keluarga kita dulu"
Jelas kak Rio.
*****
Jangan lupa vote :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
