Aku dan kak Indra sampai di sekolah.
Parkiran...
"jangan nakal ya, jangan genit sama orang lain"
"iya...."
"sudah tidak marah kan?"
"iya sudah..., makasih sudah di jemput"
"oke, sana balik ke gugus kamu, kamu sudah terlambat ini masuk ke gugus"
Benar juga!
"ah iya!, sekali lagi makasih kak, aku ke kelas dulu!"
Aku segera berlari ke kelas gugusku.
.
.
"maaf saya tadi ketinggalan di SMA 1!"
Kataku sembari memasuki ruangan.
Tapi....
Tidak ada guru?
Sontak seisi kelas melihat ke arahku.
"ehehe maaf maaf"
Akupun mencari bangku yang masih kosong.
"cari bangku?"
Tanya seorang siswa yang menghampiriku.
"i..iya"
"sini, ini sebelahku masih kosong"
Katanya.
Jelas kosong... Kau duduknya di depan dan tepat di hadapan meja guru.
Tapi...
Sudah tidak ada bangku lain lagi yang kosong.
Akupun meletakkan tasku di bangku itu.
"terima kasih ya"
Kataku.
"sama-sama, oh iya, kau bilang tadi ketinggalan di SMA 1 ya?"
"ehehe itu..."
"sebentar, kenalkan namaku Alan"
"Alan?, Alan Walker!"
"bukan...."
"ehe maaf, eh, ini tapi kenapa tidak ada guru yang masuk kasih materi?"
"bukan tidak ada, tapi baru saja keluar"
Hhhh berapa banyak yang sudah aku lewatkan sebenarnya?
"tapi tenang, masih ada 2 materi kok sebelum pulang"
"tetap saja..., aku juga sudah ketinggalan"
"jangan cemberut dong, eh namamu siapa?"
Oh iya, aku belum memperkenalkan diri.
"maaf, namaku Army"
"Army?, orang tuamu pasti menyukai Bi Ti Es"
"hahaha, malah paling duluan menghujat"
Lalu guru pemateri keduapun masuk.
Akhirnya!
.
.
.
.
Jam istirahat....
Aku dan Alan hanya berjalan berkeliling sekolah ini, sekalian mau mengenal lingkungannya.
"jadi kau pindahan dari Sidrap ya?"
"iya, tapi ayahku lahir dan lulus SMA di sini juga"
"hmm, aku ini sebenarnya keturunan Sunda"
Jawa?!
"ahh, Jawa barat ya?"
"ya"
Sebenarnya aku agak risih jalan berdua dengan Alan begini...
Soalnya aku cuma sampai dadanya saja :')
Ayah kenapa aku pendek?
Bugh...
"aduh..."
Aku terjatuh karena menabrak seseorang.
"ma...maaf, maaf"
"apa maaf?!, dasar anak kelas 10 bau kencur!"
Dia yang ku tabrak ini seorang kakak kelas. Dengan kasar menarikku dan menatapku dengan tatapan marah.
Sok senior...
"lepaskan temanku"
Ucap Alan dengan wajah datar.
"apa?, kau berani macam-macam dengan seniormu?, aku ini sudah kelas tiga dan orang tuakuUGHHHH"
Weh?
Tanpa sadar tangan Alan sudah mengepal dan kakel sok jago tadi sudah meringis.
Apa ini....
Indra ke enam?! :v
"ka...kau...."
"pergi...."
Ucap Alan.
"cih!, aku akan menandaimu!"
Diapun berlari menjauh.
"nah, sudah aman"
Kata Alan tersenyum padaku.
Apa ini?
"eh... Kau tadi kesurupan apa?"
"ahaha bukan apa-apa, ayo kita kembali saja ke ruangan"
Tapi aku masih belum mengerti yang barusan itu.
.
.
.
Saat di kelas...
Aku hanya memperhatikan Alan.
Dia....
Dia hanya sibuk menulis...
Eh?!
Bukan di buku...
TAPI DI MEJA!!!!!!!!!!
"ehh... Lan, ki..kita baru beberapa jam sekolah di sini"
"tidak apa, ini sebagai penanda saja kalau meja ini pernah aku duduki"
Eh.........
"selesai!"
"apa yang kau tulis?"
Aku mencoba melihat tulisan yang dia tulis di meja itu.
"A....La....Na......, Alana?, nama lengkapmu?"
"M. Alana Adiwiratama"
Aku tersenyum...
"Aku.... Muh.Army Syam Abri"
"Abri?"
"nama ayahku hehe"
"ayahmu bikin penasaran my"
"penasaran?, kenapa?"
"iya, penasaran aku, seperti apa orangnya sampai bisa memiliki anak sepertimu"
Memang aku kenapa?!
.
.
.
****ABRI POV****
Aku hanya diam di dapur...
Aku terus berpikir...
Anakku hari ini adalah hari pertamanya di SMA.
Kira-kira apakah akan seindah masa SMA ku juga?
"kenapa yank?"
Fahmi datang dan memelukku.
"Army..."
"udah, tidak perlu di pikir"
"aku khawatir my, Army itu tidak tahu apa-apa di sana"
"sudah sudah, nanti Army kalau sudah pulang kan bisa kau telpon"
"hm.. Iya..."
"ke kamar?"
"lagi masak!, lagian tadi malam sudah, paginya juga minta nambah"
****FAHMI POV****
muehehehehehehe
Minyak Arab memang luar biasa!
Ada untungnya Army pergi dari sini.
Jadinya aku bisa menemani Abri tiap waktu hehe.
*****
Jangan lupa vote :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile (Sejenak#3)
RomanceHubungan yang kandas akibat kesalahpahaman. Dapatkah kembali bersemi? Hujan... sampaikanlah Isi Hatiku padanya.
