Ucapannya itu membuatku tidak bisa berkata-kata. Meskipun kata-kata Tuan Muda Kelima sangat tidak enak didengar, bagaimanapun juga dia telah menyelamatkanku. Aku berterima kasih padanya, "Terima kasih telah menyelamatkanku hari itu."
Tuan Muda Kelima berkata dengan dingin, "Jangan berterima kasih padaku, orang yang ingin menyelamatkanmu adalah Candra, aku hanya mengeluarkan tenaga. Tapi lain kali, kamu sendiri yang melarikan diri saja. Aku tidak ingin terus membantu orang lain membuat gaun pernikahan."
Wajah tampan Tuan Muda Kelima terlihat murung, dia langsung masuk ke kamar tidur. Sementara aku tercengang, apakah benar Candra yang ingin menyelamatkanku?
Apakah dia yang menghubungi Tuan Muda Kelima?
Namun, kenapa Candra ingin menyelamatkanku? Bukankah dia sangat membenciku?
Aku berdiri di sana dalam keadaan linglung, aku kebingungan dan tidak mengerti situasi apa yang sedang terjadi.
Tuan Muda Kelima mandi, lalu berganti pakaian bersih dan hendak pergi, aku kembali menghentikannya, "Tuan Muda Kelima?"
Tuan Muda Kelima memberiku pandangan acuh tak acuh, "Ada apa?"
"Sungguh, apakah Candra yang memintamu untuk menyelamatkanku?"
Tuan Muda Kelima menatapku, "Kalau tidak, siapa yang akan begitu bodoh, rela memberiku keuntungan 20%, hanya untuk menyelamatkan mantan istrinya."
Seketika, aku langsung tercengang.
Ternyata benar Candra yang meminta Tuan Muda Kelima menyelamatkanku dan karena ini, dia juga memberikan 20% keuntungan kepada Tuan Muda Kelima. Apa yang sebenarnya dia pikirkan?
Aku berdiri sambil tertegun di sana, sampai Tuan Muda Kelima membuka pintu dan keluar. Aku ditinggalkan di apartemen itu lagi.
Aku merasa semuanya ini sangat aneh, mengapa Candra melakukan ini?
Aku merasa seperti baru saja bermimpi dan aku tidak bisa membedakan antara kenyataan dan mimpi. Masalah ini terlalu aneh, bukan?
Saat aku meninggalkan apartemen Tuan Muda Kelima, aku masih bingung. Akan tetapi ponselku berdering dan suara seorang gadis yang seperti lonceng perak masuk ke telingaku, "Kak Clara, besok adalah hari ulang tahunku, apa kuenya bisa dibuat?"
Orang yang menelepon adalah Gracia.
"Ya, tidak masalah. Kakak akan mengantarkannya padamu besok pagi."
"Bagus sekali," ucap Gracia dengan senang.
Setelah menutup telepon, aku pergi ke toko dengan tergesa-gesa. Jika kue itu dibuat terlalu awal, maka akan tidak segar. Hari ini aku hanya bisa menyiapkan bahan-bahannya. Aku menelepon Cindy dan memberitahukannya malam ini aku akan tidur di toko. Besok jam tiga pagi, aku harus bangun untuk membuat kue.
Cindy berkata , "Kamu sudah gila, kenapa sangat awal?"
"Tidak ada cara lain, pelanggan kecil ini adalah adik yang paling aku sayangi. Tidak apa-apa kurang tidur untuknya."
Waktu berlalu begitu cepat, aku baru menutup mataku sebentar, waktu sudah jam tiga pagi. Aku bangun dan mulai menyiapkan kue untuk Gracia dengan saksama.
Karakter di kuenya harus sangat mirip. Butuh beberapa jam untuk membuatnya dan aku tidak tahu berapa kali aku mengulanginya. Akhirnya aku merasa bahwa kue kecil di depanku itu sangat mirip dengan bintang bermata besar yang disukai Gracia, aku baru menghela napas lega.
Aku berangkat sambil membawa kue dan hadiah untuk Gracia.
Area vila tempat tinggal Keluarga Halim masih sama seperti dulu. Tiga tahun lalu, aku sudah sering ke sana dan aku menemukan kediamannya dengan sangat cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kelembutan yang Asing
RomanceSuamiku berselingkuh, empat tahun kemudian aku baru mengetahui semua kebahagiaan ini hanyalah omong kosong belaka. Saat darurat, suamiku melindungi wanita itu dan anaknya. Sementara aku dijebloskan ke dalam penjara. Dua tahun kemudian, aku yang tida...
