##Bab 136 Cadangan

619 86 9
                                        

Candra masih datang menjemputku. Akan tetapi, saat itu aku sudah kembali ke apartemen Jasmine. Aku dan Denis makan malam bersama Jasmine.

Mobil Candra menunggu di bawah. Aku membawa Denis ke bawah. Ekspresi Candra penuh dengan rasa bersalah, "Maaf, aku membuatmu menunggu lama."

Aku berkata, "Tidak apa-apa."

Bagaimanapun Julia adalah putrinya, sudah seharusnya dia pergi mengunjungi putrinya. Sementara, Julia masih sangat muda dan manja, sudah menjadi sifat manusia untuk tidak membiarkan Candra pergi.

Candra menatapku dan tidak mengatakan apa-apa.

Kami kembali ke vila. Candra menemani Denis bermain di ruang tamu. Sedangkan aku pergi ke ruang belajar, lalu menyalakan komputer untuk menulis naskah.

Saat malam hari, Candra memelukku, dia membenamkan kepalanya di leherku dan berkata dengan sangat bersalah, "Yuwita, jangan salahkan aku, ya?"

Aku tahu apa yang dia bicarakan, jadi aku mengulurkan tangan untuk membelai rambut hitam di belakang kepalanya dan mencium sudut mulutnya, "Bolehkah kita tidak mengungkitnya lagi?"

Julia adalah pembicaraan yang tabu di antara kami. Jelas-jelas kami tahu tidak bisa tidak menghadapinya, tapi kami berusaha keras untuk tidak membicarakannya di depan satu sama lain.

Dalam sekejap mata, setengah bulan berlalu. Perayaan ulang tahun PT. Sinar Muda pun dimulai. Aku tidak ingin berpartisipasi, karena Tuan Muda Kelima dan Stella pasti akan hadir di perayaan itu. Aku tidak ingin melihat salah satu dari mereka. Karena keduanya akan membuatku kesal.

Namun, Candra memintaku untuk menemaninya hadir. Dia berkata setelah rujuk kembali, ini adalah pertama kalinya kami tampil bersama di depan umum. Jadi, acara itu sangat penting.

Pada hari itu, aku mengenakan gaun dan sepatu yang dipilih secara pribadi oleh Candra. Rambutku ditata dengan saksama dan perhiasan yang aku kenakan juga dipilih dengan cermat olehnya.

Kami muncul di upacara sambil bergandengan tangan. Ada banyak orang bertepuk tangan, ada juga beberapa orang yang berbisik, "Lihat, wanita inilah yang merusak pernikahan antara bos dan istrinya. Direktur Stella benar-benar menyedihkan, suami dirampok oleh wanita."

Stella memegang 10% saham PT. Sinar Muda, jadi sekarang orang-orang ini memanggilnya Direktur Stella.

"Ya, aku dengar saat wanita ini masih remaja, dia sudah menggoda bos. Setelah menikah dengan bos, dia tidak melahirkan anak selama beberapa tahun. Dia juga mengemudikan mobil untuk menabrak Direktur Stella dan Nona Julia. Kemudian, dia di penjara ...."

Aku mengerutkan kening dan hatiku merasa tertekan. Benar saja. Dalam hidup ini, walaupun kamu tidak bersalah, pasti akan ada banyak orang yang tidak bisa bergaul denganmu.

Tidak tahu apakah Candra mendengar gosip ini. Dia tersenyum tipis seperti biasa, dengan wajah yang cerah. Bahkan dalam perayaan perusahaan, ada banyak gadis kecil yang mengikutinya.

Aku melihat Stella berdiri di tengah-tengah wanita cantik dan berpakaian mewah. Dia memegang cangkir, menyunggingkan bibirnya dan tersenyum penuh minat.

Tuan Muda Kelima juga datang. Dia masih memesona dan tampan. Ke mana pun dia pergi, dia bisa membuat gadis-gadis kecil berteriak histeris.

Tuan Muda Kelima menatapku dengan acuh tak acuh. Senyum muncul di bibirnya, lalu dia berbalik seolah-olah dia tidak melihatku dan berdenting gelas dengan gadis kecil yang datang menyapanya.

Candra mengucapkan pidato pembukaan, kemudian pemegang saham berbicara secara bergantian. Setelah itu, musik dansa dimainkan. Tarian pembuka secara alami dibawakan oleh Candra. Baru kemudian dia berbicara dengan penuh emosi sambil memegang mikrofon di tangannya, "Semuanya, sekarang izinkan aku perkenalkan istriku terlebih dulu."

Kelembutan yang AsingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang