09. Jangan deketin adek gue!!

991 101 7
                                        


.
.
.
.
.
Jion terpaksa izin kuliah karena Hoshi sama sekali tidak mau ditinggal, pemuda itu tidak dalam kondisi little tapi tidak mengizinkan Jion pergi dari kamarnya.

Jion sendiri sedikit bingung, namun tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini. Prioritasnya tentu saja sang adik, dia bisa saja titip absen pada Nafian yang seharian ini memiliki kelas yang sama dengannya.

"Kamu kenapa?" Hoshi menggeleng, sikap Hoshi seolah tidak peduli pada sekitar, tapi beberapa kali pemuda mungil itu melihat ke arah pintu, seolah takut ada seseorang yang akan masuk ke kamar nya.

"Hoshi, abang disini lo, tapi dari tadi kamu ngeliatin pintu aja." Hoshi menunduk, namun tidak juga menjawab ucapan sang kakak.

"Ada apa? Gak mau cerita ke abang? Kenapa kamu gak mau keluar kamar lagi?" Hoshi hanya menggeleng.

"Takut." Jion menghela nafas panjang, gumaman Hoshi membuat dia paham jika Hoshi pasti melihat atau bertemu seseorang yang belum pernah dia lihat.

"Abang keluar ya?" Hoshi langsung menggeleng heboh, kedua matanya bahkan berkaca-kaca.

"JANGAN!! GAK BOLEH!!" Jion yang mendengar pekikan Hoshi langsung membawa tubuh mungil sang adik kedalam pelukannya.

"Iya iya abang gak keluar, abang disini sama adek." Hoshi membalas pelukan Jion erat.

"Mau nonton masha?" Hoshi menggeleng dan tetap menyembunyikan wajahnya di pundak Jion.

Jiwa Kavi sendiri tidak mengerti apa yang sedang dia rasakan, yang dia tau sejak bangun tidur tadi dia ketakutan hingga harus membuat Jion berdiam di kamarnya.

Kavi memang penakut, tapi rasa takut ini berbeda. Rada takut ini lebih ke gelisah hingga rasanya dia mual, ingin menangis tapi tidak ada air mata yang keluar, ingin menjerit tapi tidak bisa, semua berkumpul menjadi satu di dadanya dan tercekat di tenggorokannya.

Kavi pernah merasakan hal ini, dulu. Di kehidupan lalu nya sebagai Kavi, rasa ini adalah rasa yang dia rasakan setiap sang papa memintanya datang ke ruang kerja.

"Abang jangan pergi, disini aja, temenin aku."

*****

"Bang, Hoshi masih demam?" Jion mengangguk saat tau jika Riku masuk ke kamar Hoshi.

"Kenapa bisa demam? Seinget gue semalem Hoshi masih ketawa karena liat beruang bego itu." Jion mengedikan bahunya.

"Kata dokter Nathan kemungkinan Hoshi baru saja melihat atau bertemu dengan orang yang membuat dia takut, apa semalam Hoshi keluar dari kamar ya?" Riku menatap lekat pada Jion.

"Kita periksa cctv aja bang, kalau memang iya Hoshi keluar tadi malem, bisa jadi dia takut karena ketemu salah satu bodyguard yang lagi jaga malam." Jion setuju dengan ucapan Riku kali ini, dia akan melihat rekaman cctv semalam nanti.

"Biar gue yang jagain Hoshi bang, lo makan dulu sana. Tadi mama bawain semur ayam, Hoshi gak bakal bisa habisin sendiri nanti." Jion mengangguk dan terpaksa meninggalkan Hoshi dengan Riku.

Bukan Jion tidak percaya pada Riku soal menjaga Hoshi, namun mengingat Hoshi tidak ingin dia pergi membuat Jion sedikit takut Hoshi akan histeris saat jika terbangun dan tidak menemukan Jion.

"Ya udah gue makan dulu, kalau ada apa-apa langsung panggil gue." Riku hanya mengangguk.

"Udah sana bang, gue jamin Hoshi gak bakal bangun kalau itu yang lo takutin."

Jion segera turun agar bisa makan dengan cepat, meskipun sebenarnya Jion bisa saja meminta maid membawakan makanan ke kamar Hoshi, namun Jion tidak melakukan itu.

Little HoshiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang