.
.
.
.
.
Datang nya Keenan ke mansion Gaillard jelas mengejutkan Jion dan Riku, karena sejak kejadian itu Keenan sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan datang kecuali Kavi sudah memberinya restu.
Namun kali ini dia datang bersama Nafian dan Nyzan, hingga membuat siapa pun yang ada di mansion Gaillard menatap bingung.
"Hoshiii..." Pekikan bahagia Nyzan membuat mereka semua tersadar dari lamunan mereka saat menatap Keenan.
"Kak Zan kenapa?" Nyzan menggeleng dan memeluk Hoshi erat.
"Kak Zan aku gak bisa nafas."
Plak
"Lo meluknya kekencengan Nyzan!" Irvin memukul pundak Nyzan hingga Nyzan melepaskan pelukannya pada Hoshi.
"Lo kenapa deh Zan?" Nyzan tersenyum menatap sahabat-sahabat nya.
"Kalian harus tau kalau Kavi ngeretuin bang Keenan!!" Ucapan Nyzan jelas mengejutkan Jion, Riku, Nadhif dan Irvin, tapi tidak dengan Hoshi karena dia sudah tau lebih dulu dari kakak baiknya.
"APA?!"
"INI BENERAN KAN?"
"KAK KAVI KASIH RESTUNYA?"
Nyzan mengangguk, namun kali ini di dukung oleh Nafian.
"Kavi tadi ngajakin bang Keenan balapan, tapi sebelum finish Kavi berhenti dan biarin bang Keenan menang." Nyzan bercerita penuh antusias.
"Sesuai janji nya Kavi, kalau bang Keenan menang bang Keenan boleh pacaran sama Hoshi." Jion yang mendengar hal itu langsung menatap Keenan lekat.
"Bener bang?" Keenan mengangguk.
"Iya, dan sesuai janji gue gue bakal pastiin Hoshi aman di keluarga gue. Lo gak perlu khawatir lagi Ji, Liam di hukum sama papa dan dikirim ke Prancis, dia akan hidup disana dalam waktu lama dan sampai dia sadar juga berubah lebih baik."
*****
"Hoshi." Hoshi menatap Keenan yang kini duduk di sebelahnya.
"Abang gak papa? Gak di pukul lagi sama kakak kan?" Keenan menggeleng.
"Gak, Kavi gak pernah mukul tanpa alasan jelas, jadi selama aku gak nyakitin kamu aku gak akan kena pukul." Hoshi merengut sebal.
"Maafin aku ya bang." Keenan mengernyit saat mendengar Kavi mengucap maaf.
"Kenapa kamu minta maaf?"
"Gara-gara aku, bang Keenan pasti jadi jauh sama Liam." Keenan menggeleng saat melihat Hoshi menunduk.
"Bukan salah kamu, di keluarga abang siapapun yang bersalah akan di hukum, hukuman Liam termasuk ringan karena papa cuma kirim dia buat ngelanjutin pendidikan di perancis, tanpa ada hukuman fisik."
"Liam memang perlu di hukum agar dia tau rasa iri yang dia miliki itu gak baik, dan lagi nanti setelah dia balik ke sini, dia gak akan berani macam-macam sama kamu lagi." Hoshi hanya terdiam mendengarkan Keenan berbicara.
"Harusnya justru abang yang minta maaf ke kamu sama Kavi." Hoshi mengerjap.
"Kenapa?"
"Karena Liam, kamu harus punya trauma dan harus rela pisah dari Kavi selama sepuluh tahun. Pasti berat kan?" Hoshi menunduk dan mengangguk kecil.
"Aku selalu takut buat keluar dari rumah, takut kalau ternyata aku akan mengalami hal yang sama lagi. Aku udah kehilangan kak Kavi saat itu, jadi aku gak mau kehilangan lagi. Aku takut setiap kali Ochi bangun dan aku gak akan ingat apapun, aku takut kalau ternyata Ochi justru merepotkan semua orang."
"Tapi bang Jion, mama, papa sama Riku selalu bilang kalau Ochi gak pernah merepotkan mereka. Tapi sekarang semua udah baik-baik aja bang, kak Kavi udah pulang, trauma ku juga gak kambuh sesering dulu." Keenan tersenyum dan mengelus kepala Hoshi lembut.
"Kamu gak perlu khawatir semua itu kalau sama abang Hoshi, abang akan nerima semua yang ada di diri kamu, termasuk Ochi." Hoshi akhirnya tersenyum manis saat mendengar ucapan Keenan.
"Makasih ya bang Keenan, tapi maaf aku belum sempat belajar gimana caranya pacaran sama kak Nadhif, tapi nanti aku tanya deh." Keenan di buat tertawa oleh kepolosan Hoshi.
"Gak perlu tanya juga gak papa, cukup kamu jadi diri kamu sendiri aja, biar abang yang usaha semuanya."
*****
"Akhirnya aku bisa tenang Dhif." Nadhif tersenyum saat Jion memeluknya.
"Iya, Kavi udah kasih restunya buat Keenan. Hoshi gak perlu murung lagi sekarang." Jion mengangguk.
Cup
Cup
Cup
Nadhif tertawa geli saat Jion mengecup pipinya beberapa kali.
"Pipi kamu makin embul Dhif, gemes." Nadhif menutupi pipinya yang sekarang pasti sudah berwarna merah.
"Jangan bikin aku malu Jion." Jion terkekeh dan kembali mendekap tubuh ramping Nadhif.
"Dhif, setelah lulus nikah yuk." Nadhif mengerjap karena terkejut. Ucapan Jion sangat tiba-tiba dan itu mengejutkan bagi Nadhif.
"K-kamu ngelamar aku?" Jion mengangguk kecil.
"Simulasi dulu, nanti kalau udah selesai sidang skripsi aku bakal lamar kamu ke orang tua kamu." Nadhif memilih menyembunyikan wajahnya di pundak Jion.
"Masih lama Narel, kamu mikirnya kejauhan." Jion tertawa saat Nadhif memukul pelan pundaknya.
"Ya supaya kamu tau, kalau aku serius sama kamu."
*****
"Keputusan kamu udah bener Kav, gak usahlah murung kayak gitu." Leo menepuk pundak Kavi beberapa kali saat sahabatnya itu hanya diam di apartemen nya.
"Oh iya, opa Hen bilang kalau Bian mulai belajar soal perusahaan sekarang." Kavi mengangguk.
"Bagus deh, ternyata capek ngurus dua perusahaan sekaligus." Leo tertawa mendengar keluhan Kavi.
"Ya salah lo sendiri, kenapa mau aja ambil alih perusahaan Alland?" Kavi menghela nafas panjang.
"Kalah mau papa di hukum berarti aku harus bisa ambil resiko, dan ini resiko nya kalau aku menjarain ceo sementara perusahaan Alland." Leo tertawa pelan, begitu juga Rico yang baru saja bergabung bersama mereka.
"Oh iya berkas-berkas lo buat kuliah disini udah lengkap, lo tinggal masuk aja pas semester baru bulan depan."
"Bokap lo juga udah daftarin Hoshi buat masuk ke fakultas bisnis, kata om Endaru itu permintaan Hoshi." Kavi mengangguk.
"Ya mau gimana pun Hoshi, darah Gaillard ada di tubuhnya, dia akan tetap terjun ke bisnis meskipun dia ambil jurusan lain." Leo dan Rico mengangguk setuju.
"Sama kayak lo ini kan? Lihat lo anak teknik tapi jadi ceo di perusahaan lo sendiri." Rico mencibir Kavi, namun Kavi tau jika sahabatnya itu hanya bercanda.
"Oh iya Kav, lo juga harus bilang soal VTN group ke keluarga Gaillard, dengan gitu perusahaan lo bisa lebih kokoh." Kavi hanya mengangguk acuh.
"Kerja sama antara VTN group sama Gaillard company udah di setujui kan? Jadi gak perlu kasih tau mereka soal itu, mereka akan tau sendiri bulan depan saat pertemuan pertama kita dengan mereka." Rico dan Leo menghela nafas panjang.
"Terserah lo aja deh Kav, bos mah bebas."
*****
Tbc
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hoshi
FanfictionKavi Aland Daran, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun harus meregang nyawa karena kecelakaan saat sedang melakukan balap liar. Namun bukannya beristirahat dengan tenang, Kavi justru terbangun di tubuh seorang remaja berusia tujuh belas tahun...
