.
.
.
.
.
Keenan menghela nafas panjang saat akan menjemput Hoshi di rumah nya, padahal semalam Keenan sangat bersemangat saat Jion mengijinkannya mengajak Hoshi jalan-jalan.
Keenan menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, memeriksa dan memastikan jika penampilannya hari ini tidak membuat Hoshi tidak nyaman.
Keenan bahkan rela meninggalkan jaket kulit hitam ya setiap kali akan bertemu Hoshi, karena Keenan tau si mungil itu masih takut jika bertemu orang berbaju hitam.
"Mau kenapa?" Keenan menghela nafas kasar saat melihat sang ibu sudah ada di depan pintu kamar nya.
"Mau ke rumah Jion ma." Sang mama tersenyum jahil mendengar jawaban Jion.
"Mau ketemu Jion atau ketemu adik nya yang lucu itu?" Keenan menghela nafas lagi, sejak dia menceritakan semua tentang Hoshi, mama nya selalu saja menggodanya, apa lagi saat tau jika dia menyukai Hoshi.
"Iya iya, Keenan mau ketemu Hoshi, mau ngajakin Hoshi jalan-jalan." Keena bisa melihat mamanya tersenyum.
"Kapan kamu mau ngajakin dia main kesini? Mama iri tau sama mama nya kembar, masa mama nya kembar udah ketemu sama Hoshi. Mana katanya Hoshi lucu, imut, gemesin, mama juga mau ketemu." Keenan mengangguk paham.
"Nanti deh ma, kalau Keenan udah bisa bikin nyaman Hoshi. Selama ini Hoshi masih keliatan takut sama Keenan." Sang mama menghela nafas panjang.
"Ya maka nya kamu jangan pasang wajah serem, yang ramah dikit!"
******
"Duh, kamu mau kemana sih?" Hoshi menatap lekat pada Riku yang sibuk memilihkan pakaian untuknya.
"Gak tau, bang Keenan cuma bilang mau jalan-jalan, bang Jion juga bilang gitu." Riku menggelengkan kepalanya pelan.
"Ya jalan nya kemana? Mau pakai ini aja?" Riku menunjukan celana jeans, dengan kaus berkerah dengan motif garis hijau putih.
"Itu pendek Riku!" Riku tertawa.
"Iya tau, tapi ini gak pernah kamu pakai, padahal dulu Sakil beliin ini buat kamu." Hoshi merengut dan akhirnya mengangguk.
"Iya udah, pakai itu. Jangan di kasih jaket, panas!" Riku mengangguk, sepertinya dia harus segera mengirim pesan pada Keenan untuk membawa jaket nanti.
"Ya udah sana kamu mandi terus ganti baju, aku tungguin di bawah." Hoshi hanya berdehem dan segera masuk ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama Hoshi!" Setelah mengatakan itu Riku keluar dari kamar Hoshi, tentu saja setelah meletakan pakaian yang di pilihnya di kasur.
Sedangkan di kamar mandi, Hoshi masih diam menatap pantulan dirinya di cermin.
"Kangen kak Kavi, kenapa kak Kavi gak pulang-pulang?" Hoshi bergumam pelan, memang sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan kakak baik nya itu.
"Kak Kavi cepet pulang, aku pingin peluk."
*****
"Hoshi kok pakai baju itu?" Hoshi merengut saat Keenan menanyakan pakaiannya.
"Riku yang suruh, udah di bilang pendek masih aja suruh pakai." Keenan tertawa mendengar gerutuan Hoshi.
"Mau di kasih jaket aja? Aku bawa jaket." Hoshi menggeleng.
"Panas bang, lihat tuh mataharinya ada dua." Keenan di buat tidak bisa berhenti tertawa saat Hoshi mengatakan hal itu.
"Mataharinya satu Hoshi, tapi yang mantulin banyak jadi panas." Hoshi mengangguk setuju saat Keenan mengatakan hal itu.
"Bang Keenan, kita mau kemana? Kata bang Jion sama mama gak boleh pulang malem-malem nanti papa sama mama mau ke bandara." Keenan mengangguk, dia sudah tau hal itu karena Jion sudah memberitahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hoshi
FanfictionKavi Aland Daran, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun harus meregang nyawa karena kecelakaan saat sedang melakukan balap liar. Namun bukannya beristirahat dengan tenang, Kavi justru terbangun di tubuh seorang remaja berusia tujuh belas tahun...
