.
.
.
.
.
"Kakak baik..."
"Mau kakak baik..."
"Abang..."
"Kakak baik mana..."
"Mau kakak baik..."
"Riku... Abang..."
Gumaman pelan diiringi isak tangis membuat Riku dengan cepat mencoba menghubungi nomor Kavi, namun kembali tidak ada jawaban.
Jion sendiri sedang mencoba menenangkan Ochi yang terus menangis sejak terbangun, si mungil itu tengah demam saat ini, dan yang dia cari hanya kakak baiknya.
"Abang bohong... Kakak baik ndak pulang...bohong." Jion mengangguk dan mengeratkan gendongannya pada Ochi.
"Maafin abang nya, nanti abang jemput beneran kak Kavi nya." Jion rasanya ingin menangis dan marah saat Ochi sakit, tapi ini juga karena kesalahannya.
"Bang, gue udah hubungi dokter Mark." Jion mengangguk kecil.
"Thanks Rik."
Jion kembali fokus pada Ochi yang masih terisak di gendongannya, menepuk pelan agar sang adik kembali terlelap.
"Sakit abang." Jion melirik sekilas sebelum beralih mengelus kepala Ochi.
"Kepala sakit... Muter muter rasa... Abang..."
"Abang pijitin ya, tapi adek gak boleh nangis lagi, kalau nangis kepalanya makin sakit." Ochi hanya mengangguk kecil.
"Kangen kakak baik abang..."
"Kakak baik marah marah Ochi..."
"Kakak baik ndak mau pulang..."
"Ochi mau say sorry... Ochi maaf maaf buat kakak baik marah marah..." Jion hanya mengangguk.
"Iya makanya Ochi harus sembuh, biar bisa say sorry ke kakak baik ya." Ochi kembali mengangguk.
"Bobok lagi ya, nanti dokter Mark datang buat periksa Ochi, biar Ochi cepet sembuh."
*****
Nadhif dan Nyzan datang ke mansion Gaillard pagi-pagi sekali, setelah mendapat kabar jika Ochi demam.
Kondisinya tidak membaik sejak semalam, justru demam nya semakin tinggi meskipun sudah diberi obat. Ochi masih merancau mencari kakak baik nya, dan itu membuat Nyzan akhirnya memilih mengirim pesan pada Kavi, meminta pemuda itu agar pulang untuk Ochi.
Selama ini Nyzan jarang mengirim pesan pada Kavi, namun bisa dipastikan jika pesan nya pasti selalu di baca meskipun jarang mendapat balasan.
"Lo istirahat aja Ji, biar gue yang jaga Ochi." Jion menatap Nyzan yang baru saja masuk ke kamar Ochi.
"Ada kak Nadhif di bawah, kita bawain sarapan." Jion menatap sekilas kearah Ochi yang baru saja bisa tidur lelap dan mengangguk.
"Makasih Zan, kalau gitu gue kebawah ya." Nyzan mengangguk kecil.
"Oh Ji, kalau lo nyari Riku, Riku lagi jemput Irvin." Jion mengangguk kecil.
Setelah Jion benar-benar keluar dari kamar Ochi, Nyzan duduk di pinggir ranjang Ochi, menatap lekat pada Ochi yang memeluk boneka capybara yang dia tau itu adalah pemberian Kavi.
"Kamu kangen banget sama kak Kavi ya? Nanti kak Kavi pulang kok, kalau gak pulang Ijan yang akan jemput dan seret dia buat pulang." Nyzan bergumam pelan sambil mengelus kepala Ochi saat si mungil itu mengernyit.
"Tidur dulu ya, nanti kalau bangun udah ada kak Kavi nya."
*****
Sesuai ucapan Nyzan, Kavi pulang ke mansion setelah mendapat kabar jika Ochi sakit, bahkan pemuda itu datang sebelum Riku dan Irvin sampai di mansion.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hoshi
FanfictionKavi Aland Daran, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun harus meregang nyawa karena kecelakaan saat sedang melakukan balap liar. Namun bukannya beristirahat dengan tenang, Kavi justru terbangun di tubuh seorang remaja berusia tujuh belas tahun...
