99. Keluarga Gaillard

507 45 2
                                        


.
.
.
.
.
Keluarga Gaillard pernah berada dalam sebuah kesedihan karena terancam tidak memiliki keturunan, menantu kesayangan mereka sudah beberapa kali keguguran dalam rentan waktu lima tahun pernikahan mereka.

Hana sering menangis saat malam hari karena belum juga bisa memberikan cucu seperti yang diinginkan mertuanya, padahal dulu saat dia memeriksakan rahimnya semua sehat, namun entah kenapa setiap kali hamil selalu keguguran.

Hingga Hana mengutarakan keinginannya untuk melakukan bayi tabung, meskipun kesempatannya kecil.

Keluarga Gaillard sebenarnya tidak setuju, namun melihat wajah murung istri dan menantu kesayangan mereka, akhirnya mereka mengizinkan.

Usaha yang Hana dan Endaru lakukan demi mendapat keturunan seperti sangat sulit, beberapa kali proses bayi tabung yang mereka lakukan berakhir gagal.

Hingga di tahun kelima, saat keduanya sudah pasrah dan menyerah, tuhan memberikan mereka jalan, dua embrio yang di tanam pada rahim Hana berkembang dengan baik.

Kehamilan yang sangat ditunggu-tunggu itu membuat Hana dan Endaru sangat bahagia, Hana sangat di jaga ketat, tidak boleh melakukan pekerjaan apapun agar kandungannya tetap sehat dan aman, terlebih Hana mengandung anak kembar.

Setelah lima tahun berusaha menjalani program bayi tabung akhirnya mereka berhasil, sedangkan untuk dua embrio yang tidak di gunakan, Hana dan Endaru sepakat untuk membekukannya, mungkin suatu saat mereka ingin menambah momongan.

Kelahiran dua bayi laki-laki calon pewaris Gaillard jelas di sambut suka dan bahagia, dua bayi tampan itu menjadi pusat perhatian mereka.

"Lihat-lihat mereka lucu." Sandria gemas sendiri saat melihat kedua cucu nya dari kaca ruang bayi.

"Iya mereka lucu, dan akan tumbuh menjadi cucu kesayangan kita." Sandria tersenyum dan mengangguk saat mendengar ucapan sang suami.

"Iya mereka akan jadi kesayangan kita, sayang sekali kita belum bisa menggendong mereka." Rama merangkul pundak istrinya.

"Sabar sayang, nanti kita bisa menggendong mereka sepuasnya."

Sedangkan di ruangan lain sepasang suami istri sedang berdebat, sang suami menyalahkan sang istri karena bayi yang mereka lahirkan meninggal dunia.

"Kamu ini gimana? Harusnya kamu langsung bilang kalau kamu ngerasain sakit sebelumnya, kenapa baru bilang tadi, lihat sekarang bayi kita gak bisa selamat, semua itu karena kamu!!" Hatta berteriak marah pada istrinya yang baru saja melahirkan.

"Aku udah bilang ke kamu dua hari lalu pa, tapi kamu cuek, kamu lebih milih kerjaan mu itu, kenapa sekarang jadi semua salah ku?!" Hatta mendengus sebal.

"Papa gak akan kasih warisan ke kita kalau kita gak punya anak laki-laki, siniin bayi nya!" Hatta merebut bayi laki-laki yang sudah meninggal itu dari tangan sang istri.

"Mau kamu bawa kemana bayi kita pa?!" Hatta mengabaikan teriakan sang istri, tujuannya sekarang adalah menyelamatkan harta warisan keluarga nya agar tetap berada di tangannya.

Hatta pergi ke ruang bayi, memakai masker dan topi sebelum akhirnya masuk kesana, entah secara kebetulan atau apa karena tidak ada seorang perawat pun yang berjaga disana. Hatta memperhatikan tanggal kelahiran bayi-bayi yang ada disana, hingga netranya menatap papan nama dimana dua bayi yang sepertinya kembar berada, di lihat dari tanggal lahir dan jenis kelaminnya, tidak akan ada yang tahu jika bayi itu di tukar.

"Keluarga Gaillard, maaf tapi bayi kalian akan menyelamatkan harta warisan ku, jadi aku minta maaf." Hatta segera menukar bayi nya yang sudah meninggal dengan bayi keluarga Gaillard.

Little HoshiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang