59. Fitnah

454 79 10
                                        


.
.
.
.
.
Jion menatap kedua orang tuanya yang berdiri dan menatap tidak percaya pada Jion, keduanya langsung bergegas ke rumah sakit setelah Jion meminta mereka datang, awalnya mereka kira ada yang terjadi pada Hoshi atau Jion, tapi yang mereka lihat sekarang justru membuat mereka tertegun.

Pemuda yang tengah terbaring lemah di atas ranjang pesakitan itu adalah alasannya, Hoshi mengabaikan mereka dan memilih duduk diam di sebelah ranjang dengan menggenggam erat tangan sang pemuda.

Endaru yang kebingungan menatap ke arah Jion juga Leo yang berdiri di belakang nya, sedangkan Hana langsung mendekat pada Hoshi.

"Jion, apa maksudnya ini?" Jion tersenyum.

"Maaf sebelum nya om, saya Leo, mungkin kalian sudah pernah mendengar nama saya saat kalian bertemu dengan Rico." Endaru terkejut mendengar hal itu.

"Kamu Leo? Sahabat Kavi?" Leo mengangguk, tangannya menunjuk ke arah ranjang rumah sakit.

"Itu Kavi, putra kalian yang kalian cari." Hana dan Endaru langsung menatap ke arah ranjang lekat.

"K-Kavi? Itu Kavi?" Leo kembali mengangguk, sedangkan Hana langsung mengelus pipi dan kepala Kavi, Hoshi hanya memperhatikan apa yang sang ibu lakukan.

"Kavi masih hidup? Lalu siapa korban meninggal yang di makamkan keluarga Aland?" Leo tersenyum miring.

"Beni, pelaku yang menyebabkan motor Kavi oleng dan terjatuh. Wajah Beni rusak hingga tidak bisa di kenali, saat itu saya memutuskan untuk menyembunyikan Kavi dari keluarga Aland." Endaru mendengarkan semua penjelasan Leo.

"Susah menyembunyikan Kavi di manado, itulah kenapa saya memutuskan membawa Kavi ke jakarta, tentu nya setelah saya berperan menjadi teman yang baik di pemakaman yang di lakukan keluarga Aland, saya ingin melihat mereka menyesal, tapi saya tidak melihat hal itu kecuali dari wajah tante Aulia dan juga Bian."

"Alasan lain kenapa saya membawa Kavi kemari adalah kalian, saya dan Rico mencari tahu tentang keluarga Gaillard selama bertahun-tahun agar saat Kavi mendapat ingatannya kembali kami bisa menjawab semua pertanyaannya, dan saya tepat sebelum kecelakaan itu terjadi Rico menemukan jika kalian pindah ke jakarta."

"Saya berniat mencari dan menemui kalian selama ini, namun saya tidak bisa meninggalkan Kavi karena keadaannya yang bisa menurun tiba-tiba. Tapi ternyata tuhan sangat baik pada Kavi, tuhan justru membawa kalian untuk menemukan Kavi." Endaru menatap nanar pada Leo.

"Terima kasih karena kamu selalu ada di sisi Kavi, Leo." Leo menggeleng.

"Sudah tugas saya sebagai sahabat om, karena jika tidak ada Kavi, mungkin saya dan Rico sudah tidak ada disini."

"Dan saya hanya menepati janji saya pada Kavi, membawa adiknya untuk menjadi orang yang pertama kali bertemu dengannya."

*****

Hoshi duduk diam di sofa ruang rawat Kavi, tentu saja dengan Jion yang duduk di sebelahnya. Leo pamit untuk pergi kuliah tadi, dan tentu saja langsung diiyakan oleh Endaru dan Hana.

Setelah Leo pergi, Endaru menemui dokter yang bertanggung jawab atas Kavi, menanyakan tentang keadaan putra keduanya yang baru mereka temui itu.

Kondisi Kavi sudah cukup baik, namun cedera pada kepalanya karena benturan saat kecelakaan itu menyebabkan trauma hingga Kavi koma.

Hana yang melihat Hoshi duduk sambil menunduk di sebelah Jion segera mendekati kedua putranya itu.

"Adek." Hoshi langsung mendongak saat mendengar suara lembut sang ibu.

"Adek maafin mama sama papa ya? Mama sama papa salah karena udah ninggalin adek sendirian, mama sama papa terlalu fokus sama rasa sedih waktu dapat kabar kalau kak Kavi udah meninggal." Hoshi hanya diam, bahkan saat sang mama mengelus kepalanya.

Little HoshiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang