.
.
.
.
.
Hoshi setia dengan diam nya, pemuda mungil itu hanya akan merespon ucapan Jion atau Riku, selebihnya Hoshi akan bungkam dengan tatapan kosong.
Hoshi sebisa mungkin tidak akan berada di tempat yang sama dengan kedua orang tuanya, ucapan sang papa benar-benar membuat si mungil membangun tembok yang sangat tinggi.
Seperti saat ini Hoshi dengan cepat menyingkir dari ruang keluarga lantai dua sata mendengar langkah kaki naik ke atas, Hoshi tau jika itu sang ibu karena Jion sedang kuliah.
"Hoshi."
"Hoshi, mama mau bicara sebentar nak."
Brak
Hana menggigit bibir bawahnya saat Hoshi menutup pintu kamar nya, Hana merasa bersalah, putra bungsu nya terasa semakin jauh dari nya.
"Hoshi maafkan mama nak, jangan diemin mama kayak gini." Hana hanya bisa bergumam, karena bagaimana pun hatinya sakit saat putra nya menolak kehadirannya.
Cklek
Hana yang semula terdiam di depan kamar Hoshi langsung mendongak saat mendengar pintu kamar Hoshi terbuka.
"Mau kemana nak?" Hoshi langsung melangkah mundur saat Hana akan menyentuh pundak nya.
"Hoshi?"
"Hoshi, maafkan mama yang gak bisa belain kamu di depan papa kemarin nak, tapi jangan diemin mama kayak gini." Hoshi menunduk dan kembali melangkah.
"Hoshi."
"Mama benar-benar minta maaf nak, mama gak pernah keberatan dan capek sama Ochi, maafkan mama." Hoshi yang mendengar itu kembali berhenti namun cuma sejenak, sebelum akhirnya langsung menuruni anak tangga dengan tatapan kosongnya.
"Ochi sudah pergi."
*****
Hoshi melangkahkan kakinya ke sebuah kamar vvip di rumah sakit, tujuannya memang ingin menjauh dari rumah nya sejenak.
Hoshi akan meminta Jion menjemputnya nanti, entah kenapa Hoshi marah saat jiwa asli Hoshi yang keluar kemarin di perlakukan seperti itu.
Cklek
Leo yang memang sedang berada didalam kamar rawat langsung menoleh begitu mendengar suara pintu di buka, pemuda itu tersenyum saat melihat anak yang di tunggunya sejak tadi masuk kesana.
"Hoshi ada apa? Ada masalah?" Hoshi terdiam sejenak kemudian menggeleng.
"Gak ada kak, maaf aku baru bisa datang lagi hari ini." Leo mengangguk dan meminta Hoshi mendekat pada ranjang rumah sakit.
"Gak perlu minta maaf, aku tau, pasti ada alasan kenapa lo gak kesini."
"Ochi bangun kemarin, aku gak bisa kemana-mana." Leo terdiam, dia memang tau kondisi Hoshi, bahkan Hoshi yang menceritakan sendiri, tapi baru kali ini dia mendengar jika mode little Hoshi muncul.
"Terus kenapa sekarang gak istirahat aja?" Hoshi menggeleng, pemuda mungil itu memposisikan dirinya duduk di samping ranjang, dengan tangan yang menggenggam tangan Kavi, juga merebahkan kepalanya di samping tangan Kavi.
"Aku gak mau ketemu mereka, aku tidur sini sebentar boleh kan kak?" Leo mengangguk pelan.
"Boleh, tidur aja. Sini tidur di kasur nya penunggu pasien." Hoshi tersenyum tipis namun menggeleng.
"Tidur aja, gue keluar dulu sebentar. Sekalian mau cari makan siang." Hoshi hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
Cklek
Hoshi menggenggam tangan Kavi, rasanya sangat aneh saat dirinya bisa menyentuh tangannya sendiri.
"Mau tidur sampai kapan Kav?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hoshi
FanficKavi Aland Daran, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun harus meregang nyawa karena kecelakaan saat sedang melakukan balap liar. Namun bukannya beristirahat dengan tenang, Kavi justru terbangun di tubuh seorang remaja berusia tujuh belas tahun...
