.
.
.
.
.
Setelah Jion tau jika adik bungsu Keenan adalah pelaku pembullyan Hoshi dulu, Jion melarang Keenan mengajak Hoshi ke rumah nya lagi.
Jika Keenan ingin bertemu Hoshi maka harus di mansion Gaillard, Jion akhirnya paham kenapa Kavi sangat marah saat tau dia memberi ijin Hoshi pacaran dengan Keenan.
Kavi sudah tau lebih dulu siapa adik Keenan, itu kenapa Kavi selalu meminta dia memeriksa keluarga Keenan, memastikan jika keluarganya tidak akan membahayakan Hoshi, tapi dia mengabaikan semuanya.
Setelah kejadian di rumah Keenan bulan lalu, Jion langsung menarik kedua adiknya pergi dari sana, tanpa mau melihat ke arah keluarga Keenan.
Jion marah jika mengingat bagaimana keadaan kedua adiknya saat ditemukan sepuluh tahun lalu, ya, Jion dan Leo lah yang pertama kali menemukan Kavi dan Hoshi dulu.
Jion saat itu bahkan hanya bisa terpaku saat Kavi tergeletak di genangan darahnya sendiri, dengan Hoshi yang juga tidak sadar di sebelahnya.
Jion merasa bodoh, karena setelah sepuluh taun dia dia masih tidak bisa benar-benar melindungi kedua adiknya.
Trauma Hoshi kambuh setelah kejadian itu, Kavi juga tidak membuka suara tentang apapun, adik keduanya itu hanya akan diam di kamar Hoshi, menemani adik kecil mereka agar tidak lagi ketakutan.
"Narel." Jion mengulas senyum tipis saat Nadhif menepuk pundaknya.
"Aku harus gimana Dhif? Aku gak tau kalau bang Keenan itu kakaknya Liam."
"Bukan salah mu Rel, kita gak ada yang pernah ketemu sama Liam, jadi kamu pasti juga gak tau kalau Liam adeknya bang Keenan itu mantan sahabatmu dulu."
*****
"B-bang Keenan." Keenan yang semula duduk di meja makan langsung beranjak pergi saat tau jika Liam mendekatinya.
"Bang Keenan, aku minta maaf, jangan diemin aku kayak gini." Keenan melirik sekilas sebelum akhirnya berdecih.
"Maaf lo gak guna buat gue, gue bahkan gak nyangka kalau lo bisa ngelakuin hal itu karena iri!" Keenan menahan semua kemarahannya karena dia ingin memastikan Hoshi baik-baik saja terlebih dahulu.
"Harusnya lo sadar Liam, bukan mama papa yang buang lo ke makasar, tapi lo yang gak mau di ajak pulang dari rumah om Tio, lo terus nangis dan sempet sakit sampai akhirnya mama sama papa biarin om Tio bawa lo tinggal disana."
"Lo juga selalu gak betah kalau pulang kesini, lo sering minta cepet balik ke sana. Dan lo bilang lo ngelakuin itu karena lo iri Jion sayang sama Hoshi?! Lo punya otak gak Liam?!" Liam menunduk, dia tidak pernah melihat kemarahan Keenan sebelumnya.
Keenan itu terkenal sangat sabar, apa lagi sama keluarga dan sahabatnya. Pemuda itu tidak pernah benar-benar marah, paling hanya akan kesal beberapa jam saja.
"Kelakuan lo itu bikin malu Liam, lo bahkan gak pernah minta maaf ke mereka setelah lo bikin hidup mereka berantakan! Mulai sekarang gue gak akan anggep lo adek lagi, lo bisa balik ke om Tio, itu yang lo pingin kan?" Liam menggeleng heboh mendengar ucapan dingin Keenan.
"Jangan bang, maafin aku, aku bener-bener minta maaf, aku bakal minta maaf ke Hoshi sama kak Kavi, tapi tolong maafin aku." Keenan mendengus dan berlalu pergi.
"Lo kira segampang itu Kavi sama Hoshi bakal kasih maaf? Setelah apa yang lo lakuin ke mereka? Hoshi gak bisa hidup normal karena trauma akibat kelakuan lo, dan Kavi kehilangan memori nya selama sepuluh taun juga karena lo! Kalau gue jadi lo, gue mending milih jalani hukuman dan ngilang dari hidup mereka!"
"Satu lagi Liam, lo masih bisa berdiri disini tanpa gue hajar itu karena Kavi ngelarang gue. Padahal gue udah janji ke dia kalau gue sendiri yang bakal habisin anggota keluarga gue yang berani nyakitin Hoshi." Liam menangis saat mendengar Keenan mengatakan hal itu.
"Apa yang harus aku lakuin biar abang maafin aku?"
*****
"Hoshi." Hoshi mendongak saat mendengar panggilan lembut Kavi.
"Iya kak?" Kavi mendekat dan duduk di sebelah Hoshi, netranya menatap pada boneka naga hitam yang ada di tangan sang adik.
"Kangen sama Keenan ya?" Hoshi menunduk saat Kavi menanyakan hal itu.
"Kalau kangen kenapa gak mau ketemu sama dia?" Hoshi menggeleng.
"Aku sekarang tau kenapa kakak marah waktu aku terima bang Keenan, maafin aku kak." Kavi menggeleng.
"Kamu gak perlu minta maaf dek, kakak gak pernah marah sama kamu karena kamu pacaran sama Keenan, kakak cuma marah sama bang Jion karena gak cari tahu semua nya dulu." Hoshi masih setia menunduk.
"Aku kangen bang Keenan kak, tapi aku juga takut kakak marah." Kavi tersenyum.
"Gak usah takut, nanti biar kakak yang suruh bang Keenan kesini. Sekarang ayo turun, di bawah lagi ada Nadhif sama Irvin." Hoshi akhirnya mengangguk dan mau ikut turun ke lantai satu.
"Kak Kavi mau kemana?" Kavi tersenyum.
"Mau bawa pacar kamu kesini."
*****
"Kavi." Keenan memanggil Kavi yang sudah siap di sirkuit, seperti yang dia katakan tadi saat memintanya datang.
Kavi kembali menantang Keenan untuk balapan, Keenan tidak datang sendiri karena memang Kavi meminta Nafian dan Nyzan menemani Keenan.
"Lawan gue, lima lap." Keenan melihat ke arah Nyzan dan Nafian yang memberikan anggukan kecil.
Keenan segera memakai helm setelah menyiapkan motornya, sedangkan Kavi sudah bersiap menggunakan motor milik Leo.
Keenan sebenarnya tau jika dia tidak akan bisa mengalahkan Kavi, di balapan sebelumnya juga, bahkan Nafian juga tau hal itu. Namun kali ini mereka cukup terkejut saat Kavi tiba-tiba mengerem motornya sebelum garis finish dan membiarkan Keenan memenangkan balapan.
"Kavi?" Kavi membuka helm nya dan segera memberikannya pada Leo.
"Lo udah buktiin ke gue kalau lo bisa jaga adek gue, keluarga lo bisa jadi rumah yang nyaman buat Hoshi."
"Terlepas dari gimana tingkah laku Liam, gue tau lo orang baik Keenan. Liam udah minta maaf dan gue yakin dia juga udah dapat hukuman dari bokap lo, jadi gue bisa tenang ngelepas Hoshi ke tangan lo." Keenan cukup terkejut mendengar kalimat panjang Kavi.
"Lo ngerestuin gue Kav?" Kavi hanya berdehem pelan.
"Gue titip Hoshi, jaga adek gue sebagaimana gue sama Jion jaga dia. Kalau lo emang udah gak sayang atau cinta lagi sama Hoshi, bilang ke gue dan balikin Hoshi ke gue baik-baik, dengan gitu gue masih bisa anggep lo orang baik."
"Tapi kalau lo berani nyakitin Hoshi sedikit aja, bikin dia nangis kesakitan, gue pastiin lo bakal ngerasain hal yang sama berkali-kali lipat, lo udah lihat gimana jahatnya gue kalau membalas sesuatu, jadi lo ingat-ingat aja." Keenan tersenyum dan mengangguk.
"Gue bakal berusaha terus bikin Hoshi bahagia Kav, gue gak akan nyakitin permata keluarga Gaillard yang selama ini di jaga dengan baik."
Percakapan Kavi dan Keenan membuat Nyzan terharu, karena akhirnya Keenan tidak perlu berjuang meluluhkan Kavi lagi.
"Kavi sweet banget sih, akhirnya Hoshi bisa bebas ketemu sama bang Keenan."
*****
Tbc
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Hoshi
FanfictionKavi Aland Daran, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun harus meregang nyawa karena kecelakaan saat sedang melakukan balap liar. Namun bukannya beristirahat dengan tenang, Kavi justru terbangun di tubuh seorang remaja berusia tujuh belas tahun...
