Tawa di warung belum sepenuhnya reda saat seorang kurir berhenti di depan.
Motor kecil. Jaket kusam. Helm setengah.
“Seblak Bu Alana?” tanyanya sambil menurunkan standar.
Alana menoleh refleks. “Iya. Ada apa?”
Kurir itu mengambil sesuatu dari boks belakang sebuah buket bunga.
Tidak besar.Tidak mencolok.
Warnanya pucat, nyaris tenang.
Hening seketika.
“Ini buat Mbak,” kata si kurir singkat. “Udah dibayar.”
Alana berdiri mematung. “Dari siapa?”
Kurir menggeleng. “Nggak ada nama. Saya cuma disuruh nganter.”
Buket itu berpindah ke tangan Alana.
Ringan.Tapi rasanya berat.
Verdi yang sejak tadi bercanda langsung diam. Senyumnya hilang. Matanya tajam menatap bunga itu, seolah sedang membaca sesuatu yang tak tertulis.
Dini mendekat pelan.
“Al?”
Alana membuka kertas kecil yang tersemat di pita.Kosong.Tidak ada pesan.
Tidak ada tanda.Tidak ada satu huruf pun.
“Ini yang kesekian kalinya,” gumam Dini lirih, hanya untuk Alana.
Verdi mengepalkan tangan. “Ini bukan kebetulan.”
Salah satu teman Verdi berusaha mencairkan suasana.
“Wih, fans rahasia?”
Tak ada yang tertawa.
Alana menelan ludah. Dadanya terasa sempit.
“Tujuannya apa” katanya pelan.
“Kalau cuma mau bikin takut ini berhasil.”
Verdi mendekat. Suaranya rendah, tertahan.
“Bunga itu bukan buat bikin kamu seneng.”
Ia menatap buket itu lama.
“Ini peringatan.”
Alana menoleh cepat. “Peringatan apa?”
Verdi tidak langsung menjawab.
Ia hanya berkata, lebih pelan dari sebelumnya,
“Biar kamu ingat ada mata yang masih ngeliatin.”
Dini memeluk lengannya sendiri. Faris berdiri di sampingnya, refleks melindungi.
“Kenapa harus bunga?” tanya Dini.
Alana menatap kelopak-kelopak itu.
“Karena bunga kelihatan indah,” jawabnya lirih.
“padahal maksudnya bisa kejam.”
Verdi mengambil buket itu dari tangan Alana.
“Mulai sekarang,” katanya tegas,
“apapun yang datang tanpa nama kita anggap ancaman.”
Alana mengangguk pelan.
Di luar, angin sore bertiup ringan.Buket bunga itu tetap diam.Tapi semua orang tahu yang bergerak bukan bunganya.
Melainkan niat di baliknya.Dan entah siapa pengirimnya,satu hal jelas
Ia tidak ingin Alana merasa tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Dan Lukanya
Romance📌📢 Jangan lupa Follow sebelum membaca,satu lagi jangan lupa tanda ⭐ nya ya bestiee⚠️‼️ ........................ Alana tidak pernah percaya pada cinta. Baginya, cinta hanya janji yang mudah patah dan perasaan yang selal...
