Bertahun-tahun kemudian.Penjara itu tidak lagi terasa sama.Catnya memudar.
Udara paginya dingin.Arkana melangkah keluar dengan tas kecil di tangan.
Tidak ada sorak.Tidak ada yang menunggu hanya matahari pagi
dan hidup yang harus dimulai ulang.
Pertemuan Verdi menunggu di seberang jalan,tidak bersandar,tidak merokok,hanya berdiri.Arkana berhenti melangkah saat mengenal sosok itu.
“verdi ”
suaranya serak.
Verdi mengangguk pelan.
“Iya.”
Tidak ada pelukan.Tidak ada jabat tangan.
Beberapa detik berlalu hanya dengan tatap yang jujur.
“Aku nggak nyangka kamu datang,” kata Arkana akhirnya.
Verdi menarik napas.
“Aku juga nggak nyangka kita ketemu lagi tanpa amarah.”
Yang sudah terlambat tapi tetap disampaikan
Arkana menunduk.
“Tahun-tahun di dalam bikin aku ngerti satu hal.”
Verdi diam.
“Aku salah orang,” lanjut Arkana.
“Aku benci kamu karena rasa bersalahku sendiri. Karena aku nggak bisa nerima kepergian dia.”
Verdi menatap aspal.
“Sampai sekarang aku masih ngerasa bersalah.”
Arkala menggeleng.
“Jangan. Kalau ada yang harus menanggung itu aku.”
Verdi mengangkat wajahnya.
“Beban itu nggak harus kita bawa sendirian.”
Tentang Alana
Arkala ragu, lalu bertanya,
“Dia baik-baik?”
Verdi tersenyum kecil.
“Iya.”
“Itu cukup,” kata Arkala pelan.
Ia membuka tasnya, mengeluarkan sesuatu sebuah gelang sederhana dari tali hitam.
“Aku bikin ini di dalam,” katanya.
“Bukan buat dikenang. Tapi buat diingat aku nggak mau jadi orang yang sama lagi.”
Verdi menerimanya.
“Terima kasih.”
Perpisahan Tanpa Janji
“Ke mana sekarang?” tanya Verdi.
“Entah,” jawab Arkala jujur.
“Tapi kali ini tanpa dendam.”
Verdi mengangguk.
“Itu sudah lebih dari cukup.”
Arkala melangkah pergi.
Tidak menoleh.Verdi berdiri sampai bayangan arkana itu hilang.
Sore itu, hujan turun pelan.
Bukan hujan yang membuat orang berlari,
melainkan hujan yang membuat orang ingin berhenti sebentar.
Verdi pulang ke rumahnya
bukan sebagai lelaki bebas,
tapi sebagai anak yang ditunggu keputusan.Rumah itu masih sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Dan Lukanya
Romance📌📢 Jangan lupa Follow sebelum membaca,satu lagi jangan lupa tanda ⭐ nya ya bestiee⚠️‼️ ........................ Alana tidak pernah percaya pada cinta. Baginya, cinta hanya janji yang mudah patah dan perasaan yang selal...
