Sore itu, Alana membuka warung dengan tangan gemetar.
Cat semprot di dinding masih belum sepenuhnya hilang.
Kata itu murahan sudah ditutup lapisan cat putih, tapi bayangannya masih terasa, seolah tembok itu mengingat.
Dini belum datang.
Warung terlalu sepi untuk jam segini.
Alana menyalakan kompor, bukan karena ada pesanan, tapi karena ia butuh suara.
Butuh sesuatu yang hidup.
Ponselnya bergetar.Satu notifikasi.
Lalu dua.Lalu puluhan.
Komentar. Pesan masuk. DM dari akun tak dikenal.
“Bener ya katanya?”
“Kok bisa sih kayak gitu?”
“Pantes warungnya rame, ternyata…”
Alana menekan layar, menutupnya.
Tangannya dingin.
Ia duduk di bangku plastik, menunduk.
Dadanya sesak, tapi air mata tak langsung jatuh seperti tertahan, bingung harus keluar lewat mana.
Ia menatap sekeliling.
Warung kecil itu dulu terasa hangat.
Sekarang seperti mati
.
“Kenapa harus aku?” gumamnya pelan.
Tak ada jawaban.
Siang menjelang, tetap tak ada pelanggan.
Orang-orang yang lewat melirik cepat, lalu mempercepat langkah.
Beberapa berbisik. Tidak pelan.
Alana berdiri, menutup tirai setengah.
Lalu ponselnya bergetar lagi.
Bukan pesan masuk.Panggilan.
Nama Verdi.Ia menatap layar lama.
Jarinya hampir menggeser hijau
lalu berhenti.Kalau dia tau, dia bakal marah.Kalau dia tau, dia bakal ngerasa ini salah dia.Alana mematikan layar.
Ia memilih diam.
Dini datang dengan wajah panik.
“ aku nyari kamu dari tadi.”
Alana tersenyum kecil. Terlalu kecil untuk disebut senyum.
“Aku baik-baik aja.”
Dini tahu itu bohong, tapi tidak memaksa.
Malam turun pelan.
Alana membersihkan meja yang sebenarnya bersih.
Mengelap panci yang tidak dipakai.
Saat itulah air matanya jatuh.
Bukan karena kata-kata orang.
Tapi karena rasa sendirian di tengah ramai.
“Aku nggak minta dibela,” bisiknya lirih.
“Aku cuma pengen dipercaya.”
Di luar, lampu jalan menyala satu per satu.
Di tempat lain, Verdi sedang berjuang tanpa ia tahu.
Dan di antara mereka,
ada jarak yang tercipta bukan karena tidak peduli tapi karena sama-sama ingin melindungi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Dan Lukanya
Romance📌📢 Jangan lupa Follow sebelum membaca,satu lagi jangan lupa tanda ⭐ nya ya bestiee⚠️‼️ ........................ Alana tidak pernah percaya pada cinta. Baginya, cinta hanya janji yang mudah patah dan perasaan yang selal...
