Delapan puluh enam

4 1 0
                                        

Saat mesin lebih cepat dari peringatan

lampu belum sempat benar-benar siap.

teriakan belum selesai.

Dan peringatan belum sempat keluar dari mulut siapa pun.

RAUNGAN MESIN MEMECAH MALAM.

Verdi sudah melaju.Arkana refleks ikut membuka gas.Hanya insting lama yang hidup kembali.Balapan itu sudah dimulai.

"MEREKA JALAN!" teriak Jaya panik.

Bima berbalik cepat.

Wajahnya pucat.

"TELAT," gumamnya.

"Gila kita telat."

Nero langsung berlari ke tepi lintasan.

"VERDI!"

Tapi suara mesin menelan segalanya.

Dua motor sudah menjadi bayangan

di antara lampu-lampu jalanan yang kabur.

Lintasan dua orang, dua Kebenaran

Verdi menunduk di atas motornya.

Angin menghantam helm.Pikirannya kosong hanya satu tujuan selesai.

Kalau ini menutup semuanya,batinnya,gue gas sampai habis.

Di belakangnya Arkana tidak mengejar dengan beringas.

Ia stabil,tenang,terlalu rapi.Dia belum tahu, pikir Arkana.Dan mungkin lebih baik begitu.Jalanan gelap,beberapa tikungan tajam.

Pinggir lintasan Kepanikan yang Meledak

"Ravel!" bentak Bima sambil mendorong tubuh pria itu.

Ravel tersenyum lebar.

"Balapan itu soal momentum."

"LU SETTING APA DI JALAN?" teriak Nero.

Ravel mendekat, suaranya rendah, puas.

"Cuma mastiin nggak dua-duanya sampai garis akhir dengan utuh."

Jaya menutup mulutnya.

"Gila..."

Bima langsung berbalik, berlari.

"GUE HENTIKAN."

"Lo nggak akan keburu," sahut Ravel santai.

"Mereka sudah masuk tikungan lama."

Nero mengejar Bima.

"Kita harus kasih tanda! APA PUN!"

Lampu jalan mati di sebagian ruas.

Aspal tidak rata.Verdi memacu lebih kencang,tidak melihat apa pun selain jalan di depan.

Arkana melihatnya,melihat sesuatu di aspal,refleksnya menegang.Ini bukan balapan bersih,pikirnya.

Ia membuka gas lebih keras bukan untuk menang,untuk mendahului,untuk memotong jalur Verdi sebelum ia masuk ke bagian gelap itu.

Arkana mengorbankan peluang menang untuk menyelamatkan Verdi

Kecelakaan nyaris terjadi di tikungan lama

Verdi mulai sadar ada yang salah di tengah balapan

Saat Arkana memilih kehilangan

lampu jalan mati total di tikungan itu.

Aspal bergelombang,ada pasir halus di pinggir jalur perangkap murah yang mematikan.

Verdi tidak melihatnya,kecepatannya terlalu tinggi,pikirannya terlalu fokus pada satu hal menang dan selesai.

Hujan Dan Lukanya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang