ARC 4 (DT 26)

689 219 30
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Dinding distrik D yang sudah melindungi ratusan manusia biasa kini runtuh dihadapan mereka.

Bam bang!!

Reruntuhan tembok baja yang tebal tak kuat menahan pondasi hingga jatuh ketanah dengan suara yang begitu menggema. Dari dalam, semua manusia berlarian kesana kemari. Anggap ia berhalusinasi, sejak kapan terdapat lubang besar yang menganga ditengah dinding? Walaupun mutan yang melakukannya seharusnya suara kerusuhan itu dapat mereka dengar dari dalam dinding sehingga mereka dapat menghentikannya. Tapi ini....

Terlalu hening.

Seolah - olah dinding yang berlubang itu sudah terencana dengan baik.

Grrrr ahhhh!!

Dari asap tebal berwarna merah darah, sesuatu keluar, mereka bergerak, begitu banyak. "Ap--apa yang terjadi??!" Raon terbelalak. Seperti melihat........

Neraka

Mutan - mutan membentuk sebuah barisan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mutan - mutan membentuk sebuah barisan. Tampak seperti lautan. Dalam bara api ini bernafas menjadi sulit dan pandangan mereka semakin kabur. Pohon Elementhe mengeluarkan sebuah suara menyeramkan, ranting - ranting yang menembus langit itu bergerak seperti jari jemari. Dapat mereka dengar suara sirine dari dalam dinding terdengar memekakkan telinga, seperti suara peringatan.

Mereka harus melarikan diri!

"Ed--"

"Aku sudah tahu"

"Kalian bersiaplah" tak ada lagi raut main - main diwajah para pemuda itu. Hanya ada dua hal tersisa, hadapi atau mati. Serangkaian teriakan terdengar begitu kencang. Bunyi tambakan tak luput dari pendengaran. Api ada dimana - mana.

"Ada yang datang!" Karmiel memasang kuda - kuda waspada. Derap kaki berat mengelilingi mereka. Seakan menggores tanah. Ribuan mutan mengelilingi Gua datang dari segala sisi. Memerangkap mereka yang masih berada disana.

Edward mengangkat tangannya diudara. "Obliterate" ujarnya. Lalu kilatan petir menyambar disertai suara guntur yang keras. Membentuk sebuah gesekan api yang panas. Mutan - mutan itu terbakar menjadi debu.

 Mutan - mutan itu terbakar menjadi debu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang