Bonus Chap

644 265 44
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Renord POV

"Renord bisakah kau membawa adikmu kehalaman, ibu akan memasak sebentar"

"Ya,Bu"

Aku menatap tubuhku.

Transparan.

Tak terlihat.

Cukup membuatku terkejut. Aku melihat dua anak laki - laki. Berpegangan tangan. Seperti adik dan kakak. Tapi anehnya wanita dengan wajah yang tertutup kabut itu memanggil namanya.

Renord

"Kalau kau besar nanti kakak akan membawamu kedistrik S, disana berbeda daripada disini. Disana banyak makanan mewah" suara kekanakan yang mengalun membuktikan jika anak laki - laki yang lebih tinggi dari yang lainnya adalah sang kakak.

"Benalkah? Kakak janji?"yang lainnya menanggapi tak kalah antusias.

Janji seperti ini adalah permainan anak - anak. Seperti ketika diditanya apa cita - cita mu? Maka jawabannya adalah sebuah impian besar yang hampir mustahil. Ingin menjadi astronot, ingin menjadi pahlawan, ingin menjadi guru dan yang lainnya. Namun nyatanya, seorang anak yang belum memahami dunia orang dewasa akan memilih cita - cita yang menurut mereka hebat, dan hampir mustahil. 

"Emhhh, kakak akan membunuh mutan diluar sana. Dan menjadi pahlawan. Setelah itu aku akan memusnahkan mutan hingga seluruh dunia menjadi damai" anak laki - laki itu berdiri tangannya meraba kelangit seolah membayangkan masa depan luar biasa ketika ia dewasa nanti.

"Aku akan mendukung kakak. Tapi...." Sang adik cemberut. Aku bisa melihat kulitnya yang masih memerah dengan lemak dikedua pipinya yang membuatnya tampak seperti bayi kecil. Walaupun baju mereka kotor dan penuh tambalan. Bisa dipastikan kalau kedua orang tuanya merawat kedua anak itu dengan baik.

"Apakah disana tidak akan berbahaya?" Tunjuknya kearah dinding beton yang masih berdiri kokoh.

"Tidak akan! Karena aku akan memusnahkan mutan - mutan itu. Kita akan melihat laut, dan pantai"

"Laut?"

"Iyahhh, laut asli yang airnya terasa asin. Yang didalam pasirnya ada banyak terumbu karang dan keong kecil. Bahkan ada banyak ikan - ikan disana daripada didalam sini"

"Ikan?!!!" Bisa dipastikan anak itu menyukai ikan. Terlihat dari matanya yang berbinar menatap sang kakak antusias.

"Benar. Ikan besar ikan kecil. Semuanya ada!"

"Wahhhh aku suka ikan!"
Melihat kedua nya tertawa gembira, membuat Renord memegang dadanya sakit. Mengapa begitu sakit. Disini. Rasanya sangat sakit. Tangannya menahan dada kirinya pelan.

"Ayah pulang!!!"

Mendengar suara beriton dari halaman. Kedua anak itu saling pandang dan berlari dengan antusias.

"AYAH!!!"

Renord melihat dari kejauhan. Entah mengapa ia ada disini. Ia tak tahu. Tubuhnya sangat lelah. Berbaring seperti ini membuatnya mengantuk. Melirik kearah rumah yang sudah kosong. Ia membaringkan diri. Ia lupa mengapa ia disini. Mengapa ia disini.......

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 11 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang