Laki-laki itu merogoh sakunya, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, disesapkan ke dalam tangan Kim Lo, katanya kemudian: "Kau simpanlah barang ini aku titipkan padamu dan kau jangan memberikan kepada orang lain! Nanti suatu saat aku akan mencarimu untuk mengambil barang ini! Kau bersedia untuk menolongku, bukan?"
Kim Lo kaget, benda itu dingin sekali. Dia pun bingung, karena orang itu tidak dikenalnya, sedangkan orang tersebut juga tidak mengetahui siapa Kim Lo dan tinggal di mana, lalu bagaimana kelak ia ingin mencarinya untuk mengambil kembali barangnya ini.......?
"Paman......!" Kata Kim Lo ingin menjelaskan.
"Jangan banyak bicara, waktu tinggal sedikit dan mendesak sekali, kau kantongilah barang itu!" Kata orang tua tersebut.
Kim Lo tidak bisa-bilang apa-apa, dia memasukkan benda itu, yang dingin dan lengket oleh sesuatu cairan, ke dalam sakunya.
"Jika nanti tidak lama lagi kau bertemu dengan serombongan orang, dan menanyakan apakah kau melihat seseorang yang lari dengan kaki yang pincang, kau memberitahukan bahwa aku mengambil arah selatan. Mengertikah kau?"
Dengan ragu-ragu Kim Lo mengiyakan. Dan orang tua itu tidak membuang waktu telah melarikan diri pula ke arah barat.
Lama Kim Lo berdiri tertegun di tempatnya sampai akhirnya ia merogoh sakunya untuk mengeluarkan benda itu. Namun belum lagi ia mengeluarkan barang tersebut, justeru dari sebelah depan, dari arah di mana tadi orang tua itu mendatangi terlihat beberapa sosok tubuh.
Mereka adalah laki-laki semuanya, yang mengenakan pakaian seragam sebagai pahlawan kerajaan. Dan juga mereka semuanya memiliki tubuh yang tinggi besar dengan wajah yang sangat bengis.
Waktu itu salah seorang telah berseru: "Lihat, di sana ada mahluk ajaib!"
Kim Lo membatalkan keinginannya untuk mengeluarkan benda yang dingin itu dari dalam sakunya dan dia berdiri diam saja. Cuma saja hatinya jadi tidak senang mendengar dia disebut sebagai makhluk ajaib. Karena itu dia mengawasi saja kepada orang-orang itu cepat sekali telah tiba di dekat Kim Lo.
Salah seorang di antara mereka, yang mukanya bengis dan penuh berewok telah membentak: "Bocah, apakah kau melihat orang terluka parah tubuhnya, larinya pincang, lewat tempat ini?"
Kim Lo mengangguk.
"Benar, orang inilah yang dimaksudkan si pemilik barang itu!" berpikir Kim Lo Dan dia pun segera menyahutinya: "Ya, aku melihatnya tadi orang itu mengambil arah ke selatan!"
Orang-orang itu saling pandang, tampaknya mereka ragu-ragu. Sejenak mereka pun mengawasi sekitar tempat itu, kemudian kepada tetes darah dekat kaki Kim Lo. Muka mereka seketika berobah.
"Bocah kau jangan coba-coba main gila di hadapan kami! Dimana orang tua itu bersembunyi?" bentak salah seorang di antara mereka.
Kim Lo tercekat hatinya waktu melihat orang-orang itu memperhatikan tetes darah di dekat kakinya, di atas tanah. Ia segera menduga tentu orang-orang itu akan curiga padanya. Dan dugaannya memang benar, sebab orang-orang itu segera mencurigainya.
"Aku tidak tahu apa-apa....... tadi aku cuma melihat orang itu berlari terpincang-pincang menuju ke selatan....... entah dia mau pergi ke mana?" Kim Lo masih berusaha untuk mendustai orang-orang itu.
Tapi orang yang satu itu, yang rupanya jadi pimpinan rombongan dari pahlawan kerajaan itu, tidak sabar lagi menjambak dada Kim Lo.
Dengan sendirinya melihat tangan orang itu diulurkan untuk menjambak dadanya, Kim Lo berkelit ke samping. Gerakannya sangat cepat sekali, jari tangan orang itu cuma menyerempet bajunya, tapi tidak berhasil untuk menjambaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
