Setelah berkata begitu, tampak Kim Lo mengibaskan tangannya, ia duduk di tepi pembaringan dengan tubuh yang agak dimiringkan, sikap seperti itu memperlihatkan sama sekali tidak memandang sebelah mata terhadap ke dua pengemis itu.
Yu An dan Tiang Su jadi meluap darah mereka, malah Tiang Su yang sudah tidak bisa menguasai diri lagi, melompat maju.
"Kau terlalu congkak!" serunya. Tangan kanannya diulur, akan menghantam tangan Kim Lo dengan kelima jari tangannya, ke arah ubun-ubun kepalanya.
Tapi Kim Lo tenang saja. Ia memiringkan kepalanya tanpa berobah duduknya.
Serangan itu lewat.
Yu An juga tidak tinggal diam.
"Maaf, tuan terlalu memaksa kami!" kata Yu An. "Kami terpaksa mengambil jalan kami!"
Sambil berkata begitu iapun mulai menyerang. Diam-diam Kim Lo berpikir.
"Hemmm, kepandaian mereka jauh lebih tinggi dari kepandaian pengemis yang mengaku bernama So Pang. Rupanya mereka akan bekerja sama berusaha merubuhkanku! Hemm! Hemm! Jangan mimpi!"
Setelah berpikir seperti itu, Kim Lo tahu-tahu menyentil dengan jari telunjuknya, seperti yang pernah dilakukannya pada So Pang.
Dua orang pengemis itu kaget, mereka merasakan tangan mereka sakit sekali, seperti diterjang oleh suatu kekuatan tenaga yang dahsyat. Namun berbeda seperti apa yang dialami So Pang, mereka tidak sampai terjengkang.
Setelah rasa sakit pada tangan mereka berkurang, dua orang pengemis ini menerjang lagi.
Yu An sekarang menyerang jauh lebih hati-hati, ia telah membuktikan sendiri kepandaian Kim Lo memang hebat.
Sebelum pergi ke mari, Yu An dan Tiang Su sudah mendengar cerita So Pang, bahwa kepandaian Kim Lo sangat hebat sekali. Orang yang berpakaian serba putih itu memiliki kepandaian menakjubkan.
Namun sebagai orang yang memiliki kepandaian di atas kepandaian So Pang, mereka meremehkan keterangan itu. Mereka beranggapan So Pang saja kepandaiannya kebetulan lemah. Karena itu mereka menyerang dengan mempergunakan lima bagian tenaga mereka.
Siapa tahu, dalam satu gebrakan, hampir saja mereka celaka kalau memang lweekang mereka tidak kuat. Dan ini merupakan pelajaran pahit buat mereka, yang membuat dua orang pengemis ini tidak berani berayal lagi mengerahkan seluruh kepandaian mereka buat menghadapi Kim Lo.
Sedangkan Kim Lo tetap duduk tenang di sisi pembaringan, ia mendengus.
"Hemm, kalian yang telah memaksa aku dengan berbagai cara. Tapi kalian juga yang mencari-cari alasan seakan juga kalian telah yakin bahwa akulah yang membinasakan tiga orang anggota Kay-pang kalian!
"Baiklah, sekarang aku akan membuktikan, siapa diriku sebenarnya. Dan jika aku bermaksud buruk pada Kay-pang, alangkah mudahnya seperti membalik telapak tangan!"
Sambil berkata begitu tampak tubuh Kim Lo melesat dari duduknya. Ia juga berseru nyaring, tubuhnya melesat ke sana ke mari lincah sekali.
Kaget Yu An dan Tiang Su melihat kesempurnaan gin-kang orang berpakaian baju putih, muka yang selalu tertutup itu. Mereka semakin di hantui oleh dugaan-dugaan mereka. Sebetulnya siapakah orang berpakaian serba putih yang sangat liehay dan tangguh ini?
Namun sebagai orang-orang yang memiliki kepandaian tinggi di Kay-pang, jelas mereka tidak mau berlaku lemah. Mereka juga tidak mau memperlihatkan kelemahan mereka pada Kim Lo. Mereka segera mengempos semangat mereka untuk menyerang dengan semakin hebat.
Kim Lo dua kali mendesak dua orang lawannya. Dan pada jurus ketiga, tahu-tahu sepasang tangannya telah menghantam lurus ke depan.
"Bukk! Bukk!" Dua kali terdengar suara yang bagitu memekakkan telinga, juga di susul dengan jerit kaget Yu An dan Tiang Su.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
