Sambil berlari, hati Kim Lo tidak tenang karena berkali-kali ia melirik kepada si gadis.
Sedangkan si gadis telah berlari tanpa pernah melirik, cuma saja wajahnya guram bukan main, karena dia berdiam diri dengan wajah diselubungi oleh kabut yang tebal.
Waktu itu hati Kim Lo jadi semakin tidak tenang, karena ia melihatnya betapa pun juga sikap si gadis terhadapnya, telah berobah.
Dalam keadaan seperti itu, segera juga Kim Lo berlari berusaha berada di dekat si gadis sampai akhirnya dia bisa berlari di sisi si gadis.
"Nona Yo......!" Panggilnya kemudian dengan suara perlahan, karena ia kuatir kalau saja Ko Tie dengan Giok Hoa yang berlari di sebelah depan bisa mendengar kata-katanya.
Bie Lan melirik, tapi ia tidak mengatakan sesuatu apa pun juga, hanya wajahnya memperlihatkan bahwa dia memang tengah menantikan kata-kata selanjutnya dari Kim Lo.
"Nona Yo, apakah kau marah kepadaku?" Tanya Kim Lo lagi.
"Marah? Mengapa harus marah?" Tanya si gadis, tanpa memandang Kim Lo, dia meneruskan larinya.
Disaat itu Kim Lo, jadi semakin tidak tenang, karena itu ia pun segera juga telah bertanya lagi,
"Tapi...... tadi sikap nona berobah sekali.......!"
"Berobah?"
"Ya.....!"
"Apanya yang berobah?"
"Sikapmu!"
"Sikapku?"
"Ya."
"Mengapa berobah?"
Kim Lo diam. Dia sendiri tidak mengetahui bagaimana mengemukakan perasaannya itu, dia memang hanya merasakan bahwa sikap Yo Bie Lan padanya sangat berobah.
Namun ia tak bisa mengemukakan hal itu. Iapun tak bisa mengatakannya lewat rangkaian kata-kata, karena itu akhirnya Kim Lo jadi bungkam.
Diwaktu itu tampak Yo Bie Lan pun sudah tak berselera buat bercakap-cakap dengan Kim Lo karena ia berlari dengan berdiam diri saja.
Perasaan Kim Lo benar-benar tertekan. Ia juga diliputi perasaan tidak tenang, karena jika memang si gadis berobah, niscaya ia yang akan tersiksa lebih jauh.
Karena diwaktu itu ia memang sangat mencintai si gadis. Ia memang sudah jatuh hati dan jatuh cinta pada si gadis sejak pertemuan mereka yang pertama.
Sekarang setelah si gadis melihat wajahnya yang sebenarnya justeru sikapnya telah berobah karena itu perasaan Kim Lo terluka. Sedangkan si gadis pernah berjanji padanya, walaupun ia melihat muka Kim Lo buruk bagaimana, tetap saja ia tak akan berobah, ia akan tetap bersahabat baik dengan Kim Lo.
Dalam keadaan seperti sekarang, Kim Lo benar-benar tertekan sekali perasaannya. Dia pun telah berulangkali menghela napas, malah berlari terus di sisi si gadis.
Lama juga mereka berlari terus sampai melewati beberapa puluh lie lagi, dan Kim Lo tidak bisa menekan terus perasaannya, sampai akhirnya dia bilang. "Nona Yo, ada yang ingin kusampaikan kepadamu!"
Si gadis menoleh.
"Apa yang ingin kau sampaikan?" Tanyanya.
"Aku...... aku sebetulnya ingin sekali bersahabat dan tetap baik padamu!"
Si gadis tersenyum, walaupun jelas sekali itulah senyum paksaan.
"Sekarang kita pun bersahabat cukup baik," katanya dengan suara yang tawar.
Kim Lo menghela napas.
"Tapi justeru aku menghendaki hubungan yang jauh lebih baik lagi seperti yang nona ketahui bahwa aku...... bahwa aku......." Berkata sampai di situ, Kim Lo bimbang dan gugup. Ia tidak bisa meneruskan lagi kata-katanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasíaCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
