Jilid 15

2.9K 43 0
                                        

"Ya, memang kita memiliki persoalan yang penting dengan Ong-ya dari Bun Tayjin," katanya kemudian setelah tertawa panjang, sambil berkata begitu tampak ia melangkah perlahan-lahan mendekati Bun Siu Thang.

Malah waktu masih terpisah beberapa tombak, dengan gerakan yang perlahan ia mengerakkan kipas emasnya. Luar biasa, dari kipasnya menyambar angin yang menyampok kuat sekali kepada Bun Siu Thang.

Waktu itu memang Bun Siu Thang telah bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan, namun tidak urung ia kaget juga waktu serangkum angin yang kuat sekali menerjang kakinya. Dan juga di waktu itu kuda-kudanya telah tergempur.

Ketika Bun Siu Thang cepat-cepat memperbaiki kuda-kuda sepasang kakinya justeru sudah terlambat. Karena kawan Kong-yang Sun mengibaskan kipasnya lagi, seketika tubuh Bun Siu Thang terjengkang, bergulingan di lantai diiringi teriakan kaget bercampur kesakitan.

Kong-yang Sun tertawa bergelak-gelak menyaksikan semua itu, dan ia telah melangkah maju juga.

"Khuluk Khan!" katanya dengan suaranya nyaring dan bengis. "Kau silahkan memilih menyerahkan Giok-sie pada kami atau memang kalian semua akan binasa!" Setelah berkata begitu Kong-yang Sun tertawa bergelak-gelak.

Belasan orang kawan Bun Siu Thang, para pahlawan kerajaan segera melompat maju untuk mengepung Kong-yang Sun dan dua orang kawannya itu, mereka menyadari bahwa bahaya tengah mengancam mereka.

Tapi, kawan Kong-yang Sun yang berpakaian sebagai pelajar telah mengibaskan kipas emasnya. Seketika bergemuruh suara menderunya angin yang kuat.

Tiga orang pahlawan kerajaan terjungkel bergulingan. Mereka merasakan tulang-tulang mereka seakan juga hendak terlepas.

Khuluk Khan waktu itu tidak berani membuang-buang waktu, ia memutar tubuhnya, segera berlari akan menyingkirkan diri. Namun Kong-yang Sun mana mau membiarkan Khuluk Khan pergi begitu saja. Bukanlah Giok-sie berada di saku Khuluk Khan?

Karena itu, segera juga ia menjejakan kakinya, tubuhnya melesat pesat sekali, dia pun telah membentak bengis: "Khuluk Khan, kau jangan bermimpi untuk pergi dari tempat ini dengan selamat jika tidak mau menyerahkan Giok-sie kepada kami. Terimalah ini!"

Ia menggerakkan serulingnya, dan berkesiuran angin yang kuat sekali ke punggung Khuluk Khan, malah, ujung seruling itu bermaksud akan menotok jalan darah Yan-hu-hiat di punggung Khuluk Khan. Dan serangan itu bukan totokan sembarangan, itulah totokan yang bisa mematikan korban totokan itu.

Khuluk Khan memang tidak memiliki ilmu silat yang berarti, dia cuma mahir menunggang kuda dan melepaskan panah. Karena itu biarpun ia merasakan di belakang pungungnya menyambar angin serangan yang begitu kuat, akan tetapi tetap saja dia tidak berdaya untuk menghindari diri.

Malah di waktu itu terlihat, dia hampir saja tertotok. Jika memang tidak ada seorang pahlawan kerajaan, yang telah melesat pesat dan menggerakkan pedangnya, menangkis dengan kuat, sehingga membuat seruling dari Kong-yang Sun melesat ke samping, tidak berhasil menotok tepat pada sasarannya.

Khuluk Khan walaupun tidak memiliki ilmu silat, namun sebagai seorang yang cerdik segera juga dia membuang dirinya ke samping bergulingan di lantai. Barulah kemudiam dia melompat berdiri lagi.

Celakanya justeru dia berdiri, Khuluk Khan segera mengetahui bahwa Giok-sie yang tadi telah keluar dan terjatuh menggeletak di lantai. Mengetahui itu, cepat-cepat Khuluk Khan memutar tubuhnya. Dia bermaksud berjongkok untuk mengambil Giok-sie itu.

Cuma saja Kong-yang Sun yang juga melihat Giok-sie jatuh ke lantai dan menggeletak di situ, tidak mensia-siakan waktu lagi, ia melesat cepat sekali. Tubuhnya bagaikan seekor elang, melompat menubruk Giok-sie.

Pendekar Aneh Seruling SaktiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang