Ko Tie dan Giok Hoa pun beristirahat, sampai akhirnya Ko Tie yang paling dulu, melompat berdiri.
"Mari kita meneruskan perjalanan kita!" Kata Ko Tie. "Kalau memang kita lebih lama di sini, niscaya kita akan menghadapi kesulitan, karena Kam Yu maupun Pu San Hoat-ong sewaktu-waktu akan bisa mengejar kita.......!"
Terlihat Bie Lan segan sekali buat meneruskan perjalanan, begitu juga Kim Lo. Tapi mereka berdua telah melompat berdiri juga.
Ko Tie dan Giok Hoa berlari di sebelah depan seperti tadi, sedangkan Yo Bie Lan berlari di belakangnya.
Justeru Kim Lo berlari paling belakang, karena memang ia berlari lambat sekali.
Semangatnya telah lenyap sebagian, karena kepatahan hatinya. Walaupun si gadis tidak mengucapkannya langsung toh Kim Lo telah mengetahuinya, justeru si gadis sudah tidak mencintainya, hanya melihat wajahnya yang buruk itu telah buyar perasaan cinta si gadis padanya. Diam-diam Kim Lo merasa menyesal karena Bie Lan telah sempat melihat wajahnya.
Sambil berlari-lari seperti itu, diam-diam Kim Lo jadi teringat juga pada nona Cin.
Nona Cin pun sudah pernah melihat wajahnya, dan juga memperlakukannya tetap manis tidak ada perobahan. Malah sikap nona Cin baik sekali, karena memperlakukan Kim Lo dengan sangat manis, dan sebagai sahabat yang saling menghormati.
Teringat kepada nona Cin, diam-diam Kim Lo menjadi membandingkannya. Dia membandingkan antara nona Cin dengan Bie Lan, sampai akhirnya dia melihat kenyataan, nona Cin jauh lebih memperhatikan dirinya. Hatinya lebih baik.
"Hemmm, apakah aku lebih dekat pada nona Cin? Tapi aku ingin mencarinya ke mana?" berpikir Kim Lo di dalam hatinya.
Dan berpikir seperti itu, maka semuanya tampak dia telah berobah sikapnya maupun mukanya, yang terasa menjadi panas sekali. Diam-diam dia jadi malu. Walaupun mukanya tertutup oleh kain, tokh tidak urung Kim Lo yang merasakan pipinya berobah panas sekali, dia jadi malu sendirinya.
"Aku telah dididik dan diberi kepandaian yang tinggi. Tentu saja dengan harapan aku akan melakukan tugas yang besar, agar aku dapat untuk berbuat sesuatu demi kebaikan rakyat. Tapi sekarang juteru aku telah memikirkan selalu urusan wanita!"
Setelah berpikir begitu Kim Lo menghela napas diam-diam hatinya benar-benar tergoncang!
"Kalau memang demikian, biarlah sementara waktu ini aku tidak boleh memikirkan urusan wanita.......!" berpikir Kim Lo lagi, dan dia pun menghela napas, buat melapangkan dadanya. Memang beberapa waktu yang lalu dia terlalu dikuasai olen perasaannya, di mana dia selalu memperhatikan Bie Lan.
Akhirnya setelah berpikir pulang pergi diapun jadi teringat kepada urusan Giok-sie, di mana diapun selama ini memang seperti melupakan urusan Giok-sie. Padahal urusan Giok-sie merupakan urusan besar, urusan yang menyangkut urusan negara.
Dalam keadaan seperti itulah dia sudah mulai bisa menguasai diri. Dia akan bertekad untuk meneruskan cita-cita Oey Yok Su, untuk melindungi Giok-sie. Di mana nanti Giok-sie akan diserahkan kepada seorang gagah yang akan memimpin rakyat buat mengadakan pemberontakan melawan penjajah.
Setelah melakukan perjalanan sekian lama akhirnya mereka tiba di kota Yung-sie-kwan.
Mereka bermalam satu malaman di kota itu, besok paginya mereka melanjutkan perjalanan lagi. Tapi belum lagi mereka melakukan perjalanan terlalu jauh, justeru di depan mereka menghadang puluhan orang.
Ko Tie yang berlari paling depan menahan langkah. Dia melihat puluhan orang itu menghadang dengan di tangan memegang busur lengkap dengan anak panah yang siap akan dilepaskan.
Di depan rombongan orang itu tampak seorang gadis dengan muka tertutup kain. Dia berdiri dengan bertolak pinggang.
Kim Lo yang melihat si gadis segera merasa kenal dengan gadis tersebut! Dilihat dari bentuk tubuhnya, tampaknya dia seperti nona Cin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
