Jilid 50

2.1K 38 2
                                        

Tan Hujin dan A Sam menggeleng.

Waktu So Pang mendesak, A Sam menjelaskan apa yang telah mereka alami, yaitu mereka telah ditolong oleh orang berpakaian serba putih itu, juga menceritakan obat orang aneh berpakaian putih itu sangat manjur.
So Pang menghela napas.

"Aneh! Memang benar apa yang dikatakan kawan-kawanku, bahwa ia seorang aneh yang luar biasa, tapi siapakah dia?"

Dan So Pang menghela napas lagi, setelah memandang ke arah tempat di mana tadi orang aneh berpakaian serba putih itu pergi. Iapun pergi ke tempat dari arah mana tadi ia mendatangi. Dan ia melangkah cepat sekali, sekejap mata ia telah lenyap dari pandangan Tan Hujin dan A Sam.

A Sam dan Tan hujin jadi saling pandang satu dengan yang lain, dan akhirnya mereka mengangguk dan mengangkat bahu. Mereka benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi tadi.

Dan melihat apa yang dilakukan oleh orang yang berpakaian serba putih itu, memang luar biasa sekali, sebab ia begitu tenang dan, malah biarpun ia diserang begitu gencar oleh pengemis yang bernama So Pang tersebut kenyataannya ia bisa menghindarkan diri tanpa merobah kedudukan kakinya.

Dan juga waktu ia diserang dengan pukulan yang hebat, mudah saja ia menyentil dengan jari telunjuk tangannya dan So Pang dibuat tidak berdaya. Siapakah sebenarnya orang yang berpakaian serba putih itu, yang mukanya sebagian besar, tertutup oleh kain putih, sehingga tidak bisa dilihat wajahnya dan serba mistertus itu?

<>

Ya, siapakah orang berpakaian serba putih itu?

Ternyata ia seorang yang benar-benar diselubungi oleh rahasia. Setelah meninggalkan So Pang yang dirubuhkan oleh sentilan jari tangannya, ia menuju ke arah barat.

Gerakan tubuhnya perlahan dan langkah kakinya satu-satu. Tapi kesudahannya buat orang yang melihatnya akan menakjubkan sekali karena tubuhnya seperti juga mengambang di atas salju dan meluncur sangat cepat luar biasa.

Orang berpakaian putih itu memang tidak ingin mencari keributan dengan So Pang jika sedikit lagi saja ia menambahkan tenaga dalamnya. niscaya So Pang akan menerima pelajaran yang lebih pahit lagi. Di samping itu, sedikit saja ia menambah tenaganya, niscaya So Pang akan. terluka di dalam yang tidak ringan.

Dan sekarang ia menuju ke arah barat dengan langkah yang tetap dan seperti terbang melayang di atas salju. Kalau saja orang diwaktu itu melihatnya, niscaya akan menduga bahwa orang ini tidak berjalan, melainkan melayang di atas salju.

Setelah melewati beberapa belas lie, ia berdiam diri sejenak, berdiri tegak dan mengawasi sekitarnya. Sekeliling tempat itu berwarna putih oleh salju, sejauh memandang cuma warna putih yang tampak. Salju juga masih turun, bunga-bunga salju, tampak semakin lebat juga.

Dilihat dari keadaan seperti itu, orang berpakaian serba putih itu mengetahui tentunya hujan salju bukannya semakin redah dan kecil, malah sebaliknya. Akan tambah besar dan lebat.

Setelah menghela napas, ia melanjutkan lagi jalannya. Dan ia pun telah menuju ke arah barat daya. Ia menuju ke kampung Ta-sien, sebuah kampung yang tidak begitu besar. Ia menghampiri sebuah rumah penginapan yang tidak terlalu besar, dan memesan kamar.

Kemudian ia rebah di dalam rumah penginapan itu, ia beristirahat. Dalam cuaca demikian buruk, berdiam diri di dalam kamar rumah penginapan, dengan tubuh diselubungi selimut tebal memang jauh lebih nyaman dibandingkan ketika ia masih berada diperjalanan.

Setelah rebah sejenak, orang yang berpakaian serba putih itu bangun duduk. Ia duduk bersila, mengerahkan tenaga dalamnya, dan meluruskan lweekangnya.

Ia mulai melatih tenaga dalamnya. Dengan melatih tenaga dalam seperti itu akan 1enyap keletihan yang menguasai dirinya.

Dan juga memang ia memiliki sin-kang yang tinggi. Hanya kurang lebih sebakaran satu batang boa, ia sudah bisa memperoleh kesegarannya memulihkan semangatnya.

Pendekar Aneh Seruling SaktiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang