Semula Kim Lo menduga dia hanya diperintahkan buat meminta petunjuk belaka. Siapa sangka, justeru sekarang ini memang Ko Tie telah membeberkan semua tujuan pertemuan itu.
Kim Lo jadi kuatir dan bimbang. Dia kuatir bahwa dia tidak akan sanggup untuk mengemban dan menerima tugas yang begitu berat.
Tapi, disebabkan berada di tempat tersebut, berkumpul demikian banyak orang, dia tidak bisa menyampaikan perasaannya itu pada Ko Tie.
Dan sekarang ada Tojin itu yang ingin memintanya keluar memperlihatkan diri. Ini membuat Kim Lo tambah gelisah.
Setelah berdiam diri sejenak, Ko Tie mengangguk.
"Baiklah! Segera siauwte akan meminta cucu Oey locianpwe keluar, memperlihatkan diri."
Berkata sampai disitu, Ko Tie menoleh kepada Kim Lo, katanya: "Hiantit, silahkan kau keluar memperkenalkan diri!"
Kim Lo ragu-ragu. Tapi Ko Tie telab perintahkan padanya untuk keluar memperkenalkan diri. Ia bangun berdiri. Melangkah perlahan-lahan mendekati Ko Tie.
Setelah berada disamping Ko Tie, Kim Lo semakin gelisah. Ia melihat semua orang mengawasinya. Terpaksa dia merangkapkan tangannya memberi hormat.
"Boanpwe Kim Lo memberi hormat kepada Cianpwe sekalian!" Kata Kim Lo pada akhirnya.
Seketika di tempat itu ramai oleh bisik-bisik.
Tojin yang tadi meminta agar Kim Lo keluar memperlihatkan diri telah mengawasi Kim Lo dengan tajam. Tidak senang hatinya melihat muka Kim Lo ditutupi oleh kain putih.
"Mengapa muka cucu Oey Yok Su harus memakai penutup seperti itu?" Tegurnya. "Sedangkan kami diminta mendukung, dan cucu Oey Yok Su main kucing-kucingan dengan kami. Apakah urusan ini bisa selesai dengan baik?"
Muka Ko Tie berobah. Dia sendiri memang belum pernah melihat muka Kim Lo. Dulu memang waktu ia menghadiahkan serulingnya pada Kim Lo, waktu Kim Lo masih kecil dia telah melihat muka anak ini tidak begitu baik.
Dan sekarang setelah dia melihat Kim Lo dewasa, dengan kain penutup muka, dia menduga paling tidak muka Kim Lo memang kurang baik bentuknya. Justeru pendeta itu mendesaknya begitu dia terpojok.
"Baiklah Hiantit, kau bukalah penutup mukamu!" Katanya memerintahkan Kim Lo agar dia membuka tutup mukanya itu.
Kim Lo jadi serba salah.
Dia merangkapkan kedua tangannya ke segala penjuru dan jurusan, dia bilang. "Maaf Boanpwe sekarang ini memiliki kesulitan yang belum lagi bisa Boanpwe ceritakan....... Nanti jika memang sudah tiba saatnya, tentu Boanpwe akan membuka tutup muka ini."
Tojin itu tertawa dingin.
"Bocah kurang ajar! Hemmm kau anggap aku ini apa? Hemmm pinto adalah ketua Khong-tong-pay Ciangbunjin sebuah pintu perguruan yang tidak kecil!!
"Pinto diminta datang untuk memberikan dukungan. Tapi seorang yang hendak didukung itu seorang yang main kucing-kucingan. Sampai soal mukanya saja tidak mau memperlihatkannya! Baiklah jika memang demikian lebih baik Pinto mengundurkan diri."
Setelah berkata begitu, dia mengibaskan hud-timnya, dan dia memutar tubuhnya untuk berlalu. Bersamaan dengan itu, bangun belasan orang Tojin, yang ingin pergi, siapanya murid-murid si Tojin.
Ko Tie jadi kaget.
"Tunggu dulu locianpwe.......!"
Namun ketua Khong-tong-pay itu sudah tidak memperdulikan cegahan Ko Tie. Dia melangkah terus diikuti oleh murid-muridnya buat berlalu.
Banyak tamu-tamu lainnya yang berdiri dan kemudian memutar tubuh untuk berlalu.
Sisanya tetap duduk berdiam diri di situ.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pendekar Aneh Seruling Sakti
FantasyCinkeng ini merupakan lanjutan dari "Anak Rajawali".
